Vaksin HPV untuk Pria: Manfaat, Usia Ideal, Dosis, dan Efek Samping

November 4, 2026 by Primecare Clinic
2148781163-_1_-1200x675.webp

Selama ini, vaksin HPV lebih sering dikenal sebagai vaksin untuk mencegah kanker serviks pada perempuan. Padahal, vaksin HPV juga penting untuk pria karena infeksi Human Papillomavirus (HPV) dapat menyebabkan kutil kelamin hingga beberapa jenis kanker, termasuk kanker penis, anus, dan orofaring atau area belakang tenggorokan.

Vaksinasi HPV merupakan salah satu langkah pencegahan yang dapat dilakukan sejak usia anak dan remaja, sebelum seseorang terpapar virus. Selain membantu melindungi kesehatan diri sendiri, vaksinasi HPV juga berperan dalam upaya mengurangi penyebaran infeksi HPV kepada pasangan.

Lantas, apakah pria perlu vaksin HPV? Berapa usia ideal untuk mendapatkannya, berapa dosis yang diperlukan, dan apakah vaksin HPV masih bermanfaat bagi pria dewasa? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Apa Itu Vaksin HPV?

Vaksin HPV adalah vaksin yang membantu sistem kekebalan tubuh membentuk perlindungan terhadap tipe Human Papillomavirus tertentu yang dapat menyebabkan penyakit.

HPV merupakan kelompok virus yang dapat menginfeksi kulit dan selaput lendir, termasuk area genital dan mulut. Penularannya dapat terjadi melalui kontak intim, termasuk aktivitas seksual vaginal, anal, dan oral.

Sebagian besar infeksi HPV dapat hilang dengan sendirinya berkat sistem kekebalan tubuh. Namun, sebagian infeksi dapat menetap dan menyebabkan masalah kesehatan, seperti kutil kelamin atau kanker setelah bertahun-tahun.

Vaksin HPV bekerja dengan mencegah infeksi baru dari tipe virus yang dicakup oleh vaksin. Vaksin ini tidak digunakan untuk mengobati infeksi HPV yang sudah terjadi maupun menyembuhkan penyakit akibat HPV.

Apakah pria Perlu Vaksin HPV?

Ya, pria dapat memperoleh manfaat dari vaksinasi HPV. Virus ini tidak hanya berhubungan dengan kanker serviks, tetapi juga dapat menyebabkan penyakit pada pria.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga telah memperluas program imunisasi HPV untuk anak pria di sejumlah wilayah pada 2026. Hal ini memperkuat pentingnya perlindungan terhadap HPV bagi kedua jenis kelamin.

Berikut beberapa alasan mengapa pria perlu mempertimbangkan vaksin HPV.

1. Mencegah Kutil Kelamin

Beberapa tipe HPV, terutama tipe 6 dan 11, dapat menyebabkan kutil kelamin atau kondiloma akuminata.

Kutil kelamin dapat muncul di penis, skrotum, selangkangan, atau sekitar anus. Kondisi ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, mengganggu aktivitas seksual, dan memerlukan penanganan medis.

Vaksin HPV yang mencakup tipe virus penyebab kutil kelamin dapat membantu menurunkan risiko terjadinya kondisi tersebut.

2. Mengurangi Risiko Kanker Penis

Infeksi menetap dari tipe HPV berisiko tinggi dapat berkontribusi terhadap terjadinya kanker penis. Meskipun kanker penis relatif jarang, penyakit ini dapat berdampak serius terhadap kesehatan dan kualitas hidup.

Vaksinasi HPV dapat membantu mencegah infeksi dari tipe HPV penyebab kanker yang dicakup oleh vaksin.

3. Membantu Mencegah Kanker Anus

HPV merupakan salah satu penyebab utama kanker anus. Infeksi HPV yang menetap dapat menyebabkan perubahan sel yang berkembang menjadi kanker.

Risiko penyakit terkait HPV dapat berbeda pada setiap individu. Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, termasuk orang dengan HIV, memiliki risiko lebih tinggi mengalami infeksi HPV persisten dan penyakit terkait HPV.

Vaksinasi dapat menjadi salah satu langkah pencegahan, sesuai dengan rekomendasi tenaga medis.

4. Membantu Mencegah Kanker Orofaring

Kanker orofaring merupakan kanker yang dapat terjadi di bagian belakang tenggorokan, termasuk amandel dan pangkal lidah. Sebagian kasus kanker ini berhubungan dengan infeksi HPV, khususnya HPV tipe 16.

