Perbedaan Air Mani dan Keputihan – Tidak hanya Beda Warna!

Air mani muncul ketika terdapat rangsangan seksual atau orgasme, sedangkan keputihan bisa keluar pada kondisi normal atau menandakan adanya penyakit tertentu.
Untuk membedakannya, kita bisa melihat ciri-ciri dari masing-masing air mani dan keputihan, di antaranya:
Perbedaan Air Mani dan Keputihan Berdasarkan Karakteristik
| Karakteristik | Air mani | Keputihan |
| Komposisi biologis |
|
|
| Tekstur | Kental, lebih padat, warna bening, biasanya dipengaruhi oleh komposisinya | Normalnya bisa kental atau lebih cair, warna bening atau putih, serta dipengaruhi siklus menstruasi bulanan pada perempuan |
| Bau | Umumnya tidak berbau, pada sebagian orang ada aroma khas seperti putih telur atau mayang kurma | Pada kondisi normal/sehat, tidak berbau. Bila ada bau busuk kemungkinan terdapat infeksi |
| Kadar pH air | Netral-basa (6-7,5), diduga untuk menetralkan lingkungan sekitar vagina untuk menyesuaikan dengan sperma yang masuk yang sifatnya lebih basa ketika berhubungan intim | Lebih asam (3,8-5), berfungsi untuk melindungi dinding vagina dari patogen penyebab infeksi |
Cara Membedakan Cairan Ejakulasi Pria dan Cairan Lubrikasi Wanita saat Berhubungan Seksual
Cairan ejakulasi pria dan cairan lubrikasi wanita dapat dibedakan dari warna, konsistensi, aroma, serta proses & waktu cairan tersebut keluar ketika berhubungan intim.
| Karakteristik | Cairan Ejakulasi Pria | Cairan Lubrikasi Wanita |
| Warna | Berwarna putih, keputihan, atau sedikit kekuningan/keabuan. | Umumnya bening atau transparan. |
| Konsistensi | Cenderung kental saat pertama kali keluar, namun bisa mencair atau menjadi lebih encer setelah beberapa saat terpapar udara. Terasa lengket jika dipegang. | Encer, sangat licin, dan tidak sekental atau lengket seperti air mani. |
| Aroma | Memiliki aroma khas yang agak pekat (sering digambarkan mirip bunga akasia). | Hampir tidak berbau |
| Proses keluar | Keluar dari penis dan dipicu oleh puncak rangsangan seksual atau orgasme (ejakulasi) dengan sensasi menyemprot | Diproduksi oleh kelenjar Bartholin dan dinding vagina saat wanita mulai terangsang secara seksual untuk mempermudah penetrasi, bukan pada saat klimaks |
Indikator Abnormalitas Cairan yang Menandakan Infeksi Menular Seksual
Kelainan yang dapat ditemukan pada cairan yang bisa menandakan infeksi menular seksual (IMS) bisa dilihat dari perubahan jumlah, bau, warna, konsistensi, disertai gejala seperti rasa panas, nyeri dan gatal.
Berikut adalah indikator cairan beserta tanda dan gejala adanya IMS yang paling sering terjadi baik pada pria maupun wanita:
| Indikator | Penyakit IMS pada Pria | ||
| Gonore | Chlamydia | Herpes | |
| Penyebab | Bakteri: Neisseria gonorrhea | Bakteri: Chlamydia trachomatis | Virus: Herpes simplex virus (HSV), jenis HSV-1 atau HSV-2 |
| Tanda dan gejala | Keluarnya cairan berwarna putih, kuning, atau hijau dari penis, rasa panas saat buang air kecil, dan/atau nyeri atau pembengkakan pada testis | Cairan dapat berwarna putih atau bening, lebih encer, kadang-kadang seperti berbusa, bau bisa beragam (bisa bau amis atau tidak ada bau sama sekali), sering disebut dengan ‘silent infection’ karena banyak pasien tidak merasakan adanya gejala, tapi kadang bisa disertai nyeri saat BAK dan testis bengkak | Cairan kental dan bening, putih, atau keruh yang muncul di lubang ujung penis, serta berbau tajam dan amis, dapat bercampur dengan urin dan/atau darah. Gejala disertai dengan adanya luka yang sangat kecil, keras, dan tidak nyeri di tempat bakteri masuk ke dalam tubuh, yaitu di penis, anus, atau bibir dengan pembesaran kelenjar limfa di sekitar luka tersebut; demam, nyeri di seluruh badan |
| Risiko komplikasi | Nyeri pada alat kelamin pria, bisa menyebabkan kemandulan | Epididimitis (pembengkakan saluran testis pada pria), kemandulan | Peningkatan risiko infeksi HIV dan infeksi sifilis menyebar ke seluruh bagian tubuh (mata, saraf) |
| Indikator | Penyakit IMS pada Wanita | ||
| Bacterial Vaginosis | Vulvovaginal Candidiasis | Trichomoniasis | |
| Penyebab | Bakteri anaerobik (Prevotella, Mobiluncus, Gardnerella vaginalis, Ureaplasma, Mycoplasma | Jamur (Candida albicans, Candida krusei, Candida glabrata) | Parasit: Trichomonas vaginalis |
| Tanda dan gejala | Bau amis/aroma tidak sedap, cairan vagina berwarna bening, putih, atau abu-abu yang mungkin bertambah parah setelah berhubungan seksual, dapat disertai rasa tidak nyaman di area panggul, pH cairan > 4,5, tidak tampak tanda inflamasi/peradangan | Tidak berbau, keputihan berwarna putih, kental, dan menggumpal (seperti keju atau dadih), terasa gatal atau perih pada vulva, tanda-tanda peradangan (+): eritema dan edema vulva, pH cairan 4 | Cairan vagina berwarna hijau atau kuning dan berbuih; bau tidak sedap; nyeri saat berhubungan seksual, rasa nyeri atau perih pada vagina, disuria, tanda-tanda peradangan, tanda khas strawberry cervix, pH cairan vagina sekitar 5-6 |
| Risiko komplikasi | Peningkatan risiko infeksi HIV, gonore, klamidia, dan herpes. | Vulvodynia/rasa nyeri kronis pada vulva | Peningkatan risiko infeksi HIV, peningkatan risiko persalinan prematur. Perlu dilakukan skrining untuk infeksi menular seksual lainnya. |
Air Mani dan Keputihan itu Berbeda
Jadi, air mani dan keputihan itu berbeda, baik itu secara kasat mata atau pun yang hanya bisa dilihat dari tes laboratorium.
Apakah Anda masih kesulitan untuk memahami perbedannya?

