Sperma Tersumbat – Ciri-Ciri, Diagnosis, dan Penanganan

Normalnya, testis di skrotum pria menghasilkan sperma. Sperma mengalir melalui sistem reproduksi pria untuk bercampur dengan cairan membentuk air mani. Air mani adalah cairan kental berwarna putih yang dikeluarkan dari penis saat ejakulasi. Kondisi di mana tidak ditemukannya sperma di dalam air mani disebut dengan Azoospermia.
Azoospermia ditemukan pada 5-10% pria yang diperiksa dengan infertilitas. Azoospermia diperkirakan sudah ada sejak lahir atau dapat berkembang seiring berjalannya waktu.
Penyebab Azoospermia ada 2 macam, yaitu non obstruktif dan obstruktif. Azoospermia non obstruktif disebabkan oleh gangguan produksi sperma pada kelenjar testis pria. Yang dimaksud dengan sperma tersumbat adalah azoospermia obstruktif yang disebabkan oleh adanya sumbatan pada saluran ejakulasi. Tersumbatnya sperma merupakan salah satu kondisi yang dapat ditemukan pada masalah kesuburan pria.
Penyebab Penyumbatan Saluran Sperma (Infeksi Masa Lalu, Cedera, atau Bawaan)
Penyumbatan saluran sperma dapat terjadi di bermacam bagian dari alat kelamin pria, yaitu:
- Epididimis: Saluran berliku-liku di bagian belakang setiap testis, tempat pematangan sperma. Sumbatan pada epididimis dapat disebabkan oleh:
- Infeksi (seperti epididimitis)
- Peradangan
- Trauma/cedera skrotum
- Kondisi genetik langka yang dapat menyebabkan penyumbatan atau perkembangan abnormal, sepertinya fibrosis kistik yang dapat menyebabkan sekresi yang mengental sehingga terjadi penumpukan dan air mani tersangkut.
- Vas deferens: Saluran yang membawa sperma dari epididimis. Penyebab yang paling sering menyebabkan sumbatan vas deferens adalah:
- Trauma atau cedera skrotum
- Riwayat operasi sebelumnya, contohnya prosedur vasektomi atau perbaikan hernia
- Mutasi pada gen fibrosis kistik, yang dapat menghambat terbentuknya sambungan saluran menuju uretra
- Saluran ejakulasi/duktus ejakulatorius: Saluran tempat sperma keluar ke uretra dan bercampur dengan cairan untuk membentuk air mani. Penyebab terjadinya sumbatan pada saluran ini adalah:
- Kongenital atau bawaan
- Infeksi
- Trauma
- Riwayat operasi sebelumnya
Ciri-ciri kondisi sperma tersumbat?
Pada umumnya, gejala sperma tersumbat tidak langsung diketahui sebelum pasien menyadari ada masalah pada kesuburannya saat melakukan program hamil bersama pasangannya. Bila pasien sedang mengalami kondisi tertentu, ada gejala yang mungkin menyertai adanya sperma tersumbat meliputi:
- Disfungsi ereksi
- Menurunnya libido atau gairah seksual
- Munculnya rasa sakit, bengkak, maupun benjolan di testis
- Kurangnya ciri perkembangan sekunder pria, misalnya perubahan suara atau pertumbuhan rambut tubuh dan wajah
Cara Dokter Spesialis Andrologi Mendeteksi Lokasi Sumbatan pada Saluran Reproduksi
Untuk menentukan ada tidaknya sumbatan saluran reproduksi yang menyebabkan sperma tidak keluar, dokter spesialis andrologi akan menanyakan beberapa hal, meliputi:
- Riwayat fertilitas pasien di masa lalu.
- Adanya trauma fisik maupun tindakan pembedahan pada daerah panggul.
- Riwayat penyakit infeksi, termasuk infeksi saluran kemih (ISK) atau penyakit menular seksual (PMS).
- Daftar obat-obatan yang sedang atau pernah dikonsumsi sebelumnya.
- Kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol, penggunaan ganja, hingga zat narkotika lainnya.
- Kebiasaan berendam di sauna atau paparan suhu panas yang berlebih.
