Apakah Penderita Diabetes Boleh Menyetir Mobil? Berikut Jawabannya!

November 5, 2025 by Primecare Clinic
9963804-1-1200x800.webp

Menyetir mobil dapat dikatakan sebagai kemampuan dasar yang dapat dimiliki oleh semua orang dan tentunya memiliki banyak kegunaan. 

Untuk sebagian orang, menyetir mobil dibutuhkan untuk mengakses tempat yang tidak terjangkau oleh transportasi umum, baik itu untuk urusan pekerjaan atau keperluan lainnya. Namun, tidak semua orang mudah untuk mendapatkan lisensi menyetir mobil. 

Bagi penderita diabetes menyetir mobil dapat menjadi tantangan tersendiri karena risiko yang dapat terjadi saat menyetir mobil. 

Apakah Penderita Diabetes Boleh Menyetir Mobil?

Secara umum, penderita diabetes boleh menyetir mobil dengan catatan jika kondisi pasien dalam keadaan stabil dan tidak memiliki komplikasi yang dapat membahayakan saat menyetir, seperti pandangan kabur atau mengalami gula darah yang tidak terkontrol dan dapat menimbulkan kondisi gawat darurat

Diagnosis diabetes tidak lantas menjadi penilaian seseorang tidak mendapat kelayakan untuk menyetir mobil. Namun, penilaian kelayakan menyetir mobil menjadi penilaian individual yang disesuaikan dengan aturan di negara masing-masing. Terdapat uji kelayakan dan pengumpulan berkas untuk mendapatkan surat izin mengemudi (SIM) yang harus dipenuhi oleh tiap individu. 

Risiko Saat Penderita Diabetes Menyetir Mobil 

Risiko utama terkait menyetir bagi penderita diabetes adalah kondisi medis akut dan komplikasi kronis yang dapat mengganggu fungsi kognitif dan motorik yang diperlukan untuk mengemudi dengan aman.

Risiko utama yang dapat terjadi saat pasien menyetir mobil adalah kondisi hipoglikemia (kadar gula darah lebih rendah dari normal). Kondisi hipoglikemia yang dapat mengganggu saat menyetir mobil terbagi menjadi: 

  1. Hipoglikemia moderat (Level 2): gula darah di bawah 54 mg/dL. Hipoglikemia moderat secara signifikan dapat mengganggu keselamatan selama menyetir, penilaian, dan fungsi kognitif-motorik, meskipun pengemudi masih dapat mengobati dirinya sendiri.
  2. Hipoglikemia berat (Level 3): Kondisi ini ditandai dengan gangguan kognitif yang membutuhkan bantuan orang lain untuk pemberian karbohidrat. Riwayat hipoglikemia berat dapat menjadi faktor yang paling signifikan terkait terjadinya tabrakan saat mengemudi bagi penderita diabetes.
  3. Kesadaran hipoglikemia terganggu (Hypo Unawareness): Ketidakmampuan untuk mengenali gejala peringatan dini hipoglikemia. Ini membawa risiko berat terhadap keselamatan mengemudi karena penderita tidak mendapat peringatan sebelum kehilangan kesadaran atau fungsi kognitif.

Menjelaskan Tips Aman Menyetir Mobil Bagi Penderita Diabetes

Pada kondisi tertentu, seringkali penderita diabetes tidak dapat menghindari untuk menyetir mobil karena beberapa alasan. Selama kondisi pasien dalam keadaan sehat, memiliki SIM, dan sudah berkonsultasi dengan dokter, pasien diperbolehkan menyetir mobil. Namun, jika kondisi pasien tidak sehat dan merasakan gejala-gejala yang menunjukkan ke arah badan tidak sehat, sebaiknya pasien menghindari untuk menyetir mobil sendiri. Berikut tips yang dapat dilakukan sebelum menyetir mobil:

  1. Pastikan pasien dalam kondisi sehat saat akan menyetir mobil. 
  2. Cek gula darah sebelum menyetir mobil. Pastikan kadar gula darah >90 mg/dL. 

Jika kadar gula darah <90 mg/dL, naikkan kadar gula darah terlebih dahulu dengan mengonsumsi karbohidrat.

