Apakah Penderita Diabetes Boleh Makan Sukralosa? Ini Jawabannya!

Bagi penderita diabetes, memilih pemanis yang tepat sangat penting untuk menjaga kadar gula darah. Salah satu yang sering dipertanyakan adalah sukralosa, pemanis buatan yang umum digunakan sebagai pengganti gula.
Berbeda dengan sukrosa, sukralosa tidak mengandung kalori dan tidak menaikkan kadar gula darah, sehingga umumnya aman untuk dikonsumsi.
Meski demikian, penggunaan berlebihan tetap tidak disarankan, karena beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi pemanis buatan dalam jangka panjang memiliki efek samping bagi kesehatan.
Sukralosa sebagai Pemanis Alternatif bagi Penderita Diabetes
Sukralosa menjadi salah satu pilihan pemanis alternatif yang populer karena manisnya mirip gula biasa, namun tidak menambah kalori. Pemanis ini aman digunakan oleh penderita diabetes karena tidak menyebabkan lonjakan gula darah, sehingga bisa membantu menjaga kestabilan kadar glukosa.
Selain itu, sukralosa memiliki keunggulan praktis karena tahan terhadap panas, sehingga dapat digunakan dalam memasak maupun membuat minuman panas tanpa kehilangan rasa manisnya.
Jika digunakan dengan tepat, sukralosa memungkinkan penderita diabetes tetap menikmati rasa manis dalam makanan atau minuman tanpa menimbulkan risiko berlebihan terhadap kesehatan.
Cara Mengonsumsi Sukralosa bagi Penderita Diabetes
Untuk menggunakan sukralosa dengan aman dan tetap mendapat manfaatnya, ada beberapa hal penting yang sebaiknya diperhatikan:
1. Batasi Jumlah
Gunakan sukralosa secukupnya, misalnya hanya untuk memberi sedikit rasa manis pada kopi, teh, atau camilan. Batasi jumlahnya agar keinginan untuk mengonsumsi makanan manis lain tetap terkendali, sehingga pola makan lebih seimbang dan gula darah tidak mudah naik.
2. Perhatikan Tubuh
Amati bagaimana tubuh merespons sukralosa. Beberapa orang mungkin mengalami gangguan pencernaan. Jika muncul ketidaknyamanan, sebaiknya kurangi jumlah atau hentikan penggunaannya sementara.
Kapan Penderita Diabetes Harus ke Dokter?
Penderita diabetes sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter jika kadar gula darah sering tidak stabil meski sudah mengatur makanan dan pemanis, atau muncul gejala seperti sering haus, sering buang air kecil, lelah, atau pusing.
Konsultasi bisa dilakukan dengan dokter spesialis penyakit dalam (Sp.PD) untuk mengevaluasi gula darah dan pengaturan obat, serta dokter gizi klinik (Sp.GK) untuk mendapatkan panduan pola makan dan penggunaan pemanis alternatif agar tetap aman bagi kadar gula darah.
Konsultasi dan Pemantauan Diabetes di Primecare Clinic
Primecare Clinic menyediakan layanan pemantauan, termasuk CGM dan pengelolaan gula darah bersama dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Segera periksa dan konsultasikan kadar gula darah sejak dini sebelum gejala muncul. Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.
Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes, termasuk pemantauan CGM, edukasi gizi, dan pendampingan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan Anda seperti menurunkan HbA1C. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!


