Apakah Penderita Diabetes Boleh Minum Minuman Beralkohol?

Alkohol sering disebut sebagai “minuman keras” karena dapat menyebabkan mabuk jika dikonsumsi dalam jumlah tertentu. Selain itu, alkohol juga termasuk zat adiktif yang dapat menyebabkan kecanduan.
Sebagian orang mengonsumsi alkohol untuk menenangkan pikiran atau sekadar untuk kesenangan. Namun, konsumsi alkohol bisa berdampak buruk bagi kesehatan dan memperburuk kondisi diabetes, lho! Simak penjelasannya di artikel ini ya!
Apakah Penderita Diabetes Boleh Minum Alkohol?
Penderita diabetes tidak disarankan untuk minum alkohol meskipun ada yang menyebutkan bahwa konsumsi terbatas diperbolehkan. Namun, dengan mempertimbangkan manfaatnya yang sangat kecil dibandingkan dengan risikonya, maka sebaiknya penderita diabetes menghindari alkohol sama sekali.
Alkohol dapat mengganggu pengaturan gula darah oleh hati (liver). Hati berperan dalam menjaga kestabilan gula darah dengan memecah glikogen menjadi glukosa ketika kadar gula darah turun.
Alkohol yang masuk ke dalam tubuh harus dipecah oleh hati. Karena itu, hati lebih fokus memecah alkohol dan menunda pelepasan glukosa ke darah. Hal ini bisa menyebabkan hipoglikemia (gula darah rendah), terutama pada penderita yang menggunakan insulin atau obat diabetes.
Selain itu, alkohol juga dapat mengganggu kerja beberapa obat diabetes sehingga efek obatnya akan berkurang. Dengan begitu, gula darah tidak terkontrol dengan baik dan bisa menyebabkan hiperglikemia atau kadar gula darah tinggi.
Beberapa jenis minuman beralkohol mengandung gula dan karbohidrat tinggi, yang dapat memperparah kondisi hiperglikemia. Kombinasi efek ini dapat membuat kadar gula darah naik turun tidak menentu, sehingga kontrol diabetes menjadi sulit dilakukan.
Karena beberapa efek alkohol tersebut, penderita diabetes sebaiknya tidak mengonsumsi minuman beralkohol.
Zat Gizi dan Indeks Glikemik Minuman Beralkohol
Indeks glikemik minuman beralkohol berbeda-beda tergantung dari jenisnya. Pada umumnya, minuman beralkohol memiliki indeks glikemik yang tinggi karena melalui proses fermentasi. Bir memiliki indeks glikemik 70, sedangkan anggur merah lebih rendah, yaitu 25-30.
Alkohol mengandung 7 kalori per gram, tanpa kandungan gizi lain. Sebagian besar minuman beralkohol juga tinggi kalori dan karbohidrat, terutama bir.
Perlu diingat meskipun beberapa alkohol memiliki indeks glikemik rendah, hal ini tidak berarti aman bagi penderita diabetes.
Bahaya Mengonsumsi Alkohol bagi Penderita Diabetes
Alkohol dapat memengaruhi metabolisme tubuh. Bagi penderita diabetes, mengonsumsi alkohol dapat memicu beberapa bahaya berikut:
a. Hipoglikemia
Ketika alkohol masuk ke dalam tubuh, hati akan memprioritaskan pemecahan alkohol dan menunda pelepasan glukosa ke darah. Akibatnya, kadar gula darah dapat turun drastis, bahkan berjam-jam setelah berhenti minum alkohol.
Pada penderita yang menggunakan insulin atau obat diabetes, kondisi ini dapat menyebabkan hipoglikemia berat yang berpotensi menyebabkan kehilangan kesadaran.
b. Hiperglikemia dan Berat Badan Naik
Beberapa jenis minuman beralkohol mengandung gula tambahan dan karbohidrat tinggi. Konsumsi alkohol juga dapat memicu rasa lapar palsu, sehingga seseorang makan lebih banyak dari biasanya. Hal ini menyebabkan kenaikan kadar gula darah dan berat badan.
c. Kerusakan Hati dan Pankreas
Hati dan pankreas adalah organ yang berperan penting dalam pengaturan gula darah. Konsumsi alkohol jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan hati, perlemakan hati, hepatitis alkoholik, dan sirosis.
Selain itu, konsumsi alkohol dalam jangka panjang dapat menyebabkan pankreatitis (radang pankreas). Kerusakan hati dan pankreas menyebabkan pengaturan gula darah semakin kacau sehingga gula darah tidak terkontrol.
d. Interaksi dengan Obat Diabetes
Alkohol dapat berinteraksi dengan obat diabetes sehingga menurunkan efektivitasnya. Hal itu akan mengganggu kontrol gula darah penderita diabetes.
e. Gangguan Saraf dan Jantung
Penderita diabetes memiliki risiko komplikasi neuropati diabetik (kerusakan saraf) dan penyakit jantung. Alkohol dapat memperburuk kondisi tersebut.
Apakah Ada Cara Aman Minum Alkohol bagi Penderita Diabetes?
Meski ada yang menyebutkan bahwa konsumsi minuman beralkohol diperbolehkan asal masih dalam batas aman, kenyataannya tidak ada konsumsi alkohol yang benar-benar aman bagi penderita diabetes.
Setiap tubuh penderita diabetes merespon alkohol secara berbeda. Bahkan jumlah kecil alkohol sekalipun dapat menimbulkan dampak buruk. Karena itu, cara paling aman adalah tidak minum alkohol sama sekali.
Kapan Penderita Diabetes Harus ke Dokter?
Penderita diabetes sebaiknya berkonsultasi ke dokter jika mengalami hal berikut:
- Gula darah turun atau naik drastis setelah minum alkohol.
- Muncul gejala seperti pusing berat, gemetar, lemas, sering buang air kecil, sering haus, atau kehilangan kesadaran.
- Gula darah sulit dikontrol meski sudah mengikuti pola makan dan terapi obat.
Penderita diabetes harus rutin kontrol ke dokter agar kadar gula darahnya tetap dalam batas normal.
Konsultasi dan Pemantauan Diabetes di Primecare Clinic
Primecare Clinic menyediakan layanan pemantauan, termasuk CGM dan pengelolaan gula darah bersama dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Segera periksa dan konsultasikan kadar gula darah sejak dini sebelum gejala muncul. Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.
Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes, termasuk pemantauan CGM, edukasi gizi, dan pendampingan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan Anda seperti menurunkan HbA1C. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


