6 Perbedaan Diabetes dan Gula Darah Tinggi

October 24, 2025 by Primecare Clinic
942-1-1-1200x800.webp

Banyak orang sering mengira bahwa gula darah tinggi dan diabetes adalah hal yang sama. Kedua kondisi tersebut memang saling berkaitan, tetapi sebenarnya adalah kondisi yang berbeda. 

Gula darah tinggi atau disebut juga hiperglikemia bisa menjadi tanda awal dari diabetes, tetapi tidak semua orang yang mengalami gula darah tinggi langsung dikategorikan sebagai penderita diabetes.

Apa perbedaan gula darah tinggi dan diabetes? Yuk, pahami di artikel ini. 

Perbedaan Diabetes dan Gula Darah Tinggi

Gula darah tinggi (hiperglikemia) adalah kondisi ketika kadar glukosa darah meningkat di atas batas normal, yaitu di atas 140 mg/dL setelah makan atau di atas 125 mg/dL saat puasa.

Gula darah tinggi bisa terjadi sementara lalu kembali normal. Beberapa faktor yang bisa menyebabkan gula darah tinggi yaitu:

  • Mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat atau gula
  • Stres baik fisik maupun emosional
  • Kurang aktivitas fisik
  • Efek samping obat tertentu, misalnya kortikosteroid
  • Penyakit akut seperti infeksi
  • Gangguan produksi insulin dan resistensi insulin. 

Gula darah tinggi bukanlah suatu penyakit, tetapi merupakan gejala atau tanda adanya gangguan metabolisme glukosa. Jika berlangsung terus-menerus tanpa penanganan, hiperglikemia dapat berkembang menjadi diabetes. Pernah mengalami gula darah tinggi juga merupakan faktor risiko diabetes.

Berbeda dengan gula darah tinggi yang biasanya bersifat sementara, diabetes melitus adalah penyakit kronis yang ditandai oleh tingginya kadar gula darah akibat gangguan produksi insulin pada DM tipe 1 dan resistensi insulin pada DM tipe 2.

Diagnosis diabetes ditegakkan bila kadar glukosa darah puasa ≥126 mg/dL, hasil tes HbA1c ≥6,5%, atau kadar gula darah sewaktu ≥200 mg/dL, serta bisa disertai gejala khas seperti sering buang air kecil, haus berlebih, dan penurunan berat badan tanpa sebab. 

Gula Darah TinggiDiabetes
Sifat kondisiSementara, bisa membaik dengan perubahan gaya hidup dan obatKronis, berlangsung lama dan memerlukan pengobatan jangka panjang
PenyebabPola makan tinggi gula, stres, infeksi, obat tertentu, gangguan insulinGangguan produksi insulin dan resistensi insulin
Kadar gula darahBiasanya hanya meningkat sesaat dan kembali normal setelah ditanganiBisa meningkat terus-menerus bila tidak dikontrol
GejalaLemas, sering haus, mudah lapar, tapi bisa hilang setelah memperbaiki pola hidup atau konsumsi obatSering buang air kecil, haus berlebihan, berat badan turun, lemas, luka sulit sembuh
PemeriksaanGula darah puasa, gula darah 2 jam setelah makanPemeriksaan gula darah puasa, HbA1c, dan tes toleransi glukosa
Risiko Jangka PanjangDapat berkembang menjadi diabetes jika tidak dikontrolKomplikasi dan kerusakan organ lain jika tidak dikontrol (mata, ginjal, jantung, saraf)

Jadi, diabetes dan gula darah tinggi adalah kondisi yang mirip dan bisa saling berkaitan. Seseorang bisa mengalami gula darah tinggi baik dengan diabetes atau tanpa diabetes. Jika tidak disebabkan oleh diabetes, kondisi gula darah tinggi hanya sementara dan bisa kembali normal.

Harus ke Dokter Apa Jika Mengalami Diabetes atau Gula Darah Tinggi? 

Jika kamu mempunyai kadar gula darah tinggi atau baru didiagnosis diabetes, maka kamu bisa ke beberapa dokter berikut untuk konsultasi:

1. Dokter Umum

Untuk konsultasi awal, pasien bisa konsultasi ke dokter umum di fasilitas kesehatan primer. Dokter umum akan melakukan pemeriksaan dasar, misalnya memeriksa ulang kadar gula, apakah masih tinggi atau tidak.

Dari hasil tersebut, dokter akan menentukan apakah peningkatan gula darah bersifat sementara atau sudah mengarah ke diabetes. Selain pemeriksaan, dokter umum juga bisa memberikan saran awal seperti mengatur pola makan, meningkatkan aktivitas fisik, serta mengelola stres dan waktu tidur.