  1. Selalu membawa makanan yang mengandung sumber glukosa kerja cepat dan kudapan yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, dan lemak.
  2. Selain makanan, disarankan untuk membawa alat tes gula darah, seperti blood glucose meter (BGM) atau continuous glucose meter (CGM)
  3. Jika terjadi gejala hipoglikemia seperti, mata berkunang-kunang/pandangan kabur, berkeringat, mual muntah, sebaiknya berhenti dan menepi terlebih dahulu. Hentikan perjalanan dan cek kadar gula darah. Jika kadar gula darah turun, makan-makanan yang telah dibawa dan cek kembali kadar gula darah. Jika kondisi tidak membaik, hubungi nomor bantuan. 
  4. Dalam kondisi darurat dan tidak ada lagi orang sekitar yang dapat menyetir mobil, sebisa mungkin pasien tidak menyetir mobil sendiri. Pasien dapat menghubungi kerabat atau tetangga, atau dapat menghubungi jasa taksi online melalui telepon atau aplikasi. 
  5. Lakukan pemeriksaan mata sebagai evaluasi komprehensif pada penderita diabetes agar terhindar dari komplikasi retinopati diabetes (gangguan pada mata) yang semakin berat. Jika ditemukan adanya retinopati diabetes, sebaiknya hindari menyetir mobil.

Kapan Penderita Diabetes Harus ke Dokter?

Penderita diabetes perlu berkonsultasi dengan dokter atau tim kesehatan mereka jika ada atau terjadi hal-hal seperti di bawah ini:

  • Pasien diabetes harus melakukan kontrol rutin minimal satu bulan sekali, baik itu oleh dokter umum, atau dokter spesialis penyakit dalam, atau pun dokter subspesialis endokrin metabolisme diabetes bergantung pada kondisi pasien dan status rujukannya. 
  • Jika penderita diabetes mengalami komplikasi akut, seperti hipoglikemia, krisis hiperglikemia (kadar gula darah sangat tinggi >300 mg/dL), atau dapat menunjukkan gejala berupa sesak napas, tidak sadarkan diri, berat badan yang menurun dengan cepat dapat segera ke IGD untuk mendapatkan penanganan yang tepat sesegera mungkin. 
  • Jika didapatkan gejala yang mengarah pada komplikasi lainnya, seperti neuropati (gangguan saraf) atau retinopati diabetes, maka pasien dapat dirujuk ke dokter spesialis berdasarkan jenis komplikasinya.

Dokter yang dapat menangani keluhan atau diagnosis diabetes, di antaranya:

1. Dokter Umum

Sebagai langkah awal, pasien dapat berkonsultasi dengan dokter umum di fasilitas layanan primer. Jika dibutuhkan, pasien akan dirujuk ke dokter spesialis.

2. Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Dokter spesialis penyakit dalam adalah dokter yang menangani pasien diabetes dewasa. Penderita diabetes dapat berkonsultasi terkait keluhannya. Jika ditemukan komplikasi lain, seperti adanya neuropati atau retinopati, dokter dapat merujuk ke dokter spesialis yang berkaitan dengan komplikasinya. Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.

3. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Endokrin Metabolisme Diabetes

Jika penderita diabetes telah mendapatkan pelayanan dokter spesialis penyakit dalam, tetapi ditemukan salah satu dari beberapa komplikasi, seperti adanya komplikasi akut berupa diabetik ketoasidosis, hyperglycemic/hyperosmolar state, tidak adanya penurunan hasil pemeriksaan  laboratorium pada diabetes dalam 3 bulan, dan lain sebagainya maka pasien perlu dirujuk ke dokter subspesialis endokrin metabolisme diabetes.

4. Dokter Spesialis Neurologi

Salah satu komplikasi yang cukup sering terjadi pada pasien diabetes adalah neuropati yang dapat menimbulkan gejala nyeri, kesemutan, baal, dan lain sebagainya. Jika didapatkan keluhan tersebut, pasien dapat dirujuk ke dokter spesialis neurologi.

5. Dokter Spesialis Mata

Evaluasi komprehensif perlu dilakukan pada pasien diabetes, salah satunya dengan merujuk pasien ke dokter spesialis mata untuk dilakukan pemeriksaan funduskopi. Hal ini dilakukan untuk mendeteksi adanya komplikasi retinopati diabetik yang menyerang retina mata dan dapat menyebabkan kebutaan.

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes yang dapat membantumu untuk menurunkan kadar HbA1C. Kamu bisa konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Primecare Clinic juga menyediakan CGM untuk memonitor kadar gula darah sepanjang hari tanpa berkali-kali tusuk.

Primecare Clinic menyediakan layanan pemantauan, termasuk CGM dan pengelolaan gula darah bersama dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Segera periksa dan konsultasikan kadar gula darah sejak dini sebelum gejala muncul. Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes, termasuk pemantauan CGM, edukasi gizi, dan pendampingan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan Anda seperti menurunkan HbA1C. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!

primecare

Jakarta Panglima Polim

Jl. Panglima Polim IX No.16, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan

Jakarta Tebet

Jl. Tebet Barat Dalam II No.46 14, Tebet Barat, Kota Jakarta Selatan

Samarinda

Jl. Muso Salim No.28, Karang Mumus, Kota Samarinda


Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.



Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.