Apakah Anak Boleh Makan Sambil Nonton TV? Ini Jawabannya!

Banyak orang tua menggunakan televisi, tablet, atau ponsel agar anak mau menghabiskan makanannya. Cara ini memang sering terlihat efektif dalam jangka pendek. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan makan sambil menatap layar (screen time) dapat berdampak pada pola makan, perkembangan kemampuan mengatur rasa lapar dan kenyang, hingga risiko obesitas pada anak.
Jadi, apakah anak boleh makan sambil nonton TV?
Apakah anak boleh makan sambil nonton TV?
Secara garis besar, anak makan sambil nonton TV / layar elektronik lainnya tidak dianjurkan, terutama jika dilakukan sebagai kebiasaan sehari-hari. Organisasi seperti American Academy of Pediatrics (AAP) dan World Health Organization (WHO) menganjurkan agar waktu makan menjadi momen tanpa layar (screen-free meals). Anak sebaiknya fokus pada makanan, anggota keluarga yang sedang makan bersama, dan belajar mengenali rasa lapar maupun kenyang.
Sesekali makan sambil menonton televisi saat acara khusus tentu tidak akan langsung menyebabkan masalah. Namun apabila dilakukan setiap hari, kebiasaan ini dapat mempengaruhi pola makan dan kesehatan anak dalam jangka panjang.
Mengapa Kebiasaan Anak Makan Sambil Nonton TV sering terjadi?
Penyebab kebiasaan ini sangat umum ditemukan tak lain adalah :
1. Anak Lebih Mudah Duduk Tenang
Banyak anak aktif sulit duduk diam selama waktu makan. Tayangan televisi membuat perhatian anak teralihkan sehingga orang tua merasa proses makan menjadi lebih mudah.
2. Orang Tua Ingin Anak Cepat Menghabiskan Makanan
Sebagian orang tua khawatir anak makan terlalu sedikit sehingga menggunakan TV sebagai “alat bantu” agar anak membuka mulut tanpa banyak penolakan.
3. Jadwal Orang Tua yang Sibuk
Ketika orang tua memiliki waktu terbatas, memberikan tontonan sering dianggap sebagai solusi praktis agar waktu makan berlangsung lebih cepat.
4. Sudah Menjadi Kebiasaan di Rumah
Anak belajar dari lingkungan. Jika seluruh anggota keluarga terbiasa makan sambil menonton televisi, anak akan menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang normal.
Dampak Negatif Makan Sambil Menatap Layar seperti nonton TV
1. Anak Tidak Mengenali Rasa Lapar dan Kenyang
Saat perhatian terfokus pada layar, otak kurang memperhatikan sinyal kenyang dari tubuh. Akibatnya anak dapat makan terlalu banyak atau justru makan tanpa menikmati makanan.
Kemampuan mengenali rasa lapar dan kenyang (responsive eating) merupakan dasar penting dalam pembentukan kebiasaan makan sehat.
2. Risiko Obesitas Meningkat
Durasi screen time yang tinggi berkaitan dengan peningkatan risiko overweight dan obesitas pada anak.
Hal ini disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor:
- makan lebih banyak tanpa sadar
- lebih sering mengonsumsi makanan tinggi kalori
- aktivitas fisik berkurang
- paparan iklan makanan tidak sehat
3. Pola Makan Menjadi Kurang Sehat
Anak yang sering makan sambil menonton televisi cenderung:
- lebih sedikit makan buah dan sayur
- lebih sering mengkonsumsi makanan cepat saji
- lebih banyak mengonsumsi minuman manis
- lebih sering memilih camilan tinggi gula dan garam
4. Mengganggu Interaksi Keluarga
Waktu makan sebenarnya merupakan kesempatan bagi anak belajar berbicara, berkomunikasi, dan membangun hubungan dengan keluarga.
Ketika televisi menyala, interaksi ini menjadi jauh berkurang.
5. Anak Menjadi Bergantung pada Screen Time Saat Makan
Sebagian anak akhirnya menolak makan apabila televisi dimatikan.
