Bisul pada Penderita Diabetes – Penyebab, Risiko, dan Penanganannya

November 25, 2025 by Primecare Clinic
44917-_1_-1200x800.webp

Bisul dalam bahasa medis disebut dengan furunkel. Bisul merupakan infeksi pada folikel rambut yang ditandai dengan benjolan lunak, berwarna kemerahan, nyeri, dan berisi nanah. Penyebab tersering bisul adalah infeksi bakteri Staphylococcus aureus. Namun, bakteri dan jamur lain juga bisa menyebabkan bisul. 

Pada penderita diabetes, bisul bisa menjadi lebih berbahaya. Pasalnya, kadar gula darah yang tinggi dapat mengganggu penyembuhan bisul. Oleh karena itu, penderita diabetes perlu lebih waspada jika muncul bisul. 

Untuk memahami lebih lanjut tentang bisul pada penderita diabetes, simak artikel ini hingga selesai, ya! 

Penyebab Bisul pada Penderita Diabetes

Penderita diabetes lebih rentan mengalami bisul karena beberapa mekanisme, yaitu:

a. Menurunnya Sistem Kekebalan Tubuh

Kadar gula darah yang tinggi menghambat fungsi sel darah putih yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh. Kondisi ini menurunkan kemampuan tubuh untuk melawan bakteri, termasuk bakteri penyebab bisul.

b. Kulit Lebih Kering dan Rentan Iritasi

Penderita diabetes kerap mengalami masalah pada kulit. Fluktuasi kadar gula darah dapat menyebabkan kulit kehilangan kelembabannya. Kulit yang kering dan pecah-pecah meningkatkan risiko masuknya bakteri penyebab bisul.

c. Neuropati Diabetik

Kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan saraf perifer sehingga terjadi penurunan sensasi pada bagian tubuh tertentu, terutama kaki. Akibatnya, jika terjadi luka kecil, gesekan, atau iritasi kulit sering tidak disadari, sehingga mudah berkembang menjadi infeksi yang lebih berat.

d. Kondisi Kulit yang Mendukung Pertumbuhan Bakteri

Gula darah yang tinggi menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi bakteri sehingga lebih cepat tumbuh dan menyebar. Akibatnya, bakteri penyebab bisul lebih mudah untuk menginfeksi. 

e. Sirkulasi Darah yang Buruk

Pada penderita diabetes yang tidak terkontrol, kadar gula darah yang terus tinggi dapat merusak pembuluh darah kecil yang menyuplai kulit. Berkurangnya aliran darah akan membuat penyembuhan luka lebih lama, sehingga luka bertambah parah dan infeksi lebih mudah menyebar. 

Apakah Munculnya Bisul Selalu Menjadi Gejala Diabetes?

Bisul tidak selalu berkaitan dengan diabetes dan dapat terjadi pada siapa saja. Faktor-faktor berikut dapat menyebabkan seseorang terkena bisul meskipun tidak memiliki diabetes:

  • Kebersihan kulit yang tidak terjaga
  • Gesekan atau iritasi kulit
  • Penurunan sistem kekebalan tubuh, misalnya saat sakit, penderita HIV, atau sedang menjalani kemoterapi. 
  • Terpapar bahan kimia yang menyebabkan iritasi kulit
  • Mengalami masalah kulit seperti jerawat atau eksim
  • Sering beraktivitas di luar ruangan yang berdebu dan panas sehingga banyak berkeringat. 
  • Infeksi bakteri akibat luka kecil misalnya setelah bercukur

Jika bisul sering kambuh, muncul banyak sekaligus, atau sulit sembuh dapat menjadi tanda adanya gangguan imunitas atau gula darah yang tidak stabil. Segera konsultasi dengan dokter agar mendapat pengobatan yang tepat. 

Apakah Bisul pada Penderita Diabetes Berbahaya?

Bisul pada penderita diabetes bisa lebih berbahaya dibandingkan pada orang tanpa diabetes. Gangguan sirkulasi darah serta sistem imun yang menurun akibat kontrol gula darah yang buruk menyebabkan proses penyembuhan bisul menjadi lebih lambat.

Jika tidak segera ditangani, infeksi bisa menyebar ke jaringan sekitarnya dan berkembang menjadi gangren atau kematian jaringan, ditandai dengan kulit berubah warna menjadi hitam dan mati rasa. Jika sudah terjadi gangren, maka harus diamputasi. 