Vaksinasi HPV dapat membantu mencegah infeksi dari tipe virus yang berkaitan dengan kanker tersebut.

5. Membantu Melindungi Pasangan

Pria yang terinfeksi HPV dapat menularkan virus kepada pasangan meskipun tidak mengalami gejala.

Dengan mencegah infeksi HPV baru, vaksinasi dapat membantu mengurangi risiko penularan tipe virus yang dicakup vaksin. Meski demikian, vaksinasi tidak menjamin seseorang bebas dari seluruh tipe HPV dan tidak menggantikan upaya pencegahan infeksi menular seksual lainnya.

Kapan Pria Sebaiknya Mendapatkan Vaksin HPV?

Vaksin HPV paling optimal diberikan sebelum seseorang terpapar virus, sehingga vaksinasi sejak usia anak atau remaja sangat dianjurkan.

Vaksin HPV untuk Anak Laki-Laki Usia 9–14 Tahun

Usia anak dan remaja merupakan periode yang baik untuk mendapatkan vaksin HPV karena respons kekebalan tubuh umumnya baik dan vaksin dapat diberikan sebelum paparan HPV melalui aktivitas seksual.

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan mulai memperluas program imunisasi HPV bagi anak pria usia sekitar 10–11 tahun atau kelas 5 SD di wilayah tertentu pada 2026.

Orang tua dapat menanyakan ketersediaan program imunisasi HPV kepada fasilitas kesehatan setempat.

Vaksin HPV untuk Remaja dan Pria Usia 15–26 Tahun

Pria yang belum mendapatkan vaksin HPV saat anak-anak tetap dapat mempertimbangkan vaksinasi pada usia remaja hingga dewasa muda.

Dalam rekomendasi CDC Amerika Serikat, vaksinasi kejar dianjurkan hingga usia 26 tahun bagi mereka yang belum mendapatkan vaksinasi secara memadai.

Manfaat vaksin tetap bergantung pada riwayat vaksinasi, kemungkinan paparan sebelumnya, tipe vaksin, dan kondisi kesehatan individu.

Vaksin HPV untuk pria Usia 27–45 Tahun

Pria berusia di atas 26 tahun masih dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai vaksin HPV.

Pada kelompok usia ini, vaksinasi tidak selalu diperlukan untuk semua orang karena manfaatnya dapat lebih kecil dibandingkan vaksinasi pada usia yang lebih muda. Namun, sebagian orang dewasa mungkin masih memperoleh manfaat, terutama jika berisiko mengalami paparan HPV baru.

Dokter akan mempertimbangkan riwayat vaksinasi, riwayat kesehatan, kemungkinan paparan, dan potensi manfaat vaksinasi sebelum memberikan rekomendasi.

Berapa Dosis Vaksin HPV untuk Pria?

Jumlah dosis vaksin HPV ditentukan berdasarkan usia saat dosis pertama diberikan, kondisi sistem kekebalan tubuh, jenis vaksin, serta pedoman yang berlaku.

Secara umum, jadwal vaksinasi yang digunakan dalam berbagai pedoman adalah sebagai berikut:

KelompokJadwal yang umum digunakan
Usia 9–14 tahunUmumnya 2 dosis, dengan jarak 6–12 bulan pada pedoman CDC; skema satu dosis juga direkomendasikan WHO untuk kelompok usia tertentu
Usia 15–26 tahunUmumnya 3 dosis jika memulai vaksinasi pada usia 15 tahun atau lebih menurut pedoman CDC
Usia 27–45 tahunPerlu penilaian dokter; bila vaksinasi diputuskan, jadwal ditentukan sesuai jenis vaksin dan pedoman yang berlaku
Sistem kekebalan tubuh lemahUmumnya memerlukan 3 dosis menurut pedoman CDC untuk usia 9–26 tahun

Jadwal tersebut merupakan gambaran umum dan tidak otomatis berlaku untuk setiap produk vaksin atau kebijakan di Indonesia. Pastikan jumlah dosis dan intervalnya dikonfirmasi kepada dokter atau fasilitas kesehatan yang memberikan vaksin.

Penting: Jika seseorang sudah menerima vaksin HPV sebelumnya, jangan langsung mengulang seluruh rangkaian vaksinasi. Bawa catatan imunisasi agar tenaga medis dapat menentukan dosis lanjutan yang sesuai.

Jenis Vaksin HPV untuk pria

Vaksin HPV tersedia dalam beberapa jenis dengan cakupan tipe virus yang berbeda.

