Sering Mual pada Penderita Diabetes – Penyebab, Bahaya, dan Cara Mengatasinya

November 25, 2025 by Primecare Clinic
40561-1-1200x800.webp

Mual adalah keluhan yang bisa dialami siapa saja, terutama yang mempunyai masalah pencernaan. Rasa mual dapat mengganggu, apalagi jika muncul terus-menerus sehingga mengganggu aktivitas dan menyebabkan nafsu makan turun.

Pada penderita diabetes, rasa mual yang muncul berulang atau berlangsung terus-menerus bisa menjadi tanda adanya gangguan yang berhubungan dengan kadar gula darah maupun komplikasi diabetes. Mengapa penderita diabetes bisa merasa sering mual serta bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasannya di artikel ini! 

Apa itu Gejala Sering Mual pada Penderita Diabetes?

Sering mual pada penderita diabetes adalah kondisi ketika seseorang dengan diabetes mengalami sensasi ingin muntah yang berlangsung berulang, terutama terkait dengan perubahan kadar gula darah atau dampak jangka panjang diabetes.

Pada diabetes, mual biasanya terjadi karena kadar gula darah terlalu tinggi (hiperglikemia), kadar gula darah terlalu rendah (hipoglikemia), komplikasi pada pencernaan, efek samping obat diabetes, serta penyebab di luar diabetes.

Apakah Sering Mual Selalu Menjadi Gejala Diabetes?

Sering mual bukan gejala utama diabetes dan seseorang yang sering mual tidak selalu berarti menderita diabetes. 

Mual bisa disebabkan banyak hal lain seperti:

  • Infeksi virus atau bakteri
  • Gangguan lambung (gastritis, GERD)
  • Efek samping obat seperti antibiotik dan antinyeri
  • Stres dan kecemasan
  • Kehamilan
  • Gangguan keseimbangan seperti pada vertigo
  • Keracunan makanan atau minuman
  • Alergi atau intoleransi makanan dan minuman

Namun, pada orang yang menderita diabetes, sering mual dapat menjadi tanda bahwa kadar gula darah tidak terkendali atau ada komplikasi yang perlu diperhatikan.

Penyebab Sering Mual pada Penderita Diabetes

Penderita diabetes yang sering mual dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Berikut beberapa penyebabnya:

a. Hiperglikemia (Kadar Gula Darah Tinggi)

Kadar gula darah yang sangat tinggi dapat membuat proses pencernaan dan pengosongan lambung menjadi lebih lambat. Hal ini dapat memicu rasa mual.

b. Hipoglikemia (Kadar Gula Darah Rendah)

Saat kadar gula darah turun di bawah normal, tubuh bereaksi dengan memicu hormon stres seperti kortisol dan adrenalin. Hormon tersebut juga memengaruhi sistem pencernaan dan menyebabkan rasa mual. 

c. Gastroparesis Diabetes

Gastroparesis diabetes merupakan salah satu komplikasi diabetes yang menyebabkan gangguan pencernaan. Gastroparesis terjadi ketika saraf vagus yang mengatur gerakan lambung mengalami kerusakan akibat gula darah tinggi dalam jangka panjang. Akibatnya, makanan tidak bergerak normal dari lambung ke usus. Kondisi ini  menyebabkan rasa mual, muntah, kembung, dan rasa cepat kenyang. 

d. Ketoasidosis Diabetik

Ketoasidosis diabetik juga merupakan komplikasi diabetes yang berbahaya. Kondisi ini terjadi karena tubuh tidak bisa menggunakan glukosa sebagai sumber energi karena gangguan insulin. 

Akibatnya, tubuh akan memakai lemak sebagai sumber energi. Proses metabolisme lemak menjadi energi akan menghasilkan zat sisa berupa keton. Karena itu, pada ketoasidosis diabetik ditandai dengan kadar keton yang meningkat. 

Gejala ketoasidosis diabetik meliputi gula darah sangat tinggi, mual dan muntah, napas berbau asam atau seperti buah-buahan, dehidrasi, linglung, hingga penurunan kesadaran. 

e. Efek Samping Obat Diabetes

Beberapa obat diabetes mempunyai efek samping berupa rasa mual. Obat yang sering menyebabkan mual adalah metformin dan obat suntik golongan GLP-1 agonist seperti liraglutide dan semaglutide.

Apakah Sering Mual pada Penderita Diabetes itu Berbahaya?

