Mengapa Orang dengan Obesitas Bisa Turun Berat Badan Lebih Cepat? Ini Alasannya!

September 24, 2026 by Primecare Clinic
131-1200x800.webp

Mengapa Orang dengan Obesitas Bisa Turun Berat Badan Lebih Cepat?

Anda mungkin pernah melihat seseorang dengan obesitas mengalami penurunan berat badan cukup besar dalam waktu singkat. Sementara itu, orang dengan berat badan lebih rendah terkadang membutuhkan waktu lebih lama untuk menurunkan beberapa kilogram.

Hal ini dapat terjadi karena perbedaan kebutuhan energi, ukuran tubuh, komposisi tubuh, dan perubahan cairan. Namun, penurunan berat badan yang cepat tidak selalu berarti lemak yang terbakar lebih banyak atau hasil yang lebih sehat.

Alasan Pembakaran Kalori Lebih Besar pada Orang yang Mengalami Obesitas

Tubuh dengan ukuran lebih besar umumnya membutuhkan energi lebih banyak untuk menjalankan fungsi dasar maupun melakukan aktivitas.

Sebagai contoh, seseorang dengan berat badan 120 kg dapat menggunakan energi lebih banyak saat berjalan dibandingkan seseorang dengan berat badan 60 kg pada aktivitas yang sebanding. Kebutuhan energi istirahat juga umumnya lebih tinggi pada individu dengan tubuh yang lebih besar.

Karena itu, ketika terjadi defisit kalori, penurunan berat badan dalam satuan kilogram dapat terlihat lebih besar pada orang dengan obesitas.

Namun, pembakaran kalori yang lebih tinggi tidak otomatis berarti berat badan akan selalu turun lebih cepat. Penurunan berat badan tetap dipengaruhi oleh keseimbangan antara energi yang masuk dan energi yang digunakan tubuh.

Peran Basal Metabolic Rate (BMR) Awal dan Volume Massa Air dalam Penurunan Berat Badan

BMR (Basal Metabolic Rate) adalah energi yang digunakan tubuh untuk mempertahankan fungsi dasar saat istirahat. Individu dengan tubuh lebih besar umumnya memiliki kebutuhan energi istirahat yang lebih tinggi.

Selain BMR, perubahan cairan tubuh juga dapat menyebabkan berat badan turun cukup cepat pada awal program.

Tubuh menyimpan karbohidrat dalam bentuk glikogen di hati dan otot, yang berkaitan dengan penyimpanan air. Ketika asupan karbohidrat berkurang, simpanan glikogen dan cairan dapat ikut berkurang sehingga angka timbangan turun dengan cepat.

Artinya, penurunan berat badan pada awal program tidak seluruhnya berasal dari lemak.

Seiring berat badan berkurang, kebutuhan energi tubuh juga dapat menurun. Karena itu, laju penurunan berat badan sering kali menjadi lebih lambat setelah beberapa waktu.

Risiko Muscle Wasting/Atrofi Otot jika Penurunan Berat Badan Terjadi Terlalu Drastis

Penurunan berat badan yang terlalu cepat akibat pembatasan kalori berlebihan dapat meningkatkan risiko kehilangan massa bebas lemak, termasuk massa otot.

Kehilangan massa otot dapat memengaruhi kekuatan, fungsi fisik, dan komposisi tubuh. Karena itu, keberhasilan program penurunan berat badan sebaiknya tidak hanya dilihat dari angka timbangan.

Beberapa hal yang dapat membantu mempertahankan massa otot selama penurunan berat badan adalah:

  • Menghindari defisit kalori yang terlalu ekstrem.
  • Memenuhi kebutuhan protein.
  • Melakukan latihan kekuatan.
  • Memantau perubahan komposisi tubuh.

