Apakah Penderita Diabetes Boleh Makan Biskuit? Ini Penjelasannya

Biskuit sering dipilih sebagai camilan karena mudah disimpan dan tersedia dalam berbagai situasi. Namun di balik kepraktisannya, biskuit umumnya dibuat dari tepung halus, gula, dan lemak tambahan yang dapat memengaruhi kadar gula darah jika dikonsumsi tanpa kontrol.
Bolehkah Penderita Diabetes Makan Biskuit?
Penderita diabetes masih boleh mengonsumsi biskuit, dengan catatan jumlah dan jenisnya dikontrol dengan cermat. Sebagian besar biskuit merupakan produk olahan yang mengandung karbohidrat sederhana, sehingga berpotensi meningkatkan gula darah lebih cepat.
Jika dikonsumsi sesekali dalam porsi kecil, biskuit masih dapat masuk dalam pola makan penderita diabetes. Namun, kebiasaan ngemil biskuit tanpa perhitungan porsi dapat membuat gula darah lebih sulit dikendalikan.
Zat Gizi dan Indeks Glikemik Biskuit
Secara umum, biskuit mengandung karbohidrat sebagai komponen utama, lemak dari margarin atau mentega, serta protein dan serat dalam jumlah kecil.
Sebagian besar biskuit memiliki indeks glikemik sedang hingga tinggi, tergantung pada kandungan gula, jenis tepung, dan teksturnya. Biskuit yang manis dan renyah cenderung lebih cepat dicerna sehingga dapat meningkatkan gula darah lebih cepat. Beban glikemiknya juga dapat menjadi tinggi jika dikonsumsi dalam porsi besar atau berulang dalam satu hari.
Bahaya Makan Biskuit Secara Berlebihan bagi Penderita Diabetes
Konsumsi biskuit berlebihan dapat menimbulkan beberapa risiko berikut:
1. Pola Gula Darah Menjadi Sulit Diprediksi
Konsumsi biskuit yang terlalu sering, meskipun dalam porsi kecil, dapat memicu kenaikan gula darah berulang dalam sehari. Kondisi ini membuat pengelolaan gula darah menjadi kurang stabil dan lebih sulit dikendalikan dalam jangka panjang.
2. Risiko Kenaikan Berat Badan yang Memengaruhi Sensitivitas Insulin
Biskuit menyumbang kalori tambahan tanpa memberi rasa kenyang yang bertahan lama. Jika dikonsumsi secara rutin, asupan energi harian dapat meningkat tanpa disadari, sehingga berisiko memicu kenaikan berat badan dan menurunkan sensitivitas insulin.
Cara Makan Biskuit yang Aman bagi Penderita Diabetes
Agar tetap aman dikonsumsi, beberapa prinsip berikut perlu diperhatikan.
1. Tentukan Porsi Sejak Awal
Ambil satu hingga dua keping saja, lalu simpan kembali kemasannya. Cara ini membantu mencegah makan berlebihan tanpa sadar.
2. Perhatikan Komposisi, Bukan Hanya Rasa
Pilih biskuit dengan kandungan gula lebih rendah, menggunakan gandum utuh, dan memiliki serat lebih tinggi dibanding biskuit biasa.
3. Hindari Kombinasi dengan Minuman Manis
Teh manis, kopi susu, atau minuman berpemanis akan menambah beban gula secara signifikan saat dikonsumsi bersama biskuit.
Kapan Penderita Diabetes Harus ke Dokter?
Penderita diabetes sebaiknya berkonsultasi ke dokter apabila gula darah sulit dikendalikan setelah mengonsumsi biskuit. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan dokter spesialis penyakit dalam untuk mengevaluasi kondisi metabolik dan pengobatan yang dijalani.
Selain itu, konsultasi dengan ahli gizi atau dokter gizi klinik dapat membantu menentukan jenis dan porsi camilan yang lebih aman agar pola makan tetap seimbang dan sesuai kebutuhan tubuh.
Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic
Jika Anda mengalami kesulitan mengontrol gula darah, mengalami gula darah tinggi, atau mengalami diabetes, konsultasikan masalah tersebut di Primecare Clinic.
Primecare clinic menyediakan layanan konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan program manajemen diabetes yang lengkap, termasuk Continuous Glucose Monitoring (CGM). Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.
Jangan tunggu sampai muncul gejala dan komplikasi, mulailah memantau gula darah sejak secara rutin dan konsultasi dengan dokter terkait. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!

