Apakah Penderita Diabetes Boleh Makan Bakso? Ini Jawabannya!

November 19, 2025 by Primecare Clinic
2148933281-_1_-1200x973.webp

Bakso adalah salah satu makanan yang hampir selalu bisa dinikmati dalam berbagai situasi. Kuah hangat, rasa gurih, dan pilihan daging yang beragam membuat makanan ini digemari banyak orang.  

Namun ketika seseorang hidup dengan diabetes, muncul kekhawatiran kecil setiap kali melihat semangkuk bakso: 

Bolehkah Penderita Diabetes Makan Bakso?

Kabar baiknya, bakso bukan makanan yang harus langsung dihindari. Daging sapi, ayam, maupun ikan yang menjadi bahan utama bakso pada dasarnya mengandung protein tinggi dan karbohidrat rendah, sehingga tidak otomatis menyebabkan lonjakan gula darah. 

Justru hal yang perlu lebih diperhatikan bukan dagingnya, melainkan komponen lain yang menyertainya, seperti jumlah tepung dalam adonan, tambahan karbohidrat seperti mi atau bihun, serta penggunaan saus yang cenderung tinggi gula.

Kandungan Gizi dan Indeks Glikemik Bakso

Kandungan gizi bakso dapat berbeda-beda tergantung jenis daging yang digunakan, jumlah tepung, serta cara pengolahannya. Namun secara umum, bakso merupakan sumber protein yang cukup baik dan mengandung zat besi, terutama jika dibuat dari daging sebagai komponen utama.

Jika bakso dibuat dengan proporsi daging yang tinggi dan minim atau tanpa tepung, nilai indeks glikemiknya (IG) akan sangat rendah, bahkan bisa mendekati 0, karena bakso tersebut tidak mengandung karbohidrat. 

Di sisi lain, banyak jenis bakso komersial juga mengandung lemak, karbohidrat, dan natrium dalam jumlah yang cukup tinggi akibat penambahan tepung, penyedap, serta garam selama proses pembuatan. Dalam hal ini, IG dan beban glikemiknya tentu akan meningkat dan perlu lebih diperhatikan oleh penderita diabetes.

Cara Makan Bakso yang Aman untuk Penderita Diabetes

Agar bakso tetap aman dikonsumsi oleh penderita diabetes, beberapa hal berikut perlu diperhatikan:

1. Pilih Bakso dengan Kandungan Daging Tinggi 

Utamakan bakso yang minim tepung atau berbahan daging sebagai komposisi utama. Kandungan karbohidratnya lebih rendah sehingga tidak cepat menaikkan gula darah.

2. Batasi Konsumsi Kuah

Kuah bakso yang dijual biasanya tinggi garam dan penyedap. Terlalu banyak garam bisa memengaruhi tekanan darah, sementara penyedap tertentu dapat memicu rasa lapar berlebih.

3. Tambah Sayuran dalam Porsi yang Cukup

Sayuran seperti sawi, kubis, atau tauge dapat menambah asupan serat. Serat membantu memperlambat penyerapan glukosa, sehingga gula darah lebih stabil setelah makan. 

4. Hindari Tambahan Makanan Tinggi Karbohidrat

Tambahan seperti mie putih, bihun, atau nasi sebaiknya dibatasi. Jika ingin tetap memakai pendamping, pilih porsi kecil dan imbangi dengan sayuran lebih banyak.

5. Perhatikan Porsi dan Frekuensi Makan

Makan bakso dalam jumlah terlalu banyak atau terlalu sering tetap bisa berdampak pada gula darah, terutama jika baksonya mengandung tepung, kuahnya asin dan ada tambahkan sumber karbohidrat lain.

Kapan Penderita Diabetes Harus Ke Dokter?

Meski bakso bisa dinikmati dengan cara yang lebih aman, respons tubuh setiap penderita diabetes bisa berbeda-beda. 

Jika setelah mengonsumsi bakso kadar gula darah cenderung melonjak atau muncul keluhan yang tidak biasa, segera konsultasi dengan dokter penyakit dalam untuk memastikan tidak ada masalah yang perlu ditangani. 

Selain itu, diskusikan dengan ahli gizi atau dokter gizi juga pola makan yang lebih sesuai, sehingga hidangan favorit tetap dapat dinikmati tanpa mengganggu kestabilan gula darah.

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic

Primecare Clinic adalah klinik diabetes yang menyediakan program manajemen diabetes yang dapat membantumu untuk menurunkan kadar HbA1C. Kamu bisa konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Primecare Clinic juga menyediakan CGM untuk memonitor kadar gula darah sepanjang hari tanpa berkali-kali tusuk.

Primecare Clinic menyediakan layanan pemantauan, termasuk CGM dan pengelolaan gula darah bersama dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Segera periksa dan konsultasikan kadar gula darah sejak dini sebelum gejala muncul. Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes, termasuk pemantauan CGM, edukasi gizi, dan pendampingan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan Anda seperti menurunkan HbA1C. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!

primecare

Jakarta Panglima Polim

Jl. Panglima Polim IX No.16, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan

Jakarta Tebet

Jl. Tebet Barat Dalam II No.46 14, Tebet Barat, Kota Jakarta Selatan

Samarinda

Jl. Muso Salim No.28, Karang Mumus, Kota Samarinda


Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.



Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.