- Faktor genetik pada keluarga, riwayat fibrosis kistik, atau masalah fertilitas pada keluarga
Setelah anamnesis dilakukan, pemeriksaan fisik akan dilakukan terutama pada alat reproduksi pria, yaitu sekitar area penis dan skrotum, untuk melihat adanya kelainan atau tidak dari bentuk, rasa nyeri, peradangan, atau tanda infeksi. Setelah itu, dokter spesialis andrologi akan melanjutkan dengan pemeriksaan penunjang yaitu:
- Tes air mani, untuk mendeteksi jumlah sperma di air mani
- Tes hormon, untuk mendeteksi kadar hormon di dalam tubuh terutama testosteron dan Follicle Stimulating Hormone (FSH)
- Pemeriksaan radiologi untuk menentukan lokasi obstruksi, seperti ultrasonografi (USG) skrotum, USG transrektal, hingga pemindaian CT scan.
- Tes genetik untuk melihat ada tidaknya kelainan pada genetik
Penjelasan ringkas tentang Prosedur Bedah Mikro (Microsurgery) untuk Membuka Kembali Saluran yang Buntu
Tatalaksana azoospermia diberikan berdasarkan penyebabnya. Bila diketahui ternyata azoospermia disebabkan oleh adanya sumbatan atau bersifat obstruktif, penanganan yang dapat dilakukan adalah membuka saluran yang tersumbat dengan prosedur bedah sesuai dengan letak sumbatan. Berbagai macam prosedur bedah yaitu:
- Prosedur bedah mikro (Microsurgery), dilakukan bila sumbatannya ditemukan epididimis dan vas deferens. Sekitar 70-95% kasus yang ditangani dengan microsurgery dapat kembali membaik dengan ditemukannya sperma di air mani, sehingga prosedur ini menjadi pilihan yang baik untuk mengatasi sperma yang tersumbatnya. Langkah-langkahnya secara umum:
- Pasien akan dibius total dengan anestesi umum.
- Dokter akan membuat sayatan kecil pada skrotum.
- Dengan menggunakan pembesaran daya tinggi dan instrumen khusus, dokter akan memperbaiki penyumbatan atau mengembalikan saluran yang tertutup dan menutup sayatan.
- Prosedur endoskopi, yang bersifat minimally invasive atau memberikan bekas sayatan lebih kecil dibandingkan microsurgery, dilakukan bila sumbatan terletak di saluran ejakulasi atau duktus ejakulatorius. Prosedur ini disebut sebagai Transurethral Resection of the Ejaculatory Ducts (TURED), atau pembedahan melalui saluran kemih untuk membuka sumbatan di duktus ejakulatorius. Langkah-langkahnya yaitu:
- Pasien dibius dengan anestesi umum, dengan tambahan anestesi lokal untuk
- Dokter Anda akan menggunakan alat khusus (tabung yang sangat tipis dan fleksibel) dengan kamera, lampu, dan pembesaran ke area operasi, dengan gambar diproyeksikan ke monitor untuk panduan.
- Alat tersebut dimasukkan dengan hati-hati melalui uretra untuk menghindari kebutuhan akan sayatan, lalu sumbatan diperbaiki
- Ekstraksi sperma dari testis, dilakukan bila pasien menolak untuk melakukan prosedur bedah, dengan cara IVF (In Vitro Fertilization), bagian dari prosedur reproduksi yang biasa dikenal sebagai bayi tabung.
Jangan Ragu ke Dokter Spesialis Andrologi jika Mengalami Gejala Sperma Tersumbat
Jika mengalami gejala sperma tersumbat, jangan ragu untuk ke dokter spesialis andrologi.
Tersedia dokter spesialis andrologi di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!
Sumber:
Stanford Health Care. (n.d.). Azoospermia. https://stanfordhealthcare.org/medical-conditions/mens-health/azoospermia.html
Cleveland Clinic. (2023). Azoospermia (Zero Sperm Count): Causes & Treatment. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15441-azoospermia
Practice Committee of the American Society for Reproductive Medicine, & Society for Male Reproduction and Urology. (2008). The management of infertility due to obstructive azoospermia. Fertility and Sterility, 90(5), S121–S124. https://doi.org/10.1016/j.fertnstert.2008.08.096
Tim Promkes RSST – RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. (2022, Oktober 31). Azoospermia. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/1740/azoospermia
Wosnitzer, M., Goldstein, M., & Hardy, M. P. (2014). Review of Azoospermia. Spermatogenesis, 4, e28218. https://doi.org/10.4161/spmg.28218

