Jumlah Sperma – Berapa yang Normal dan Bagaimana Cara Mengetahuinya

October 22, 2026 by Primecare Clinic
2149195199-_1_-1200x801.webp

Jumlah sperma menjadi perhatian ketika sedang terapi atau berencana untuk memiliki keturunan.

Berapa jumlah sperma normal? Bagiamana cara mengetahuinya?

Berapa Jumlah Sperma Normal dalam Sekali Ejakulasi?

Jumlah hitung sperma normal 39 juta/mL per ejakulasi dengan volume air mani sekitar 1-5 ml per ejakulasi.

Bagaimana cara mengetahui jumlah sperma?

Cara mengetahui jumlah sperma adalah dengan pemeriksaan analisis sperma di laboratorium. Selain melihat jumlah sperma, analisis sperma juga digunakan untuk melihat apakah ada gangguan pada bentuk (morfologi) dan kemampuan bergerak (motilitas) sel sperma serta pH, warna, dan volume cairan semen/air mani pria.

Agar kualitas semen yang diperiksa baik, yang perlu dilakukan pasien yaitu:

  • Hindari ejakulasi selama 2 hingga 7 hari sebelum pemeriksaan.
  • Hindari alkohol, kafein, serta obat-obatan seperti kokain dan ganja selama dua hingga lima hari sebelum pemeriksaan.
  • Hentikan penggunaan obat herbal apa pun sesuai dengan instruksi penyedia layanan kesehatan Anda.
  • Hindari penggunaan obat hormon apa pun sesuai dengan instruksi penyedia layanan kesehatan Anda.

Cara pemeriksaan analisis sperma adalah sebagai berikut:

  • Semen dapat diambil dengan cara ejakulasi melalui masturbasi.
  • Sampel semen dikumpulkan di dalam suatu wadah steril tertutup pada suhu ruangan (20-25ºC). Hindari menempatkan sampel di lingkungan terlalu dingin atau panas karena hasil yang didapat bisa menjadi tidak akurat.
  • Setelah itu, sampel semen dibawa ke laboratorium untuk dilakukan analisis dalam waktu 30-60 menit.
  • Sampel ditempatkan di dalam inkubator pada suhu 37ºC selama 30 hingga 60 menit agar terjadi likuifaksi sebelum dianalisis. Likuifaksi adalah proses perubahan tekstur air mani dari kental menjadi lebih encer.
  • Analisis sperma dilakukan untuk melihat jumlah sperma dan parameter air mani dan sperma lainnya, seperti pH, volume, morfologi, motilitas, vitalitas, kadar fruktosa, serta tanda-tanda infeksi.

Bagaimana jika jumlah sperma lebih dari normal?

Jumlah sperma bisa didapatkan lebih dari normal bila didapatkan sebesar lebih dari 200 juta per mL volume air mani atau semen. Kondisi ini disebut sebagai Polyzoospermia. Polyzoospermia jarang sekali terjadi dibandingkan kondisi jumlah sperma rendah (Oligozoospermia) namun diduga juga dapat meningkatkan risiko infertilitas atau kemandulan. Penyebabnya antara lain:

  • Abstinensi terlalu lama (lebih dari 7 hari) sebelum melakukan pemeriksaan analisis sperma, sehingga bisa menimbulkan hasil yang bias.
  • Ketidakseimbangan hormon
  • Dehidrasi, yang menyebabkan peningkatan konsentrasi sperma pada volume air mani yang lebih sedikit
  • Riwayat penggunaan obat-obatan tertentu yang memicu spermatogenesis

Standar Hitungan Jumlah Sperma Sehat Menurut Medis

Berdasarkan guideline WHO:

  • Konsentrasi sperma normal yaitu lebih dari 15 juta/mL, dengan rentang rata-rata 20 hingga 200 juta/mL. Pada sebagian besar laboratorium, nilai normal yang ditetapkan sebesar > 20 juta/mL. Jumlah sperma normal dalam sekali ejakulasi sebesar 39 juta/mL per ejakulasi dengan volume air mani sekitar 1-5 ml per ejakulasi.
  • Bila konsentrasi sperma kurang dari 15 juta/mL atau jumlah total sperma kurang dari 39 juta/mL per ejakulasi, maka seseorang dapat dikatakan memiliki jumlah sperma sedikit atau disebut sebagai Oligozoospermia.
  • Bila konsentrasi sperma lebih dari 200 juta per mL, maka disebut sebagai Polyzoospermia atau jumlah sperma berlebih.

Penyebab Jumlah Sperma Sedikit (Oligozoospermia)

Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan jumlah sperma sedikit antara lain:

  • Varikokel. Pelebaran pembuluh darah vena pada varikokel menyebabkan peningkatan suhu, peningkatan ROS (Reactive Oxygen Species), dan menurunkan asupan oksigen pada testis yang mempengaruhi berbagai parameter sperma, termasuk menurunnya jumlah sperma secara signifikan.
  • Gangguan hormon, misalnya: gangguan produksi hormon testosteron yang menyebabkan peningkatan kadar follicle-stimulating hormone (FSH) dan luteinizing hormone (LH), yang dapat ditemukan pada sindrom Klinefelter
  • Sumbatan pada organ reproduksi pria
  • Infeksi pada saluran kemih pria
  • Faktor usia (> 50 tahun)
  • Penyakit kronis, seperti Diabetes Mellitus
  • Paparan radiasi
  • Faktor genetik 

Perbedaan Jumlah Sperma Sedikit dengan Sperma Kosong

Pada kondisi sperma sedikit atau oligozoospermia, sperma masih didapat ditemukan walau konsentrasinya di bawah normal. Oligozoospermia dikategorikan sebagai berat jika konsentrasi sperma kurang dari 5 juta/mL dan sangat berat jika konsentrasi sperma kurang dari 1 juta/mL. Pada kondisi sperma kosong atau Azoospermia, tidak ditemukan sperma sama sekali di dalam cairan ejakulat yang diperiksa di laboratorium.