Bila kadar gula darah tetap tinggi atau disertai gejala khas diabetes, dokter umum akan merujuk ke dokter spesialis penyakit dalam.

2. Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Jika ingin langsung berkonsultasi dengan dokter spesialis, pasien bisa ke dokter spesialis penyakit dalam. Di sini, biasanya dokter akan memeriksa kondisi pasien secara menyeluruh, termasuk menilai apakah sudah terjadi komplikasi. 

Dokter akan menentukan pengobatan yang sesuai, serta memantau efek obat terhadap kadar gula darah. Pasien harus rutin kontrol agar kadar gula darah tetap stabil dan komplikasi dapat dicegah sedini mungkin.

3. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin Metabolik Diabetes

Bila kondisi pasien tidak mengalami perbaikan setelah pengobatan selama 3 bulan atau lebih, serta mengalami komplikasi misalnya ketoasidosis atau Hyperglycemic Hyperosmolar State (HHS), pasien bisa dirujuk ke dokter Spesialis penyakit dalam sub endokrin metabolik diabetes. Dokter ini memiliki keahlian di bidang hormon dan metabolisme tubuh.

4. Dokter Spesialis Gizi Klinik

Peran dokter spesialis gizi klinik sangat penting dalam pengelolaan diabetes karena makanan memiliki pengaruh besar terhadap kadar gula darah. Dokter spesialis gizi klinik akan membantu pasien menentukan kebutuhan kalori harian berdasarkan berat badan, usia, aktivitas, dan kondisi kesehatan. Pasien akan diberikan rekomendasi diet dengan porsi karbohidrat, protein, dan lemak yang sesuai. 

5. Dokter Spesialis Mata

Mata adalah salah satu organ yang bisa terdampak oleh diabetes. Gula darah yang terus-menerus tinggi dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah di retina mata. Hal ini menyebabkan komplikasi yang disebut retinopati diabetik. 

Karena itu, penderita diabetes perlu konsultasi ke dokter spesialis mata untuk memeriksa kondisi mata, khususnya retina. Gejala retinopati diabetik yang bisa dialami pasien antara lain penurunan tajam penglihatan, pandangan kabur, serta muncul bayangan titik-titik dalam pandangan. Jika komplikasi ini tidak ditangani bisa menyebabkan kebutaan. 

6. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah

Diabetes meningkatkan risiko penyakit jantung koroner. Gula darah tinggi dalam jangka panjang dapat memicu kerusakan pembuluh darah di jantung. Oleh karena itu, pasien dengan kadar gula darah tinggi perlu periksa ke dokter jantung, terutama bila memiliki riwayat tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi atau mengalami gejala nyeri dada. 

7. Dokter Spesialis Saraf

Kadar gula darah yang tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat merusak saraf, kondisi ini disebut neuropati diabetik. Gejalanya berupa kesemutan, rasa terbakar, nyeri, atau mati rasa. Dokter saraf akan membantu mengevaluasi tingkat kerusakan saraf dan memberikan pengobatan untuk mengurangi nyeri serta memperbaiki fungsi saraf. Jadi, penderita diabetes bisa ke dokter saraf jika mengalami gejala ini.

8. Dokter Spesialis Bedah

Jika pasien diabetes mengalami luka pada kaki atau bagian tubuh lain yang sulit sembuh, maka dokter bedah berperan dalam penanganannya. Tindakan yang dilakukan tergantung pada kondisi lukanya.

Dokter bedah mungkin akan melakukan pembersihan luka (debridement), mengangkat jaringan mati, atau amputasi jika sudah terjadi gangrene. 

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic!

Pemantauan gula darah berkelanjutan akan bermanfaat secara optimal jika disertai pendampingan dan edukasi dari tenaga medis yang berpengalaman.

Mulailah memahami pola gula darahmu lebih awal sebelum gejala muncul, cegah komplikasi sedini mungkin, dan nikmati hidup yang lebih sehat, aman, serta terkontrol bersama Primecare Clinic.

Primecare Clinic menyediakan layanan pemantauan, termasuk CGM dan pengelolaan gula darah bersama dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Segera periksa dan konsultasikan kadar gula darah sejak dini sebelum gejala muncul. Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes, termasuk pemantauan CGM, edukasi gizi, dan pendampingan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan Anda seperti menurunkan HbA1C.

Klik tautan ini untuk mengetahui lebih lanjut tentang program manajemen diabetes dan layanan CGM di Primecare Clinic!

primecare

Jakarta Panglima Polim

Jl. Panglima Polim IX No.16, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan

Jakarta Tebet

Jl. Tebet Barat Dalam II No.46 14, Tebet Barat, Kota Jakarta Selatan

Samarinda

Jl. Muso Salim No.28, Karang Mumus, Kota Samarinda


Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.



Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.