Apa Perbedaan Prediabetes dan Diabetes?

Banyak orang yang menganggap jika kadar gula tinggi melebihi normal berarti terkena diabetes. Padahal, ada kondisi yang disebut prediabetes. Prediabetes dan diabetes adalah dua kondisi yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah di atas normal. Lalu apa bedanya? Mari kita pahami bersama di artikel ini!
Perbedaan Prediabetes dan Diabetes
Prediabetes adalah kondisi ketika kadar gula darah seseorang sudah lebih tinggi dari normal, tetapi belum cukup tinggi untuk dikategorikan sebagai diabetes. Prediabetes bisa dianggap sebagai peringatan dini bahwa tubuh mulai mengalami gangguan dalam mengatur kadar gula darah. Jika tidak ditangani, prediabetes berisiko berkembang menjadi diabetes tipe 2 dalam beberapa bulan atau tahun.
Sementara itu, diabetes adalah penyakit kronis yang ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi karena gangguan insulin, baik produksinya yang kurang, atau terjadi resistensi insulin.
Perbedaan utama prediabetes dan diabetes adalah kadar gula darahnya, seperti yang tercantum pada tabel berikut:
| Gula Darah Puasa (mg/dL) | Gula Darah 2 Jam Setelah Makan (mg/dL) | |
| Normal | 70-99 | 70-139 |
| Prediabetes | 100-125 | 140-199 |
| Diabetes | 126 ke atas | 200 ke atas |
Prediabetes tidak selalu menimbulkan gejala. Jika muncul gejala, maka gejala tersebut diakibatkan oleh kadar gula darah yang tinggi terus menerus, yaitu mudah lelah, sering lapar, sering haus, dan sering kencing.
Sedangkan, pada penderita diabetes gejala bisa muncul akibat hiperglikemia jangka panjang serta gejala lain jika terjadi komplikasi. Beberapa gejala yang bisa dialami penderita diabetes adalah:
- Sering buang air kecil, terutama malam hari
- Cepat haus dan lapar
- Berat badan turun tanpa sebab
- Luka yang lama sembuh
- Penglihatan kabur
- Kesemutan di tangan atau kaki
Banyak orang dengan prediabetes dan diabetes tipe 2 tidak menyadari gejala-gejala tersebut hingga kadar gula darah sudah sangat tinggi dan terjadi komplikasi. Oleh karena itu, pemeriksaan rutin penting dilakukan untuk deteksi dini. Seperti MCU diabetes/pemeriksaan gula darah.
Harus ke Dokter Apa Jika Mengalami Diabetes atau Prediabetes?
Jika kamu mengalami prediabetes atau diabetes, maka sebaiknya segera konsultasi dengan dokter. Beberapa dokter yang bisa dikunjungi adalah:
1. Dokter Umum
Jika baru pertama kali mengetahui hasil gula darah tinggi, kamu bisa mulai dengan berkonsultasi ke dokter umum di fasilitas kesehatan tingkat primer. Dokter akan membantu menilai apakah kadar gula darah tersebut termasuk prediabetes atau diabetes.
Dokter umum juga bisa memberikan saran awal mengenai pola makan, aktivitas fisik, dan gaya hidup yang perlu diubah. Jika diperlukan, dokter umum juga dapat memberikan rujukan ke dokter spesialis untuk penanganan lebih lanjut.
2. Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Jika mengalami kadar gula darah tinggi dan tidak kunjung membaik meski sudah menjalani pola hidup sehat, maka sebaiknya kamu berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam, khususnya subspesialis endokrin, metabolik, dan diabetes.
Dokter spesialis penyakit dalam akan melakukan beberapa pemeriksaan seperti mengevaluasi kadar gula darah dan HbA1c, serta memantau kemungkinan komplikasi seperti gangguan ginjal, saraf, jantung, dan penglihatan. Kemudian dokter akan memberikan obat-obatan sesuai dengan kadar gula darah dan kondisi kesehatan secara keseluruhan.
3. Dokter Spesialis Gizi Klinik
Selain dengan obat-obatan, pengaturan asupan makanan juga menjadi kunci utama dalam mengontrol kadar gula darah. Dokter spesialis gizi klinik dapat membantu menyusun rencana diet untuk menurunkan kadar gula darah.
Kebutuhan kalori akan dihitung berdasarkan berat badan, aktivitas fisik, usia, jenis kelamin, serta kondisi kesehatan lainnya. Dengan pemantauan oleh dokter gizi, kamu dapat menjaga pola makan yang seimbang sesuai dengan kebutuhan.
4. Dokter Spesialis Mata
Diabetes dapat memengaruhi kesehatan mata, terutama retina. Kadar gula darah tinggi yang berlangsung lama bisa menyebabkan kerusakan pembuluh darah di retina atau disebut retinopati diabetik.
Karena itu, penderita diabetes perlu rutin memeriksakan mata ke dokter spesialis mata, terutama bila muncul gejala seperti pandangan kabur, penurunan ketajaman penglihatan, atau muncul bayangan titik-titik di lapang pandang. Bila tidak segera ditangani, kondisi ini bisa berujung pada kebutaan.
5. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit jantung koroner karena kadar gula darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah jantung. Oleh sebab itu, konsultasi ke dokter spesialis jantung dan pembuluh darah sangat disarankan, terutama bagi pasien yang juga memiliki tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, atau sering merasakan nyeri dada.
6. Dokter Spesialis Saraf
Kadar gula darah yang tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan saraf atau neuropati diabetik. Gejalanya meliputi kesemutan, rasa terbakar, nyeri, atau mati rasa pada tangan dan kaki.
Dokter spesialis saraf berperan dalam menilai tingkat kerusakan saraf dan memberikan terapi untuk mengurangi gejala serta membantu memulihkan fungsi saraf yang terganggu.
7. Dokter Spesialis Bedah
Jika pasien mengalami luka pada kaki atau bagian tubuh lain yang sulit sembuh, terutama pada penderita diabetes, maka dokter spesialis bedah berperan penting dalam perawatan luka tersebut. Tindakan medis bisa berupa pembersihan luka (debridement), pengangkatan jaringan mati, hingga amputasi bila sudah terjadi gangren.
Konsultasi dan Pemantauan Diabetes/Prediabetes di Primecare Clinic
Primecare Clinic menyediakan layanan pemantauan, termasuk CGM dan pengelolaan gula darah bersama dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Segera periksa dan konsultasikan kadar gula darah sejak dini sebelum gejala muncul. Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.
Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes, termasuk pemantauan CGM, edukasi gizi, dan pendampingan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


