Diet OMAD: Apa Itu, Cara Kerja, Manfaat, dan Risikonya?

Diet OMAD (One Meal a Day) merupakan salah satu pola makan yang cukup populer dalam program penurunan berat badan. Sesuai namanya, pola makan ini membatasi waktu makan sehingga seseorang hanya mengonsumsi makanan utama satu kali dalam sehari, sedangkan pada waktu lainnya berpuasa.
OMAD merupakan salah satu bentuk intermittent fasting yang lebih ketat. Meskipun dapat membantu sebagian orang mengurangi asupan kalori, OMAD tidak selalu cocok untuk semua orang dan belum memiliki bukti yang cukup untuk menunjukkan bahwa pola ini lebih efektif dibandingkan metode penurunan berat badan lainnya.
Lalu, bagaimana sebenarnya diet OMAD bekerja dan apa saja manfaat serta risikonya?
Berikut penjelasan lengkapnya.
Apa Itu Diet OMAD?
OMAD (One Meal a Day) adalah pola makan yang membatasi konsumsi makanan menjadi satu kali makan dalam sehari, dengan periode tidak makan yang jauh lebih panjang dibandingkan pola makan biasa.
Misalnya, seseorang memilih makan pada pukul 18.00–19.00, kemudian tidak mengonsumsi makanan berkalori hingga waktu makan berikutnya pada hari berikutnya.
Selama periode puasa, seseorang umumnya mengonsumsi minuman tanpa kalori, seperti air putih. Namun, aturan OMAD dapat berbeda-beda tergantung pendekatan yang digunakan.
OMAD pada dasarnya merupakan bentuk intermittent fasting yang lebih ekstrem karena jendela makan sangat singkat.
Apa Perbedaan Diet OMAD dengan Intermittent Fasting Biasa?
Intermittent fasting (IF) merupakan istilah yang lebih luas untuk pola makan yang mengatur periode makan dan puasa.
Salah satu contoh yang populer adalah metode 16:8, yaitu berpuasa selama sekitar 16 jam dan memiliki waktu makan selama 8 jam.
Sementara itu, pada OMAD, waktu makan biasanya hanya sekitar satu kali makan dalam sehari, sehingga periode puasanya jauh lebih panjang.
Perbedaannya dapat digambarkan sebagai berikut:
Intermittent fasting 16:8
- Puasa sekitar 16 jam.
- Makan dalam jendela waktu sekitar 8 jam.
- Masih memungkinkan konsumsi beberapa kali makan dalam jendela tersebut.
OMAD
- Hanya satu kali makan utama dalam sehari.
- Periode puasa jauh lebih panjang.
- Lebih ketat dalam membatasi waktu makan.
Dengan demikian, OMAD merupakan salah satu bentuk intermittent fasting, tetapi tidak semua intermittent fasting merupakan OMAD.
Bagaimana Diet OMAD Membantu Membakar Lemak Tubuh?
Ketika tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dalam waktu tertentu, kadar insulin dan ketersediaan glukosa dari makanan dapat menurun. Tubuh kemudian lebih banyak menggunakan cadangan energi, termasuk lemak, sebagai sumber energi.
Inilah yang sering disebut sebagai proses fat burning selama periode puasa.
Namun, perlu dipahami bahwa pembakaran lemak selama puasa tidak otomatis berarti seseorang akan kehilangan lemak tubuh dalam jumlah besar.
Penurunan berat badan pada akhirnya tetap sangat dipengaruhi oleh keseimbangan energi. Jika jumlah kalori yang dikonsumsi selama satu kali makan masih sama atau bahkan lebih besar daripada kebutuhan tubuh, penurunan berat badan belum tentu terjadi.
Dengan kata lain, OMAD bukan berarti tubuh otomatis membakar lemak lebih banyak hanya karena seseorang makan satu kali sehari.
Penelitian mengenai intermittent fasting secara umum menunjukkan bahwa pola ini dapat membantu menurunkan berat badan pada sebagian orang, tetapi hasilnya tidak selalu lebih baik dibandingkan pembatasan kalori secara konvensional.
Apakah Ada Manfaat Diet OMAD bagi Kesehatan?
Karena OMAD merupakan salah satu bentuk intermittent fasting, beberapa manfaat yang mungkin diperoleh berkaitan dengan pengurangan asupan kalori dan perubahan pola makan.
1. Membantu menurunkan berat badan
Membatasi waktu makan dapat membuat sebagian orang lebih mudah mengurangi jumlah kalori yang dikonsumsi dalam sehari.
Namun, penelitian mengenai intermittent fasting menunjukkan bahwa efek penurunan berat badan umumnya tidak secara konsisten lebih unggul dibandingkan pola diet dengan pembatasan kalori biasa.
2. Membantu mengontrol gula darah
Beberapa bentuk intermittent fasting, terutama time-restricted eating, telah dikaitkan dengan perbaikan beberapa parameter metabolik, seperti gula darah dan insulin pada orang dengan overweight atau obesitas.
Namun, bukti tersebut tidak berarti bahwa OMAD secara khusus terbukti memberikan manfaat yang sama, karena sebagian besar penelitian dilakukan pada berbagai jenis intermittent fasting, bukan khusus OMAD.
3. Membantu membatasi frekuensi makan
Bagi sebagian orang, mengurangi frekuensi makan dapat membuat pola makan terasa lebih sederhana karena tidak perlu mengatur beberapa waktu makan dan camilan sepanjang hari.
Namun, pola ini tetap harus memastikan kebutuhan nutrisi dan energi tubuh terpenuhi.
Apa Risiko Kesehatan dan Efek Samping Diet OMAD?
Karena OMAD memiliki periode puasa yang panjang dan hanya memberikan satu kesempatan makan dalam sehari, pola ini dapat lebih sulit memenuhi kebutuhan energi dan gizi secara optimal.
Beberapa keluhan yang dapat muncul antara lain:
- Rasa lapar berlebihan.
- Sakit kepala.
- Pusing atau lemas.
- Sulit berkonsentrasi.
- Mual atau gangguan pencernaan.
- Kesulitan memenuhi kebutuhan protein, vitamin, mineral, dan zat gizi lainnya.
- Risiko kehilangan massa otot apabila asupan protein dan energi tidak mencukupi.
Pada sebagian orang, pembatasan makan yang terlalu ketat juga dapat menyebabkan makan berlebihan ketika memasuki waktu makan.
Penelitian mengenai intermittent fasting secara umum menunjukkan bahwa efek samping serius tidak selalu lebih banyak dibandingkan pola diet lainnya, tetapi keluhan seperti pusing dapat terjadi pada sebagian orang. Bukti mengenai keamanan dan efektivitas jangka panjang, terutama untuk pola yang sangat ketat seperti OMAD, masih terbatas.
Diet OMAD juga tidak dianjurkan untuk dilakukan sembarangan, terutama pada individu dengan kondisi medis tertentu, sedang menggunakan obat yang perlu dikonsumsi bersama makanan, ibu hamil atau menyusui, serta individu dengan riwayat gangguan makan.
Karena itu, jika ingin menggunakan OMAD sebagai bagian dari program penurunan berat badan, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga medis untuk memastikan pola tersebut sesuai dengan kondisi tubuh dan kebutuhan gizi Anda.
Jangan Diet Sembarangan
Jika ingin menurunkan berat badan, jangan diet sembarangan karena ada risiko kesehatan yang mengintai.
Lebih baik, turun berat badan dengan pendampingan tenaga keseahtan profesional.
Di Primecare Clinic Jakarta, tersedia program penurunan berat badan dengan pendampingan dokter spesialis gizi klinik. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!

