Ciri-Ciri Pria Tidak Subur – Dari Fisik dan Tidak Kasat Mata!

Tidak subur pastinya adalah hal yang tidak diinginkan oleh pria.
Bagaimana ciri-ciri bahwa pria sedang tidak subur secara fisik dan tidak kasat mata?
Berikut penjelasannya!
Ciri-Ciri Fisik Pria Tidak Subur
1. Ukuran atau kondisi testis tidak normal
Testis merupakan tempat utama produksi sperma dan hormon testosteron.
Testis yang sangat kecil, mengecil dibandingkan sebelumnya, terasa terlalu lunak, atau memiliki kelainan tertentu dapat berkaitan dengan gangguan produksi sperma.
Karena itu, dalam pemeriksaan infertilitas pria, dokter biasanya akan menilai ukuran, konsistensi, dan kondisi kedua testis.
2. Pembuluh darah di sekitar testis membesar
Kondisi ini disebut varikokel, yaitu pelebaran pembuluh darah vena di dalam skrotum.
Pada sebagian pria, varikokel dapat menyebabkan rasa berat atau tidak nyaman pada skrotum. Namun, banyak pria dengan varikokel tidak mengalami keluhan.
Varikokel dapat berhubungan dengan gangguan produksi maupun kualitas sperma, sehingga keberadaannya perlu dinilai oleh dokter apabila pasangan mengalami masalah kesuburan.
3. Penurunan gairah seksual
Gairah seksual atau libido yang menurun dapat berhubungan dengan berbagai faktor, mulai dari stres hingga gangguan hormonal.
Pada pria dengan infertilitas, penurunan libido perlu diperhatikan terutama apabila disertai tanda kekurangan testosteron atau kelainan hormon lainnya.
Terapi seperti TRT (testosterone replacement therapy) bisa jadi solusi, tetapi perlu konsultasi ke dokter spesialis andrologi terlebih dahulu.
4. Gangguan ereksi atau ejakulasi
Kesulitan mempertahankan ereksi, tidak dapat melakukan ejakulasi, volume ejakulasi yang sangat sedikit, atau gangguan ejakulasi lainnya dapat menghambat masuknya sperma ke saluran reproduksi wanita.
Gangguan seksual juga dapat berhubungan dengan masalah hormonal, saraf, metabolik, atau kondisi pada saluran reproduksi.
Anda bisa tes online disfungsi ereksi melalui tautan ini.
5. Pertumbuhan rambut tubuh atau karakter seksual yang tidak seperti biasanya
Gangguan hormon testosteron dapat menimbulkan tanda seperti berkurangnya rambut wajah atau tubuh dan perubahan karakteristik seksual sekunder lainnya.
Namun, tanda tersebut tidak selalu berarti infertilitas. Pemeriksaan dokter dan pemeriksaan hormon tetap diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
6. Pembesaran payudara pada pria
Pembesaran jaringan payudara pada pria disebut ginekomastia. Kondisi ini dapat berhubungan dengan ketidakseimbangan hormon tertentu.
Pada pemeriksaan infertilitas, dokter biasanya juga memperhatikan adanya ginekomastia bersama tanda-tanda gangguan hormonal lainnya.
7. Riwayat masalah pada testis
Risiko gangguan kesuburan juga dapat meningkat pada pria dengan riwayat seperti:
- testis tidak turun sejak lahir atau kriptorkidisme;
- cedera atau benturan berat pada testis;
- torsio testis atau testis terpuntir;
- infeksi pada sistem reproduksi;
- operasi pada testis, skrotum, atau daerah selangkangan;
- kemoterapi atau radioterapi;
- penggunaan steroid anabolik atau testosteron dari luar tubuh.
Faktor-faktor tersebut dapat mengganggu produksi, pematangan, maupun perjalanan sperma.
Yang penting, tidak adanya tanda-tanda di atas bukan berarti kesuburan pasti normal.
Tanda Infertilitas yang Hanya Bisa Diketahui Lewat Pemeriksaan
Sebagian besar gangguan kesuburan pria justru baru ditemukan setelah dilakukan pemeriksaan seperti analisis sperma.
Beberapa kondisi yang tidak dapat diketahui hanya dengan melihat kondisi fisik antara lain:
1. Jumlah sperma rendah
Kondisi ini disebut oligozoospermia. Seorang pria dapat memiliki kehidupan seksual normal tetapi jumlah spermanya lebih rendah dari yang diharapkan.
2. Tidak ditemukan sperma dalam cairan semen
Kondisi ini disebut azoospermia.
Azoospermia dapat terjadi karena produksi sperma di testis sangat terganggu atau karena terdapat sumbatan sehingga sperma tidak dapat keluar bersama cairan semen.
Penentuan penyebabnya membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
3. Pergerakan sperma kurang baik
Sperma perlu memiliki kemampuan bergerak yang memadai untuk mencapai dan membuahi sel telur. Gangguan pergerakan sperma disebut asthenozoospermia.
4. Bentuk sperma banyak yang tidak normal
Bentuk atau morfologi sperma juga diperiksa dalam analisis semen. Namun, hasil morfologi tidak boleh dinilai sendirian karena kemampuan seorang pria untuk menghasilkan kehamilan ditentukan oleh banyak faktor.
5. Gangguan hormon
Dokter dapat memeriksa hormon seperti:
FSH (follicle-stimulating hormone), yang berperan dalam proses pembentukan sperma;
Testosteron, hormon utama reproduksi pria; serta dalam kondisi tertentu LH dan prolaktin.
Pemeriksaan FSH dan testosteron terutama dianjurkan pada pria dengan jumlah sperma rendah, tidak ditemukan sperma, testis mengecil, gangguan libido, gangguan ereksi, atau tanda-tanda kelainan hormonal.
6. Kelainan genetik
Pada sebagian kecil pasien, infertilitas berat dapat berkaitan dengan kelainan kromosom atau gen tertentu.
Pemeriksaan seperti kariotipe atau analisis mikrodelesi kromosom Y dapat direkomendasikan pada kondisi tertentu, terutama azoospermia atau jumlah sperma yang sangat rendah disertai dugaan gangguan produksi sperma.
Karena itu, pemeriksaan infertilitas pria tidak selalu berhenti pada analisis sperma. Hasil pemeriksaan awal akan menentukan apakah pasien membutuhkan pemeriksaan hormonal, ultrasonografi, pemeriksaan genetik, atau pemeriksaan tambahan lainnya.
Harus ke Dokter Apa Terkait Masalah Kesuburan pada Pria?
Jika ada masalah pada kesuburan, Anda sebaiknya ke dokter spesialis andrologi.
Dokter spesialis andrologi dapat memberikan pemeriskaan dan treatment terkait sistem reproduksi pria, termasuk kesuburan pria.
Jangan Ragu untuk Periksa Kesuburan
Bagi pria, jangan ragu untuk periksa kesuburan. Hal ini untuk diagnosis yang lebih pasti terkait kesuburan Anda. Tentu ini juga bisa dilakukan demi pasangan Anda, terutama jika Anda sedang ingin menikah atau memiliki keturunan.
Di Primecare Clinic Jakarta, tersedia dokter spesialis andrologi dan pemeriksaan kesuburan pria. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!

