Apakah Penderita Diabetes Boleh Makan Udang? Ini Penjelasannya!

November 27, 2025 by Primecare Clinic
2159-_1_-1200x814.webp

Bagi banyak orang Indonesia, udang adalah lauk yang hampir selalu menggugah selera. Aromanya yang khas dan teksturnya yang lembut membuat udang mudah diolah menjadi berbagai masakan rumahan. Namun, bagi penderita diabetes, muncul rasa ragu setiap kali ingin menikmatinya.

Bolehkah Penderita Diabetes Makan Udang?

Penderita diabetes pada dasarnya boleh mengonsumsi udang. Udang bukan termasuk makanan pemicu lonjakan gula darah karena kandungan karbohidratnya sangat rendah. 

Meski begitu, konsumsi udang tetap perlu dibatasi, terutama bagi penderita diabetes yang juga memiliki masalah kolesterol tinggi atau riwayat penyakit jantung. Hal ini karena udang mengandung kolesterol yang cukup tinggi sehingga porsinya tidak dianjurkan berlebihan.

Kandungan Gizi dan Indeks Glikemik Udang

Berdasarkan data dari U.S Department of Agriculture, dalam 100 gram udang, terdapat komponen gizi berikut:

  • Energi: 71–76 kkal
  • Protein: 15,6 g
  • Lemak total: 0,8 g
  • Karbohidrat: 0,48 g
  • Kolesterol: 136 mg 

Kombinasi ini menunjukkan bahwa udang merupakan sumber protein hewani rendah kalori dengan kandungan karbohidrat minimal. Karena karbohidratnya hampir tidak ada, udang memiliki indeks glikemik (IG) 0 dan beban glikemik 0, sehingga secara sifat dasar tidak memberikan pengaruh langsung terhadap kenaikan kadar gula darah.

Manfaat Udang bagi Penderita Diabetes

Selain dapat dikonsumsi dengan aman jika diatur porsinya, udang juga memberikan beberapa manfaat bagi penderita diabetes:

1. Sumber Protein Tinggi

Udang kaya akan protein yang membantu mempertahankan massa otot, memberi rasa kenyang lebih lama, dan tidak memengaruhi gula darah.

2. Rendah Kalori dan Lemak

Kandungan kalori dan lemak yang rendah membuat udang cocok untuk penderita diabetes yang ingin menjaga berat badan ideal.

3. Kaya Mineral

Udang mengandung selenium dan fosfor yang berperan penting dalam metabolisme tubuh serta mendukung sistem kekebalan.

4. Rendah Karbohidrat

Dengan karbohidrat hampir nol, udang tidak menyebabkan lonjakan gula darah, sehingga aman sebagai sumber protein dalam menu sehari-hari.

Bahaya Makan Udang Berlebihan bagi Penderita Diabetes

Meski tidak menaikkan gula darah, konsumsi udang berlebihan tetap dapat menimbulkan beberapa risiko bagi penderita diabetes.

1. Kandungan Kolesterol Tinggi

Udang mengandung kolesterol yang cukup tinggi, sehingga jika dikonsumsi terlalu sering atau dalam jumlah besar dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL). Kondisi ini berbahaya bagi penderita diabetes karena mereka memiliki risiko tinggi terhadap penyakit jantung dan stroke.

2. Risiko Tekanan Darah Meningkat

Beberapa produk udang olahan mengandung natrium tinggi (misalnya udang kering, udang beku berbumbu, atau udang goreng tepung). Natrium berlebih dapat meningkatkan tekanan darah, yang memperparah risiko komplikasi diabetes.

3. Reaksi Alergi pada Sebagian Orang

Udang juga termasuk alergen. Reaksi alergi dapat menimbulkan gejala seperti gatal, sesak napas, dan bengkak, yang tentu berbahaya jika tidak segera ditangani.

Cara Makan Udang dengan Aman bagi Penderita Diabetes

Untuk bisa menikmati udang tanpa menimbulkan risiko bagi kesehatan, penderita diabetes perlu memperhatikan beberapa hal berikut: 

1. Batasi Porsi

Konsumsi udang dalam jumlah sedang, yaitu sekitar 3-5 ekor ukuran sedang per porsi.

2. Pilih Metode Masak yang Tepat

Hindari menggoreng dengan tepung atau memasak udang bersantan pekat karena dapat menambah kalori dan lemak. Cara memasak yang lebih sehat antara lain direbus, dikukus, dipanggang, atau ditumis ringan dengan sedikit minyak.

3. Hindari Bumbu Tinggi Gula dan Garam

Batasi penggunaan saus manis, kecap, atau saus tiram berlebihan, serta jangan menambahkan garam terlalu banyak, terutama jika mengonsumsi udang olahan yang sudah mengandung natrium tinggi.

4. Perhatikan Kondisi Kolesterol

Bagi penderita diabetes yang juga memiliki kolesterol tinggi atau riwayat penyakit jantung, konsumsi udang sebaiknya dibatasi lebih ketat dan dikonsultasikan dengan dokter bila perlu..

Kapan Penderita Diabetes Harus ke Dokter? 

Meskipun udang aman dikonsumsi dalam porsi wajar, penderita diabetes disarankan berkonsultasi ke dokter jika gula darah sulit dikontrol, kadar kolesterol meningkat setelah mengonsumsi udang, atau muncul gejala alergi seperti gatal, bentol, bengkak, atau sesak napas. 

Konsultasi dapat dilakukan ke dokter spesialis penyakit dalam (Sp.PD) untuk memantau kondisi, mendeteksi, dan mencegah komplikasi jangka panjang. Selain itu, temui juga ahli gizi atau dokter gizi untuk membantu menyusun rencana makan yang aman dan seimbang.

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic

Primecare Clinic adalah klinik diabetes yang menyediakan program manajemen diabetes yang dapat membantumu untuk menurunkan kadar HbA1C. Kamu bisa konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Primecare Clinic juga menyediakan CGM untuk memonitor kadar gula darah sepanjang hari tanpa berkali-kali tusuk.

Primecare Clinic menyediakan layanan pemantauan, termasuk CGM dan pengelolaan gula darah bersama dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Segera periksa dan konsultasikan kadar gula darah sejak dini sebelum gejala muncul. Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes, termasuk pemantauan CGM, edukasi gizi, dan pendampingan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan Anda seperti menurunkan HbA1C. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!

primecare

Jakarta Panglima Polim

Jl. Panglima Polim IX No.16, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan

Jakarta Tebet

Jl. Tebet Barat Dalam II No.46 14, Tebet Barat, Kota Jakarta Selatan

Samarinda

Jl. Muso Salim No.28, Karang Mumus, Kota Samarinda


Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.



Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.