Cara Mempertahankan Penurunan Berat Badan yang Stabil

Setelah berat badan turun, tantangan berikutnya adalah mempertahankan hasilnya.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

1. Tetapkan Target yang Realistis

Penurunan sekitar 5–10% dari berat badan awal dapat menjadi salah satu target klinis yang bermakna bagi banyak orang dengan overweight atau obesitas. Untuk mengetahui hal ini, Anda bisa mengecek BMI.

2. Pertahankan Pola Makan yang Konsisten

Hindari pola diet yang terlalu ketat dan sulit dipertahankan. Fokus pada pola makan bergizi dengan jumlah kalori yang sesuai kebutuhan.

3. Tetap Aktif

Kombinasikan aktivitas aerobik dengan latihan kekuatan untuk membantu mempertahankan kebugaran dan massa otot.

4. Pantau Perkembangan

Selain berat badan, perhatikan lingkar perut, komposisi tubuh, kebugaran, dan perubahan kebiasaan makan.

Jika berat badan mulai meningkat kembali, strategi dapat dievaluasi dan disesuaikan.

Tips Menurunkan Berat Badan dengan Sehat bagi Orang yang Mengalami Obesitas

Penurunan berat badan sebaiknya dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.

Beberapa tips yang dapat diterapkan:

  1. Buat defisit kalori yang realistis, bukan pembatasan makanan secara ekstrem.
  2. Utamakan protein dan makanan bergizi seimbang untuk membantu mempertahankan massa otot.
  3. Perbanyak sayuran dan sumber serat agar pola makan lebih mengenyangkan.
  4. Batasi makanan dan minuman tinggi kalori, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan.
  5. Kombinasikan latihan aerobik dan latihan kekuatan sesuai kemampuan tubuh.
  6. Tidur cukup dan jaga pola hidup aktif karena pengelolaan berat badan tidak hanya bergantung pada makanan.
  7. Lakukan evaluasi komposisi tubuh untuk melihat apakah perubahan berat badan terutama berasal dari lemak atau juga melibatkan massa otot.
  8. Hindari diet ekstrem atau mengejar penurunan berat badan secepat mungkin.
  9. Pertimbangkan pendampingan medis apabila obesitas disertai penyakit penyerta atau berat badan sulit turun meskipun perubahan gaya hidup sudah dilakukan.

Kesimpulan

Orang dengan obesitas dapat mengalami penurunan berat badan yang lebih cepat, terutama pada tahap awal, karena kebutuhan energi yang lebih tinggi dan perubahan cairan tubuh.

Namun, berat badan yang turun cepat tidak selalu berarti lemak yang terbakar lebih banyak. Program yang baik seharusnya berfokus pada penurunan massa lemak sekaligus mempertahankan massa otot dan kesehatan secara keseluruhan.

Jika Anda ingin mengetahui kondisi tubuh dan strategi penurunan berat badan yang sesuai, Primecare Clinic Jakarta menyediakan konsultasi dokter, Body Composition Analysis (BCA), dan Weight Loss Program. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnhya!

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Obesitas Dewasa: Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/509/2025. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2025.
  2. Obesity Medicine Association. Obesity history, physical exam, laboratory, body composition, and energy expenditure: an Obesity Medicine Association Clinical Practice Statement (CPS) 2022. Obes Pillars. 2023.
  3. American Diabetes Association Professional Practice Committee for Obesity. Obesity and weight management: Standards of Care in Diabetes—2026. Diabetes Care. 2026.
  4. Pedersen SD, Manjoo P, Dash S, et al. Pharmacotherapy for obesity management in adults: 2025 clinical practice guideline update. CMAJ. 2025;197(27).

primecare

Jakarta Panglima Polim

Jl. Panglima Polim IX No.16, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan

Jakarta Tebet

Jl. Tebet Barat Dalam II No.46 14, Tebet Barat, Kota Jakarta Selatan

Samarinda

Jl. Muso Salim No.28, Karang Mumus, Kota Samarinda


Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.



Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.