Vitamin D bagi Kesuburan Pria – Pengaruh, Sumber, dan Berapa Dosisnya

Vitamin D dipercaya berperan dalam pembentukan hormon testosteron pada pria. Mekanismenya belum diketahui pasti, namun dari berbagai studi vitamin D diperkirakan berpengaruh secara langsung dan tidak langsung:
- Secara langsung: vitamin D memicu pelepasan protein bernama calbindin-D28k, protein pengikat kalsium di dalam sel yang berfungsi menjaga keseimbangan kalsium di dalam sel. Kalsium sendiri berperan dalam pembentukan hormon testosteron. Oleh karena itu, bila kadar vitamin D di sel-sel testis tercukupi, kadar protein calbindin-D28k juga tercukupi, sehingga pembentukan hormon testosteron yang dibantu oleh kalsium juga meningkat.
- Secara tidak langsung: vitamin D mengatur pembentukan protein yang bernama osteocalcin yang diproduksi oleh osteoblas di dalam tulang. Zat aktif dari osteocalcin masuk ke peredaran darah lalu diikat oleh suatu reseptor di sel-sel testis yang akan merangsang produksi testosteron.
Bagaimana penjelasan lengkapnya?
Pengaruh Vitamin D Terhadap Pergerakan (Motilitas) Sperma
Vitamin D juga dianggap dapat berdampak positif terhadap kesuburan pria, salah satunya dengan mempengaruhi pergerakan sperma. Pergerakan sperma akan meningkat seiring dengan bertambahnya kadar vitamin D. Sebuah studi pada tahun 2016 menunjukkan bahwa pria dengan defisiensi vitamin D memiliki kemampuan gerak sperma lebih rendah serta jumlah total sperma motil (yang mampu bergerak) yang lebih rendah secara signifikan dibandingkan dengan pria dengan asupan vitamin D cukup.
Vitamin D juga dapat mempengaruhi jumlah dan bentuk sperma serta kualitas cairan semen pria yang berperan penting terhadap kemampuan dan kualitas sperma dalam bergerak. Laju sperma yang cepat dan terarah akan meningkatkan potensi sperma mengalami proses pembuahan terhadap sel telur wanita yang akan meningkatkan peluang untuk hamil.
Gejala Kekurangan Vitamin D pada Pria
Gejala kekurangan atau defisiensi vitamin D yang perlu diwaspadai terutama pada pria antara lain:
- Kesuburan: produksi sperma yang tidak cukup, perubahan bentuk sperma, kekurangan hormon testosteron, dan penurunan kualitas sperma yang berisiko menyebabkan infertilitas
- Rentan mengalami infeksi, seperti infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), bronkitis, pneumonia, COVID-19, hepatitis, hingga AIDS
- Kelelahan kronis
- Nyeri otot, penurunan massa dan fungsi otot (sarkopenia)
- Nyeri tulang dan/atau disertai nyeri punggung belakang
- Penurunan kepadatan tulang/tulang mudah keropos
- Rambut rontok hingga kebotakan (alopecia)
- Gangguan kejiwaan seperti kecemasan (ansietas) dan depresi
Sumber Terbaik Vitamin D
Sumber terbaik vitamin D dan paling mudah didapatkan adalah melalui sinar Ultraviolet B (UVB) dari sinar matahari yang membantu kulit memproduksi vitamin D. Waktu terbaik untuk berjemur agar bisa terpapar sinar UVB adalah pada pukul 9-10 pagi.
Selain itu, sumber makanan terbaik yang memiliki kandungan vitamin D yang tinggi untuk dikonsumsi antara lain:
- Hewani: Minyak hati ikan cod (cod liver oil), daging merah, hati sapi, kuning telur, ikan salmon, ikan sarden, ikan makarel, ikan tuna, dan produk susu yang difortifikasi yang sudah ditambahkan vitamin D seperti susu sapi, keju, dan sereal. Kandungan vitamin D yang terdapat pada bahan makanan hewani adalah dalam bentuk D3 (cholecalciferol)
- Nabati: satu-satunya produk nabati yang mengandung vitamin D alami adalah jamur, di mana jamur dapat menghasilkan vitamin D dalam bentuk D2 (ergocalciferol) ketika terpapar sinar matahari. Sayur dan buah-buahan lain yang sudah terfortifikasi juga bisa mengandung vitamin D tambahan.
Vitamin D juga bisa didapatkan dari suplemen dalam bentuk tablet, kapsul, atau sirup. Karena vitamin D larut dalam lemak, sebaiknya vitamin D dikonsumsi bersama makanan yang mengandung lemak, saat setelah sarapan pagi atau makan siang ketika asupan lemak lebih tinggi agar penyerapan vitamin D lebih baik.
Dosis Harian Vitamin D yang Dianjurkan untuk Pria yang sedang Promil
Bagi para pria yang ingin meningkatkan kesuburan untuk promil, dosis harian vitamin D yang dianjurkan adalah sebanyak 15-20 mikrogram per hari atau setara dengan 600-1000 IU/hari, sedangkan untuk batas atas dosis yang dapat ditoleransi maksimal 100 mikrogram per hari atau setara dengan 4000 IU/hari. Untuk pasien dengan kondisi tertentu seperti defisiensi vitamin D, dosis vitamin D sebesar 5000 IU/hari dapat diberikan sesuai dengan anjuran dokter.
Cukupi Kebutuhan Vitamin D!
Vitamin D adalah hal yang penting bagi kesuburan pria. Karnea itu, cukupi kebutuhan vitamin ini.
Jika Anda ragu, Anda bisa mengecek kadar vitamin D Anda lewat tes bernama tes vitamin D-25 OH. Untuk cek kesuburan, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis andrologi.
Ingin cek vitamin D atau konsultasi dengan dokter spesialis andrologi? Klik tautan ini!
Sumber:
Cito, G., Cocci, A., Micelli, E., Gabutti, A., Russo, G. I., Coccia, M. E., Franco, G., Serni, S., Carini, M., & Natali, A. (2020). Vitamin D and Male Fertility: An Updated Review. The world journal of men’s health, 38(2), 164–177. https://doi.org/10.5534/wjmh.190057
Karsenty, G., & Oury, F. (2014). Regulation of male fertility by the bone-derived hormone osteocalcin. Molecular and cellular endocrinology, 382(1), 521–526.
de Angelis, C., Galdiero, M., Pivonello, C., Garifalos, F., Menafra, D., Cariati, F., Salzano, C., Galdiero, G., Piscopo, M., Vece, A., Colao, A., & Pivonello, R. (2017). The role of vitamin D in male fertility: A focus on the testis. Reviews in endocrine & metabolic disorders, 18(3), 285–305. https://doi.org/10.1007/s11154-017-9425-0 https://doi.org/10.1016/j.mce.2013.10.008
National Health Service. (2020, 3 Agustus). Vitamin D – Vitamins and minerals. https://www.nhs.uk/conditions/vitamins-and-minerals/vitamin-d/
Gunnars, K. (2019, 6 Maret). Vitamin D 101 — A detailed beginner’s guide. Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/vitamin-d-101
Wartenberg, L., & Spritzler, F. (2024, 19 Januari). Common symptoms of vitamin D deficiency and how to treat them. Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/vitamin-d-deficiency-symptoms