Kebiasaan Sehari-hari yang Tanpa Disadari Menurunkan Jumlah Sperma

Pengaruh gaya hidup juga bisa menjadi faktor yang dapat menurunkan jumlah sperma, seperti:

  • Merokok, karena dapat meningkatkan zat ROS yang berpotensi merusak pembentukan DNA sperma
  • Konsumsi alkohol yang dapat mempengaruhi perubahan produksi hormon yang berperan dalam pembentukan sperma
  • Terlalu sering makan makanan junk food yang dapat menurunkan kualitas sperma
  • Obesitas, karena cadangan jaringan lemak berlebih yang memicu perubahan hormon testosteron menjadi estrogen yang bisa menyebabkan turunnya produksi sperma
  • Gaya hidup yang kurang aktif atau sedentary life, yang bisa menurunkan aktivitas aliran darah termasuk ke organ reproduksi pria
  • Kurang tidur yang bisa mempengaruhi keseimbangan hormon dan menurunkan produksi sperma
  • Stres psikologis yang menyebabkan sistem saraf otonom menekan produksi hormon-hormon yang berperan pada kesuburan pria
  • Paparan radiasi atau panas pada daerah kelamin pria, misalnya:
  • Menaruh alat elektronik di dekat alat kelamin pria seperti handphone di kantong celana atau memangku laptop
  • Gesekan antara alat kelamin pria dengan kursi saat bersepeda dengan intensitas tinggi
  • Terlalu sering mandi air panas atau sauna
  • Celana yang terlalu ketat yang dapat meningkatkan suhu di sekitar alat kelamin pria

Cara agar jumlah sperma normal

Untuk mencegah terjadinya kelainan jumlah sperma, berbagai cara dapat dilakukan bagi pria, yaitu:

1. Menurunkan berat badan

Obesitas atau kelebihan berat badan dapat menyebabkan rendahnya jumlah sperma. Cobalah untuk menjaga gaya hidup sehat melalui pola makan yang baik dan olahraga.

Turunkan berat badan, bisa dengan program atau defisit kalori.

2. Memperbaiki pola makan atau mengonsumsi suplemen vitamin

Anda dapat melakukan pemeriksaan darah untuk melihat apakah ada kekurangan vitamin. Dokter dapat menyarankan penambahan jenis makanan tertentu ke dalam pola makan Anda atau penggunaan suplemen untuk membantu memulihkan kadar vitamin dan mineral. 

3. Menghindari konsumsi zat-zat tertentu secara berlebihan

Seperti konsumsi alkohol yang berlebihan, penggunaan obat-obatan terlarang, atau penggunaan tembakau.

4. Mengganti pakaian dalam

Pergantian pakaian dalam dengan mengenakan celana dalam model boxer yang longgar dan berbahan katun.

Harus ke dokter apa untuk mengetahui jumlah sperma

Dokter spesialis Andrologi dapat membantu Anda untuk melakukan pemeriksaan mengenai jumlah sperma serta memberikan terapi yang tepat untuk meningkatkan jumlah sperma yang bisa meningkatkan kesuburan pria.

Jangan Ragu untuk Melakukan Pemeriksaan Sperma

Jika sedang ingin memiliki keturunan atau pemeriksaan kesuburan, jangan ragu untuk konsultasi dengan dokter spesialis andrologi dan analisis sperma.

Di Primecare Clinic Jakarta, tersedia dokter spesialis andrologi dan layanan analisis sperma. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!

Referensi:

Agarwal, A., Sharma, R., Harlev, A., & Esteves, S. C. (2016). Effect of varicocele on semen characteristics according to the new 2010 World Health Organization criteria: a systematic review and meta-analysis. Asian journal of andrology, 18(2), 163–170. 

Chertoff, J. (2025, May 22). What is a typical sperm count? Healthline. https://www.healthline.com/health/mens-health/normal-sperm-count

Durairajanayagam D. (2018). Lifestyle causes of male infertility. Arab journal of urology, 16(1), 10–20. https://doi.org/10.1016/j.aju.2017.12.004 

Glezerman, M., Bernstein, D., Zakut, C., Misgav, N., & Insler, V. (1982). Polyzoospermia: a definite pathologic entity. Fertility and Sterility, 38(5), 605–608. https://doi.org/10.1016/s0015-0282(16)46642-2

Leslie, S. W., Soon-Sutton, T. L., & Khan, M. A. (2026, June 19). Male infertility. StatPearls – NCBI Bookshelf. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK562258/

Semen analysis and test results. (2017, July 3). Healthline. https://www.healthline.com/health/semen-analysis

primecare

Jakarta Panglima Polim

Jl. Panglima Polim IX No.16, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan

Jakarta Tebet

Jl. Tebet Barat Dalam II No.46 14, Tebet Barat, Kota Jakarta Selatan

Samarinda

Jl. Muso Salim No.28, Karang Mumus, Kota Samarinda


Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.



Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.