Jika sudah terbentuk kebiasaan seperti ini, proses mengubahnya akan membutuhkan waktu dan konsistensi dari seluruh anggota keluarga.
Tips Menghentikan atau Mengurangi Kebiasaan Anak Makan Sambil Nonton TV
Menghilangkan kebiasaan ini tidak harus dilakukan secara mendadak. Orang tua dapat melakukannya secara bertahap.Bisa dimulai dari :
1. Tetapkan Area Makan Bebas Layar
Jadikan meja makan sebagai zona tanpa televisi, ponsel, maupun tablet.
2. Bangun Rutinitas Makan
Usahakan anak makan pada jam yang relatif sama setiap hari.
Rutinitas membantu anak memahami kapan waktunya makan dan mengurangi keinginan mencari distraksi.
3. Libatkan Anak Saat Makan
Ajak anak berbicara mengenai:
- rasa makanan
- warna makanan
- tekstur makanan
- aktivitas yang dilakukan hari itu
Percakapan sederhana dapat membuat waktu makan menjadi lebih menyenangkan daripada menonton televisi.
4. Hindari Memaksa Anak Menghabiskan Makanan
Memaksa anak makan justru dapat membuat pengalaman makan menjadi tidak menyenangkan. Biarkan anak belajar mengenali rasa lapar dan kenyangnya sendiri, selama pertumbuhan tetap sesuai.
5. Berikan Contoh yang Baik
Anak adalah peniru yang sangat baik.Jika orang tua juga meletakkan ponsel saat makan dan fokus berinteraksi dengan keluarga, anak lebih mudah mengikuti kebiasaan tersebut.
Cara Menerapkan Feeding Rules yang Benar
Salah satu prinsip yang banyak direkomendasikan dalam ilmu nutrisi anak adalah Division of Responsibility in Feeding yang dikembangkan oleh ahli gizi anak Ellyn Satter.
Prinsip ini membagi tanggung jawab antara orang tua dan anak.
1. Tugas Orang Tua
Orang tua menentukan:
- apa yang disajikan
- kapan waktu makan
- di mana anak makan
Orang tua juga bertugas menyediakan makanan bergizi dalam suasana makan yang nyaman tanpa distraksi layar.
2. Tugas Anak
Anak menentukan:
- apakah ingin makan
- berapa banyak makanan yang ingin dihabiskan
Dengan cara ini, anak belajar mengenali rasa lapar dan kenyang secara alami.
Pendekatan ini terbukti membantu membangun hubungan yang sehat dengan makanan serta mengurangi konflik saat makan.
3. Terapkan Jadwal Makan Teratur
Idealnya terdiri atas:
- 3 kali makan utama
- 2–3 kali camilan sehat
- hindari ngemil terus-menerus sepanjang hari
4. Batasi Durasi Makan
Waktu makan sekitar 20–30 menit umumnya sudah cukup.
Apabila anak tidak mau makan setelah waktu tersebut, hindari mengejar anak sambil membawa makanan.
Kapan harus ke dokter spesialis anak atau psikolog anak terkait kebiasaan makan anak?
Segera ke dokter spesialis anak jika:
- berat badan tidak naik atau justru turun
- tinggi badan tidak bertambah sesuai kurva pertumbuhan (cek di kalkulator gizi anak berikut untuk estimasi)
- anak hanya mau makan sangat sedikit jenis makanan
- sering tersedak atau sulit menelan
- muntah berulang saat makan
- dicurigai memiliki alergi makanan atau gangguan saluran cerna
- terjadi defisiensi zat besi atau kekurangan gizi
Terapkan Aturan dan Jadi Teladan untuk Anak
Jika ingin mengurangi kebiasaan anak yang menonton TV sambil makan komunikasikan dan buat aturan bersama anak untuk makan tidak sambil nonton TV. Orang tua juga bisa berperan menjadi teladan seperti tidak ikut nonton TV saat makan.
Jika anak kesulitan makan baik itu secara fisiologis atau psikis, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak dan psikolog anak.
Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tersedia dokter spesialis anak dan psikolog anak. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!