Vaksin HPV Kuadrivalen (4 Strain)

Vaksin kuadrivalen melindungi terhadap HPV tipe 6, 11, 16, dan 18.

Tipe 6 dan 11 berkaitan dengan sebagian besar kasus kutil kelamin, sedangkan tipe 16 dan 18 merupakan tipe berisiko tinggi yang berhubungan dengan berbagai kanker akibat HPV.

Vaksin HPV Nonavalen (9 Strain)

Vaksin nonavalen memberikan perlindungan terhadap sembilan tipe HPV, yaitu tipe 6, 11, 16, 18, 31, 33, 45, 52, dan 58.

Cakupan tipe virus yang lebih luas dapat memberikan perlindungan terhadap lebih banyak tipe HPV penyebab penyakit, termasuk beberapa tipe yang berhubungan dengan kanker.

Ketersediaan produk, indikasi penggunaan, batas usia, dan jadwal dosis dapat berbeda. Konsultasikan pilihan vaksin dengan dokter untuk memastikan kesesuaiannya dengan kebutuhan Anda.

Apakah Vaksin HPV Aman untuk pria?

Vaksin HPV telah digunakan secara luas dan memiliki profil keamanan yang baik berdasarkan penelitian dan pemantauan keamanan vaksin.

Efek samping yang umumnya muncul bersifat ringan dan sementara.

Efek Samping Vaksin HPV yang Umum

Beberapa efek samping yang dapat terjadi meliputi:

  • Nyeri, kemerahan, atau bengkak di area suntikan.
  • Sakit kepala.
  • Demam ringan.
  • Rasa lelah.
  • Pusing atau mual pada sebagian orang.

Keluhan tersebut umumnya membaik dengan sendirinya. Setelah vaksinasi, penerima vaksin dapat diminta menunggu sekitar 15 menit untuk mengantisipasi pusing atau pingsan yang terkadang terjadi setelah suntikan, terutama pada remaja.

Siapa pria yang Perlu Berkonsultasi Sebelum Vaksinasi HPV?

Sebelum menerima vaksin HPV, sampaikan kepada dokter apabila Anda:

  • Pernah mengalami reaksi alergi berat terhadap vaksin HPV atau komponen vaksin.
  • Sedang mengalami penyakit akut sedang hingga berat.
  • Memiliki gangguan sistem kekebalan tubuh atau sedang menjalani terapi yang memengaruhi kekebalan.

Dokter akan menilai apakah vaksin dapat diberikan saat itu atau perlu dijadwalkan kembali.

Apakah Pria yang Sudah Aktif Secara Seksual Masih Perlu Vaksin HPV?

Ya, vaksinasi masih dapat dipertimbangkan meskipun seseorang sudah aktif secara seksual.

Aktivitas seksual sebelumnya tidak berarti seseorang telah terpapar seluruh tipe HPV yang dicakup vaksin. Oleh karena itu, vaksin masih mungkin memberikan perlindungan terhadap tipe virus yang belum pernah menginfeksi individu tersebut.

Namun, vaksin tidak menghilangkan infeksi HPV yang sudah ada. Keputusan vaksinasi pada pria dewasa sebaiknya mempertimbangkan usia, riwayat vaksinasi, kondisi kesehatan, dan potensi manfaat perlindungan tambahan.

Apakah Vaksin HPV Bisa Menggantikan Penggunaan Kondom?

Tidak. Vaksin HPV dan kondom memiliki fungsi yang berbeda.

Vaksin HPV membantu mencegah infeksi dari tipe virus yang dicakup vaksin, sedangkan kondom dapat mengurangi risiko penularan berbagai infeksi menular seksual.

Namun, kondom tidak memberikan perlindungan penuh terhadap HPV karena virus dapat menular melalui kontak kulit pada area genital yang tidak tertutup kondom.

Karena itu, vaksinasi HPV tetap dapat menjadi langkah pencegahan tambahan meskipun seseorang menggunakan kondom.

Apakah Perlu Tes HPV Sebelum Vaksinasi?

Pada umumnya, tes HPV tidak diperlukan secara rutin sebelum seseorang menerima vaksin HPV.

Vaksinasi bertujuan mencegah infeksi baru, bukan mengobati infeksi yang sudah terjadi. Riwayat aktivitas seksual saja juga tidak otomatis mengharuskan seseorang menjalani tes HPV sebelum vaksinasi.