Mual pada diabetes bisa berbahaya, terutama jika rasa mual berlebihan dan berlangsung lama sehingga mengganggu aktivitas dan menyebabkan penurunan nafsu makan. 

Jika rasa mual disertai muntah terus menerus maka bisa menyebabkan dehidrasi, lemas, dan tubuh kekurangan gizi. Selain itu, rasa mual berlebih juga bisa menjadi tanda bahaya seperti hipoglikemia, hiperglikemia, ketoasidosis diabetik, dan gastroparesis. 

Karena itu, segera konsultasi ke dokter jika mengalami rasa mual yang tidak kunjung reda setelah melakukan penanganan di rumah. 

Cara Mencegah dan Mengatasi Sering Mual pada Penderita Diabetes

Untuk mencegah dan mengatasi rasa mual, maka perlu mencegah penyebabnya. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:

a. Mengontrol Kadar Gula Darah

Karena gula darah yang terlalu rendah dan tinggi dapat menyebabkan mual, maka langkah yang penting adalah dengan mengontrol gula darah.

Konsumsi obat diabetes sesuai jadwal yang diberikan dokter agar gula darah terkontrol dan jangan lupa untuk rutin memantau kadar gula darah. Kamu bisa menggunakan glukometer atau Continuous Glucose Monitoring (CGM) untuk memantau kadar gula darah. 

b. Atur Pola Makan

Untuk meringankan rasa mual, kamu bisa menerapkan pola makan dengan makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering. Hindari makanan berlemak tinggi, makanan pedas dan asam. Pilih makanan yang mudah dicerna misalnya bubur atau sup. 

c. Cukupi Kebutuhan Cairan

Mual yang disertai muntah dapat menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi juga dapat memperburuk rasa mual. Minumlah air sedikit-sedikit tapi sering agar tidak mual. 

d. Kelola Stres

Stres dapat memicu gangguan lambung dan fluktuasi gula darah. Jadi, cobalah untuk mengelola stres dengan yoga, meditasi, latihan pernapasan, dan melakukan kegiatan yang menyenangkan untuk memperbaiki suasana hati. 

e. Minum Obat Anti Mual

Jika rasa mual terus berlangsung walau sudah melakukan penanganan awal, maka konsultasikan ke dokter agar mendapatkan obat untuk mengatasi mual. 

f. Konsultasikan Pengobatan Diabetes

Jika rasa mual disebabkan oleh obat diabetes, jangan menghentikan obat sendiri. Konsultasikan pada dokter untuk menyesuaikan dosis, mengganti jenis obat, atau memberikan obat anti mual. 

Kapan Penderita Diabetes atau Orang yang Sering Mual Harus ke Dokter?

Seseorang yang sering mual, baik dengan diabetes ataupun tanpa diabetes harus segera ke dokter jika mengalami beberapa kondisi berikut:

  • Mual berlangsung lebih dari 2–3 hari dan mengganggu nafsu makan
  • Mual disertai muntah terus-menerus
  • Gula darah > 250 mg/dL atau < 70 mg/dL
  • Terdapat tanda ketoasidosis seperti napas cepat, bau napas seperti buah, sangat lemas, penurunan kesadaran
  • Tidak bisa makan atau minum
  • Berat badan turun drastis

Kamu bisa konsultasi dengan dokter umum untuk pemeriksaan awal. Jika diperlukan, dokter umum akan merujuk ke dokter spesialis penyakit dalam, konsultan endokrinologi atau konsultan gastroenterologi. 

Namun, jika mual disertai muntah hebat, terus-menerus hingga makanan dan minuman tidak bisa masuk, maka segera ke IGD rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan segera.

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes yang dapat membantumu untuk menurunkan kadar HbA1C. Kamu bisa konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Primecare Clinic juga menyediakan CGM untuk memonitor kadar gula darah sepanjang hari tanpa berkali-kali tusuk.

Primecare Clinic menyediakan layanan pemantauan, termasuk CGM dan pengelolaan gula darah bersama dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Segera periksa dan konsultasikan kadar gula darah sejak dini sebelum gejala muncul. Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes, termasuk pemantauan CGM, edukasi gizi, dan pendampingan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan Anda seperti menurunkan HbA1C. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!

primecare

Jakarta Panglima Polim

Jl. Panglima Polim IX No.16, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan

Jakarta Tebet

Jl. Tebet Barat Dalam II No.46 14, Tebet Barat, Kota Jakarta Selatan

Samarinda

Jl. Muso Salim No.28, Karang Mumus, Kota Samarinda


Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.



Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.