Berat Badan Naik Setelah Lebaran? Ini Penyebab dan Hal yang harus Dilakukan

Puasa, berat badan turun. Namun, ketika lebaran, berat badan malah naik lagi. Fenomena berat badan naik setelah lebaran bisa terjadi karena beberapa hal dan tentunya membuat frustasi.
Apa penyebabnya? Apa yang harus dilakukan?
Tanda Berat Badan Naik setelah Lebaran
Berikut tanda berat badan naik setelah lebaran:
- Lingkar badan seperti lingkar perut dan pinggang meningkat
- Pakaian yang biasa dipakai jadi terasa sempit
- Lemak di perut terlihat
- Komentar dari beberapa orang menunjukkan bahwa Anda mengalami naik berat badan
Penyebab Berat Badan Naik Setelah Lebaran
Kenaikan berat badan setelah Lebaran biasanya dipicu oleh perubahan pola makan dan aktivitas selama libur panjang. Yaitu makan lebih banyak daripada biasanya, sehingga terjadi surplus kalori:
1. Konsumsi Makanan Tinggi Kalori
Makanan khas Lebaran umumnya mengandung tinggi lemak, santan, dan gula. Konsumsi berlebihan pada makanan ini dapat meningkatkan asupan kalori harian secara signifikan. Apalagi jika Anda tidak berolahraga dan tidak menerapkan mindful eating.
2. Frekuensi Makan Lebih Sering
Selain makan utama, camilan seperti kue kering dan minuman manis juga sering dikonsumsi sepanjang hari. Akhirnya, terjadi surplus kalori tanpa sadar.
3. Kurangnya Aktivitas Fisik
Libur panjang membuat banyak orang lebih jarang bergerak atau berolahraga, sehingga kalori yang masuk tidak terbakar optimal. Bersilaturahmi juga umumnya dilakukan dengan kendaraan, sehingga posisi badan cenderung statis sepanjang hari.
“Capek di jalan”, jadi malas untuk beraktivitas fisik atau olahraga.
4. Retensi Cairan
Makanan tinggi garam dapat menyebabkan tubuh menahan cairan, sehingga berat badan terlihat naik dalam waktu singkat karena terjadi retensi cairan. Ini bisa terjadi jika Anda mengonsumsi banyak makanan tinggi garam.
Apakah Berat Badan Naik Setelah Lebaran Berbahaya?
Kenaikan berat badan dalam jangka pendek umumnya tidak langsung berbahaya. Namun, jika tidak dikendalikan, kondisi ini dapat meningkatkan risiko seperti:
1. Risiko Penyakit Metabolik
Berat badan di atas berat badan ideal dapat memicu gangguan seperti:
- Kolesterol tinggi
- Gula darah meningkat
- Tekanan darah tinggi
2. Penumpukan Lemak Visceral
Lemak yang menumpuk di area perut (lemak visceral) meningkatkan risiko penyakit seperti penyakit jantung dan diabetes.
3. Kehilangan Kepercayaan Diri
Untuk yang berhasil menurunkan berat badan ketika bulan puasa, kenaikan berat badan berlebihan ketika lebaran dapat menganggu kepercayaan diri, sehingga proses diet terganggu.
Apa yang harus Dilakukan ketika Berat Badan Naik setelah Lebaran?
Berikut hal yang harus Anda lakukan kalau berat badan naik setelah lebaran:
1. Atur Pola Makan
Atur pola makan dan terapkan mindful eating. Beberapa hal ini juga bisa diterapkan:
- Batasi makanan tinggi gula, garam, dan lemak
- Perbanyak konsumsi sayur, buah, dan protein tanpa lemak serta sumber serat
- Hindari potensi mindless eating seperti makan sambil menonton
2. Tingkatkan Aktivitas Fisik
Mulailah dengan olahraga ringan seperti:
- Jalan kaki atau jogging 30 menit per hari
- Bersepeda santai
- Latihan beban dengan intensitas ringan di rumah
Untuk yang rutin olahraga sebelum puasa, Anda bisa mencoba untuk merutinkan kembali kebiasaan tersebut.
3. Perbanyak Minum Air Putih
Air membantu metabolisme tubuh dan mengurangi rasa lapar berlebih.
4. Tidur yang Cukup
Kurang tidur dapat memengaruhi hormon lapar (ghrelin) dan meningkatkan keinginan makan.
Kapan Harus Konsultasi ke Dokter kalau Berat Badan Naik setelah Lebaran?
Jika kenaikan berat badan disertai gejala tertentu, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan kesehatan. Gejala ini meliputi:
- Berat badan naik drastis dalam waktu singkat
- Mudah lelah atau sesak
- Lingkar perut meningkat signifikan
- Riwayat kolesterol, diabetes, atau hipertensi
Kalau Berat Badan Naik setelah Lebaran, harus ke Dokter Apa?
Berikut beberapa jenis dokter yang bisa membantu sesuai kondisi Anda:
1. Dokter Umum
Dokter umum adalah pilihan pertama yang paling tepat.
Peran dokter umum dalam kasus ini:
- Melakukan pemeriksaan awal
- Mengevaluasi kondisi kesehatan secara keseluruhan
- Memberikan saran pola makan dan gaya hidup
- Memberikan rujukan ke dokter spesialis jika diperlukan
Dokter umum cocok jika Anda baru pertama mengalami keluhan ini.
2. Dokter Spesialis Gizi Klinik
Jika kenaikan berat badan cukup signifikan atau ingin program diet yang terarah, Anda bisa berkonsultasi ke dokter spesialis gizi klinik.
Dokter spesialis gizi klinik bisa membantu dalam:
- Menyusun program diet sesuai kondisi tubuh
- Mengatur kebutuhan kalori harian
- Membantu menurunkan berat badan secara aman
3. Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Jika berat badan naik disertai gangguan kesehatan, dokter penyakit dalam bisa menjadi pilihan.
Kondisi yang bisa ditangani dokter spesialis penyakit dalam:
- Kolesterol tinggi
- Gula darah tinggi
- Tekanan darah tinggi
- Gangguan metabolik
Dokter spesialis penyakit dalam jika Anda punya penyakit bawaan/komorbid sebelumnya.
Berat Badan Naik Signifikan setelah Lebaran? Jangan Ragu untuk Konsultasi dengan Dokter
Kalau berat badan naik signifikan setelah lebaran, jangan ragu untuk ke dokter ya. Mereka bisa membantu Anda untuk menurunkan berat badan serta melakukan pemeriksaan terkait kenaikan berat badan yang Anda alami.
Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tersedia dokter umum, dokter spesialis gizi klinik, dan dokter spesialis penyakit dalam. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!