Jika terdapat kutil kelamin, benjolan, luka, atau perubahan pada area genital, sebaiknya konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter untuk menentukan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Di Mana pria Bisa Mendapatkan Vaksin HPV?

Vaksin HPV dapat diperoleh melalui fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan vaksinasi, seperti klinik, rumah sakit, atau fasilitas imunisasi lainnya. Primecare Clinic Jakarta menyediakan vaksin HPV.

Sebelum melakukan vaksinasi, Anda dapat menanyakan beberapa hal berikut:

  1. Jenis vaksin HPV yang tersedia.
  2. Kesesuaian vaksin dengan usia dan kondisi kesehatan.
  3. Jumlah dosis serta jadwal penyuntikan.
  4. Biaya vaksinasi dan ketersediaan stok.
  5. Jadwal konsultasi dokter sebelum vaksinasi jika diperlukan.

Untuk anak usia sekolah, orang tua juga dapat mencari informasi mengenai program imunisasi HPV dari puskesmas atau dinas kesehatan setempat.

FAQ Seputar Vaksin HPV untuk pria

Apakah pria perlu vaksin HPV meskipun tidak memiliki gejala?

Ya. Infeksi HPV sering kali tidak menimbulkan gejala. Vaksinasi bertujuan mencegah infeksi baru dari tipe HPV yang dicakup vaksin, bukan hanya diberikan kepada orang yang sudah mengalami keluhan.

Apakah vaksin HPV dapat mencegah semua jenis kanker pada pria?

Tidak. Vaksin membantu mencegah infeksi dari tipe HPV tertentu yang berkaitan dengan kanker. Vaksin tidak mencegah semua jenis kanker dan tidak memberikan perlindungan terhadap seluruh tipe HPV.

Apakah pria yang sudah menikah masih perlu vaksin HPV?

Vaksinasi tetap dapat dipertimbangkan. Namun, manfaatnya bergantung pada usia, riwayat vaksinasi, kemungkinan paparan HPV sebelumnya, dan potensi paparan di masa depan. Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui apakah vaksinasi sesuai bagi Anda.

Apakah vaksin HPV dapat menyebabkan kemandulan?

Bukti ilmiah yang tersedia tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat antara vaksin HPV dan kemandulan. Vaksin HPV telah melalui penelitian dan pemantauan keamanan untuk menilai manfaat serta potensi efek sampingnya.

Apakah vaksin HPV cukup diberikan satu kali seumur hidup?

Tidak selalu. Jumlah dosis bergantung pada usia saat vaksinasi dimulai, kondisi kekebalan tubuh, jenis vaksin, dan pedoman yang digunakan. Sebagian kelompok dapat menggunakan skema satu dosis, sementara kelompok lain memerlukan dua atau tiga dosis.

Apakah vaksin HPV dapat diberikan bersamaan dengan vaksin lain?

Vaksin HPV dapat diberikan bersamaan dengan vaksin tertentu sesuai rekomendasi tenaga kesehatan. Informasikan riwayat vaksinasi Anda kepada dokter umum agar jadwal dan lokasi suntikan dapat diatur dengan tepat.

Kesimpulan

Vaksin HPV bukan hanya untuk perempuan. pria juga dapat memperoleh perlindungan terhadap penyakit akibat HPV, termasuk kutil kelamin serta beberapa jenis kanker pada penis, anus, dan orofaring.

Vaksinasi paling optimal diberikan sebelum terpapar virus, sehingga anak dan remaja menjadi kelompok penting untuk mendapatkan perlindungan sejak dini. pria dewasa yang belum divaksinasi juga dapat berkonsultasi dengan dokter umum/kulit dan kelamin untuk menilai manfaat vaksinasi sesuai usia dan kondisi kesehatannya.

Selain vaksinasi, edukasi kesehatan seksual, penggunaan kondom, dan konsultasi medis saat muncul keluhan tetap menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan.

Ingin mengetahui apakah Anda atau anak laki-laki Anda perlu mendapatkan vaksin HPV? Konsultasikan dengan dokter umum untuk menentukan jenis vaksin, jumlah dosis, serta jadwal vaksinasi yang sesuai.

Di Primecare Clinic, tersedia vaksin HPV. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!

primecare

Jakarta Panglima Polim

Jl. Panglima Polim IX No.16, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan

Jakarta Tebet

Jl. Tebet Barat Dalam II No.46 14, Tebet Barat, Kota Jakarta Selatan

Samarinda

Jl. Muso Salim No.28, Karang Mumus, Kota Samarinda


Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.



Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.