Apakah Penderita Diabetes Boleh Makan Ceker Ayam? Ini Jawabannya!

Ceker ayam menjadi favorit banyak orang karena teksturnya yang kenyal dan rasa gurihnya yang khas. Namun, penderita diabetes perlu memperhatikan cara mengolah dan porsi konsumsinya, karena hal-hal tersebut bisa memengaruhi kadar gula darah.
Bolehkah Penderita Diabetes Makan Ceker Ayam?
Boleh, selama dikonsumsi dalam jumlah wajar dan diolah dengan cara yang sehat. Ceker ayam rendah karbohidrat sehingga tidak secara langsung menaikkan gula darah. Masalah biasanya muncul dari cara memasaknya. Ceker yang digoreng, dilapisi tepung, atau dimasak dengan saus manis dapat membuat kalori dan lemak meningkat, yang akhirnya berpengaruh pada kadar gula darah dan kolesterol.
Kandungan Gizi dan Indeks Glikemik Ceker Ayam
Ceker ayam sebagian besar terdiri dari protein dan kolagen, dengan kadar lemak sedang. Karbohidratnya sangat rendah, sehingga nilai indeks glikemik (IG) juga rendah dan hampir tidak berpengaruh pada gula darah.
Di samping itu, ceker mengandung berbagai mineral penting seperti kalsium, fosfor, dan zat besi mendukung kesehatan tulang dan jaringan ikat. Namun, kandungan kolesterolnya cukup tinggi, sehingga sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan.
Manfaat Ceker Ayam bagi Penderita Diabetes
Ceker ayam mengandung kolagen yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan sendi dan jaringan ikat. Selain itu, kandungan mineral seperti kalsium dan fosfor juga mendukung kesehatan tulang. Manfaat ini dapat membantu penderita diabetes yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami masalah pada tulang dan sendi.
Bahaya Makan Ceker Ayam Berlebihan bagi Penderita Diabetes
Meskipun ceker ayam rendah karbohidrat, konsumsi berlebihan tetap membawa risiko bagi penderita diabetes:
1. Meningkatkan Kadar Kolesterol
Ceker ayam mengandung kolesterol yang cukup tinggi. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah, sehingga menambah risiko penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah.
2. Menambah Asupan Lemak
Jika ceker dimasak dengan kulit atau digoreng, kandungan lemak jenuh meningkat. Lemak jenuh dapat memperburuk sensitivitas insulin dan mempersulit kontrol gula darah.
3. Risiko Kenaikan Berat Badan
Porsi besar ceker ayam menambah asupan kalori yang tidak terasa mengenyangkan. Akibatnya, risiko kenaikan berat badan dan resistensi insulin meningkat, yang bisa memperburuk kondisi diabetes.
Cara Makan Ceker Ayam yang Aman bagi Penderita Diabetes
Berikut beberapa strategi agar ceker ayam tetap aman:
1. Batasi Jumlah
Konsumsi idealnya 2–3 potong per porsi dan tidak setiap hari untuk mengontrol asupan kalori dan kolesterol.
2. Pilih Cara Masak Sehat
Rebus, kukus, atau masak dalam kuah bening lebih aman dibanding digoreng atau dimasak dengan saus manis.
3. Konsumsi dengan Sayuran
Tambahkan sayuran tinggi serat agar penyerapan glukosa lebih lambat dan gula darah lebih stabil.
Kapan Penderita Diabetes Harus Ke Dokter?
Penderita diabetes perlu memantau konsumsi ceker ayam, terutama jika muncul gejala seperti gula darah sering naik atau kolesterol tinggi. Dokter penyakit dalam membantu mengelola kondisi diabetes, sedangkan ahli gizi atau dokter gizi membantu menyesuaikan pola makan agar tetap aman, termasuk mengatur porsi dan cara pengolahan ceker ayam.
Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic
Primecare Clinic adalah klinik diabetes yang menyediakan program manajemen diabetes yang dapat membantumu untuk menurunkan kadar HbA1C. Kamu bisa konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Primecare Clinic juga menyediakan CGM untuk memonitor kadar gula darah sepanjang hari tanpa berkali-kali tusuk.
Primecare Clinic menyediakan layanan pemantauan, termasuk CGM dan pengelolaan gula darah bersama dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Segera periksa dan konsultasikan kadar gula darah sejak dini sebelum gejala muncul. Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.
Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes, termasuk pemantauan CGM, edukasi gizi, dan pendampingan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan Anda seperti menurunkan HbA1C. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


