Tekanan Darah Turun Setelah Olahraga: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

February 27, 2026 by Primecare Clinic
2150456140-1-1200x800.webp

Tekanan darah turun setelah olahraga sering membuat sebagian orang merasa pusing, lemas, atau bahkan hampir pingsan.

Sebenarnya tekanan darah turun setelah olahraga adalah fenomena yang cukup umum, terutama setelah aktivitas fisik intens, misalnya race lari jarak 5k atau 10k yang umumnya pelari berlari di zone 4 sampai zone 5. Namun, penting untuk memahami apakah tekanan darah turun setelah olahraga masih normal atau justru perlu diwaspadai.

Berikut penjelasan lengkap dari tekanan darah turun setelah olahraga.

Fenomena Tekanan Darah Turun Setelah Olahraga

Tekanan darah turun setelah olahraga dikenal sebagai hipotensi pasca-olahraga. Kondisi ini terjadi ketika tekanan darah menurun secara signifikan setelah berhenti beraktivitas fisik, akibat pelebaran pembuluh darah dan perubahan aliran darah.

Contoh kasusnya, Anda mungkin pernah mengecek tekanan darah setelah race lari, kemudian mini MCU, dan menemukan bahwa tekanan darah menurun.

Penyebab Tekanan Darah Turun Setelah Olahraga

Berikut ini adalah faktor-faktor yang dapat menyebabkan tekanan darah turun setelah olahraga.

1. Pelebaran Pembuluh Darah

Saat berolahraga, pembuluh darah melebar untuk meningkatkan aliran darah ke otot. 

Jadi, setelah olahraga selesai, pembuluh darah yang belum menyempit kembali dengan cepat, sehingga tekanan darah bisa menurun. Tekanan dipengaruhi area permukaan, karena itu makin lebar pembuluh darah, semakin kecil tekanan darahnya.

2. Pendinginan yang Tidak Cukup

Berhenti olahraga secara tiba-tiba, apalagi tanpa pendinginan dapat menyebabkan darah menumpuk di kaki, sehingga menurunkan tekanan darah. Anda bisa melakukan elevasi agar darah bisa kembali ke jantung.

Lakukan pendinginan dengan benar setelah selesai olahraga. Tidak hanya untuk tujuan agar tekanan darah tidak menurun, tetapi juga mencegah terjadinya cedera.

3. Dehidrasi

Kekurangan cairan akibat banyak berkeringat dapat mengurangi volume darah. Akibatnya, tekanan darah menurun.

4. Olahraga Terlalu Berat atau Terlalu Lama

Aktivitas fisik yang melebihi kemampuan tubuh dapat memicu penurunan tekanan darah setelah olahraga. 

Karena itu, penting untuk memantau detak jantung per menit Anda. Jika Anda tidak punya jam tangan untuk memantau detak jantung per menit, gunakan skala RPE. Skala RPE bernilai 1-10 dengan 1 adalah rasa yang paling tidak capek dan 10 adalah skala di mana Anda sangat lelah bahkan tidak bisa berbicara saat beraktivitas fisik.

5. Kondisi Medis Tertentu

Anemia, gangguan jantung, atau penggunaan obat tekanan darah dapat meningkatkan risiko hipotensi pasca-olahraga. Karena itu, ada baiknya melakukan MCU atau cek lab sebelum berolahraga, apalagi jika Anda baru mulai berolahraga atau ingin mengikuti event olahraga tertentu.

Gejala Tekanan Darah Turun Setelah Olahraga

Penurunan tekanan darah dapat menimbulkan berbagai keluhan.

1. Pusing 

Gejala paling umum adalah pusing. Penyebabnya adalah aliran darah ke otak yang menurun sementara.

2. Lemas dan Berkeringat Dingin

Tubuh terasa lemah dan muncul keringat dingin meski sudah berhenti berolahraga. Ini adalah gejala tekanan darah turun.

3. Pandangan Kabur

Ketika tekanan darah turun terlalu berlebihan, penglihatan bisa menjadi gelap atau berkunang-kunang. Jika Anda masih beraktivitas fisik ketika ada gejala ini, lebih baik stop dan cari pertolongan medis.

4. Mual atau Hampir Pingsan

Pada kondisi yang lebih berat, seseorang bisa merasa mual hingga hampir kehilangan kesadaran. Jangan lanjutkan olahraga jika mengalami gejala ini.

Cara Mengatasi Tekanan Darah Turun Setelah Olahraga

Beberapa langkah berikut dapat membantu mengatasi dan mencegah kondisi ini.

1. Lakukan Pendinginan Secara Bertahap

Jangan langsung berhenti atau berhenti mendadak setelah olahraga. Coba lakukan jalan santai dan pendinginan selama 5-10 menit.

2. Cukupi Asupan Cairan

Minum air putih sebelum, selama, dan setelah olahraga untuk mencegah dehidrasi. Minuman isotonik juga bisa menjadi opsi, terutama jika olahraganya bersifat endurance

3. Duduk atau Berbaring Saat Pusing

Jika merasa pusing, segera duduk atau berbaring dengan posisi kaki lebih tinggi atau dengan kata lain elevasi. 

4. Atur Intensitas Olahraga

Sesuaikan jenis dan durasi olahraga dengan kondisi tubuh dan tingkat kebugaran. Jangan langsung HIIT jika Anda baru mulai berolahraga.

5. Jaga Pola Makan

Pola makan berpengaruh terhadap tekanan darah.

6. Ke Dokter atau Minum Obat

Anda bisa juga ke dokter atau minum obat. Racikan alami penurun darah tinggi bisa dipakai jika dokter merekomendasikan.

Kapan Harus ke Dokter Terkait Tekanan Darah Turun setelah Olahraga?

Segera konsultasikan ke dokter jika tekanan darah turun setelah olahraga:

  • Terjadi berulang kali
  • Ada riwayat disertai pingsan atau blackout
  • Nyeri dada atau sesak napas
  • Memiliki riwayat penyakit jantung atau tekanan darah

Untuk saat race lari, Anda bisa mengunjungi tenda terdekat jika mengalami tekanan darah menurun seperti terjadi mual, pusing, dan pandangan kabur. Jangan paksakan diri, dengarkan sinyal dari tubuh Anda.

Opsi dokter yang bisa Anda kunjungi jika ada keluhan tekanan darah turun setelah olahraga, antara lain:

Stop Olahraga jika Gejala Tekanan Darah Turun Mulai Muncul

Tekanan darah turun setelah olahraga umumnya masih normal dan dapat dicegah dengan pendinginan yang tepat serta asupan cairan yang cukup. Namun, jika kondisi ini sering terjadi atau menimbulkan gejala berat, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan tidak ada masalah kesehatan yang serius.

Lebih lanjut, jika gejala ini terjadi saat Anda berolahraga atau kompetisi seperti race, ada baiknya berhenti terlebih dahulu dan mencari pertolongan medis demi keselamatan. 

Di Primecare Clinic, tersedia dokter umum, dokter spesialis penyakit dalam, dan dokter spesialis penyakit jantung. Anda bisa berkonsultasi dengan Anda terkait jantung serta tekanan darah. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!

primecare

Jakarta Panglima Polim

Jl. Panglima Polim IX No.16, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan

Jakarta Tebet

Jl. Tebet Barat Dalam II No.46 14, Tebet Barat, Kota Jakarta Selatan

Samarinda

Jl. Muso Salim No.28, Karang Mumus, Kota Samarinda


Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.



Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.