Infertilitas Pria di Usia Muda – Penyebab dan harus ke Dokter Apa?

Penelitian global menunjukkan adanya penurunan kualitas sperma secara signifikan dalam beberapa dekade terakhir.
- Meta-analisis internasional menemukan bahwa jumlah sperma menurun hingga 51,6% antara tahun 1973–2018
- Penurunan kualitas sperma kini terjadi tidak hanya di negara Barat, tapi juga global (Asia, Afrika, Amerika Latin)
- Tren penurunan masih berlanjut hingga abad ke-21
- Bahkan terjadi percepatan penurunan setelah tahun 2000
Selain itu, infertilitas pria kini berkontribusi hingga ±50% dari seluruh kasus infertilitas pasangan
Penyebab infertilitas pria di era modern
a. Faktor gaya hidup (penyebab utama)
Gaya hidup modern sangat berpengaruh terhadap kualitas sperma:
- Kurang aktivitas (sedentari)
- Kurang tidur
- Pola makan tidak sehat (junk food)
- Obesitas
- Stres
Penelitian menunjukkan bahwa faktor gaya hidup seperti diet buruk, stres, kurang tidur, dan paparan panas dapat menurunkan kualitas sperma.
b. Polusi lingkungan dan paparan zat kimia
Paparan lingkungan juga berperan besar:
- polusi udara
- bahan kimia (endocrine disruptors)
- radiasi gadget
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa polusi udara dapat menyebabkan perubahan DNA pada sperma (epigenetik).
c. Gangguan medis tersembunyi: Varikokel
Salah satu penyebab yang sering tidak disadari adalah varikokel (pelebaran pembuluh darah di testis).
- Dapat meningkatkan suhu testis
- Mengganggu produksi sperma
Meta-analisis menunjukkan bahwa varikokel menyebabkan:
- penurunan jumlah sperma
- penurunan motilitas
- bentuk sperma abnormal
Mengapa skrining kesuburan sejak dini penting bagi pria?
Pemeriksaan utama untuk pria adalah analisis sperma (spermiogram).
Pemeriksaan ini menilai:
- jumlah sperma
- pergerakan (motilitas)
- bentuk (morfologi)
Analisis sperma merupakan standar utama dalam diagnosis infertilitas pria dan sangat penting untuk menentukan terapi
Skrining dini penting karena:
- banyak kasus tidak bergejala
- deteksi lebih awal → peluang terapi lebih baik
Skrining ini bisa dilakukan setelah 1 tahun berhubungan seksual tanpa pengaman, tetapi pasangan tidak hamil atau sebagai pemeriksaan/tes kesehatan pra nikah.
Jika mengalami infertilitas di usia muda, harus ke dokter apa?
Jika ada kesulitan memiliki anak, pria dapat berkonsultasi ke:
1. Dokter umum
Dokter umum berperan dalam:
- skrining awal
- rujukan ke spesialis
2. Dokter spesialis andrologi
Dokter spesialis andrologi memiliki keahlian khusus untuk menangani kesehatan reproduksi pria.
3. Dokter spesialis urologi
Dokter spesialis urologi bisa dikunjungi jika ada gangguan struktural seperti varikokel.
Jangan Ragu untuk Skrining Kesuburan Pria
Evaluasi kesuburan sebaiknya dilakukan bersama pasangan, karena infertilitas sering melibatkan kedua pihak.
Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tersedia dokter umum, dokter spesialis andrologi, dan tes kesuburan pria seperti analisis sperma. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!
Referensi:
- Levine H, et al. Temporal trends in sperm count: systematic review and meta-analysis. Human Reproduction Update, 2022
- Ilacqua A, et al. Lifestyle and male fertility. Andrology, 2018
- Agarwal A, et al. Varicocele and semen parameters: meta-analysis. Asian Journal of Andrology
- Guan R, et al. Semen analysis in male infertility (review). 2026
- Study on air pollution and sperm DNA changes (ESHRE presentation), 2026