Pada kasus tertentu, terutama jika tidak ditangani dengan benar, infeksi dapat menyebar ke aliran darah dan menyebabkan kondisi serius seperti sepsis.

Cara Mencegah dan Mengatasi Bisul pada Penderita Diabetes

Berikut beberapa tips untuk mencegah dan mengatasi bisul pada penderita diabetes:

1. Jaga Kebersihan Kulit

Kebersihan kulit penting untuk diperhatikan agar terhindar dari bakteri dan kuman penyebab bisul. Mandi secara teratur menggunakan sabun yang lembut untuk menjaga kebersihan kulit.

Setelah mandi, keringkan kulit menggunakan handuk yang lembut. Pastikan semua lipatan kulit kering sempurna untuk mencegah pertumbuhan bakteri.

2. Kendalikan Kadar Gula Darah

Penderita diabetes harus mengontrol kadar gula darah menggunakan obat-obatan serta memperbaiki pola hidup agar terhindar dari berbagai komplikasi. Gula darah yang terkontrol membantu meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan sirkulasi darah dan mengurangi risiko infeksi kulit seperti bisul.

3. Gunakan Pakaian Longgar dan Menyerap Keringat

Pakaian ketat atau bahan yang tidak menyerap keringat dapat menyebabkan kelembaban kulit berlebih dan memicu infeksi kulit.

4. Rawat Luka dengan Tepat

Jika terjadi luka pada kulit, bersihkan luka atau goresan dengan antiseptik, lalu tutup dengan perban bersih untuk mencegah bakteri masuk.

5. Hindari Memencet Bisul 

Jangan memencet bisul untuk mengeluarkan nanahnya. Memencet bisul dapat memperburuk infeksi, terutama bagi penderita diabetes yang memiliki proses penyembuhan luka yang lebih lambat.

6. Gunakan Salep atau Obat Sesuai Anjuran Dokter

Konsultasi dengan dokter untuk mendapat salep atau obat tertentu untuk mengatasi bisul, terutama jika bisul sering kambuh atau ukurannya besar.

7. Perhatikan Tanda Bahaya

Segera ke dokter jika bisul disertai demam, nyeri hebat, berulang muncul, bertambah besar atau tidak membaik dalam 3–5 hari.

Kapan Penderita Diabetes dengan Bisul Harus ke Dokter?

Jika mengalami bisul yang tidak kunjung sembuh disertai beberapa gejala di bawah, maka segera periksa ke dokter! 

  • Bisul besar, misalnya diameter lebih dari 2 cm dan tidak membaik dalam 3–5 hari
  • Disertai demam, menggigil, atau merasa lemas
  • Bisul sangat nyeri atau muncul berulang
  • Kadar gula darah sangat tinggi ketika bisul muncul.

Kamu bisa ke dokter umum untuk evaluasi dan pengobatan awal. Bila bisul berulang, penyembuhan lama, dan terkait dengan kontrol gula darah yang buruk, maka bisa konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam. 

Jika keluhan hanya bisul, maka kamu bisa ke dokter spesialis kulit dan kelamin. Namun, jika bisul sudah membesar, semakin dalam, atau menghitam, maka perlu konsultasi dengan dokter bedah untuk tindakan pembersihan luka atau debridement.

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes yang dapat membantumu untuk menurunkan kadar HbA1C. Kamu bisa konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Primecare Clinic juga menyediakan CGM untuk memonitor kadar gula darah sepanjang hari tanpa berkali-kali tusuk.

Primecare Clinic menyediakan layanan pemantauan, termasuk CGM dan pengelolaan gula darah bersama dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Segera periksa dan konsultasikan kadar gula darah sejak dini sebelum gejala muncul. Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes, termasuk pemantauan CGM, edukasi gizi, dan pendampingan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan Anda seperti menurunkan HbA1C. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!

primecare

Jakarta Panglima Polim

Jl. Panglima Polim IX No.16, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan

Jakarta Tebet

Jl. Tebet Barat Dalam II No.46 14, Tebet Barat, Kota Jakarta Selatan

Samarinda

Jl. Muso Salim No.28, Karang Mumus, Kota Samarinda


Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.



Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.