Diabetes Basah – Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

November 6, 2025 by Primecare Clinic
692-_1_-1200x800.webp

Apakah kamu pernah mendengar tentang “diabetes basah”? Istilah diabetes basah biasanya digunakan masyarakat untuk menggambarkan luka yang sulit sembuh pada penderita diabetes.

Namun, sebenarnya istilah tersebut tidak ada dalam dunia medis, lho! Mari kita pahami tentang apa itu diabetes basah, gejalanya, dan cara mengatasinya di artikel ini! 

Apa Itu Diabetes Basah? 

Secara medis, diabetes basah tidak termasuk dalam klasifikasi jenis diabetes. Menurut pedoman penanganan diabetes oleh Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), diabetes diklasifikasikan menjadi:

  • Diabetes tipe 1
  • Diabetes tipe 2
  • Diabetes gestasional
  • Diabetes tipe spesifik yang berkaitan dengan penyebab lain. 

Istilah diabetes basah adalah istilah awam yang merujuk pada luka terbuka yang cenderung basah, bernanah, dan sulit sembuh yang dialami oleh penderita diabetes mellitus. Dalam dunia medis kondisi tersebut disebut dengan “ulkus diabetikum”.

Penderita diabetes yang kadar gula darahnya tidak terkontrol dapat mengalami komplikasi berupa kerusakan saraf (neuropati diabetik) dan gangguan aliran darah. Berkurangnya sensasi, termasuk sensasi nyeri menyebabkan penderita diabetes tidak menyadari adanya luka kecil, terutama di bagian tubuh yang jarang terlihat.

Kondisi tersebut diperburuk dengan gangguan sirkulasi darah, sehingga area luka tidak mendapat cukup suplai nutrisi yang dibawa bersama aliran darah. Akibatnya, luka kecil bisa berkembang menjadi luka besar yang sulit sembuh, apalagi jika tidak segera mendapat penanganan yang tepat.

Kondisi luka bisa bertambah buruk jika tidak mendapat perawatan luka yang baik. Sel dan jaringan di area luka bisa mengalami nekrosis atau kematian sel dan jaringan. Jika terus dibiarkan akan menjadi gangren dan harus diamputasi. 

Gejala dan Ciri-Ciri Diabetes Basah

Gejala diabetes basah biasanya berawal dari luka kecil yang seringkali tidak disadari, lalu terinfeksi dan berkembang menjadi luka besar. Beberapa gejala dan ciri-ciri diabetes basah yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Luka yang sulit sembuh, terutama di kaki, jari, atau tumit.
  • Keluar cairan dari luka, berupa nanah atau darah bercampur cairan berbau tidak sedap.
  • Kemerahan dan bengkak
  • Kulit sekitar luka tampak kehitaman (nekrosis) menandakan jaringan mati.
  • Rasa nyeri yang berkurang atau hilang, akibat kerusakan saraf.
  • Pada kasus berat, infeksi dapat menyebar ke tulang atau jaringan dalam.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Mengalami Diabetes Basah? 

Penderita diabetes yang mengalami luka, misalnya luka lecet, harus segera mendapat perawatan luka yang tepat. Jika dibiarkan maka luka bisa bertambah parah dan rentan terinfeksi. Menangani luka diabetes tidak boleh dilakukan sembarangan. Berikut langkah yang perlu dilakukan jika mengalami gejala diabetes basah:

a. Segera ke Fasilitas Kesehatan

Jika penderita diabetes mengalami luka, maka segera bawa ke fasilitas kesehatan seperti klinik atau rumah sakit untuk mendapat penanganan yang tepat.

Dokter dan tenaga kesehatan akan menentukan tingkat keparahan luka dan memberikan perawatan luka yang sesuai. Luka akan dibersihkan dan dioleskan salep jika diperlukan.

Jika terdapat luka yang dalam, bernanah, atau menghitam, mungkin diperlukan tindakan oleh dokter bedah untuk membersihkan jaringan luka. 

b. Kontrol Kadar Gula Darah dengan Disiplin

Luka yang sulit sembuh pada penderita diabetes disebabkan oleh kadar gula darah yang tidak terkontrol sehingga terus-menerus tinggi. 

Oleh karena itu, penderita diabetes harus mengontrol kadar gula darah dengan disiplin. Konsultasikan dengan dokter agar mendapat pengobatan yang tepat. 

c. Lakukan Perawatan Luka Secara Rutin

Perawatan luka penting dilakukan agar luka tidak terinfeksi dan cepat sembuh. Lakukan perawatan luka secara rutin. Jika diperlukan, mintalah bantuan tenaga medis untuk melakukan perawatan luka. 

d. Perhatikan Tanda-tanda Infeksi

Bila luka semakin bengkak, menghitam, bernanah, atau mengeluarkan cairan serta terdapat gejala ssepert demam, segera ke rumah sakit untuk mendapat perawatan lebih lanjut. 

Cara Mencegah Diabetes Basah

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah diabetes basah:

a. Kendalikan Kadar Gula Darah

Menjaga kadar gula darah agar tetap stabil adalah kunci utama. Lakukan pemeriksaan gula darah secara rutin, ubah pola makan menjadi pola makan sehat dengan membatasi gula tambahan serta karbohidrat olahan.

Jika mendapat obat diabetes, maka konsumsi lah secara rutin sesuai dengan petunjuk dokter. 

b. Rutin Merawat Kaki

Kaki adalah bagian tubuh yang sering mengalami luka. Karena itu, periksa kondisi kaki setiap hari, terutama jika ada luka kecil, lecet, atau kapalan. Gunakan pelembab untuk mencegah kulit kering dan pecah-pecah. Pilih sepatu yang nyaman dan tidak sempit agar tidak menimbulkan tekanan atau gesekan pada kaki.

c. Rutin Kontrol ke Dokter

Pemeriksaan rutin penting dilakukan oleh penderita diabetes. Pemeriksaan rutin dapat membantu mendeteksi dan mencegah terjadinya komplikasi seperti gangguan pembuluh darah dan kerusakan saraf sejak dini. 

d. Hindari Merokok dan Alkohol

Merokok dan konsumsi alkohol dapat memperburuk kondisi diabetes. Selain itu, merokok juga menjadi faktor risiko gangguan pembuluh darah. Hal ini dapat mengganggu sirkulasi dan menghambat penyembuhan luka. 

Konsultasi dan Pemantauan Diabetes di Primecare Clinic

Primecare Clinic menyediakan layanan pemantauan, termasuk CGM dan pengelolaan gula darah bersama dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Segera periksa dan konsultasikan kadar gula darah sejak dini sebelum gejala muncul. Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes, termasuk pemantauan CGM, edukasi gizi, dan pendampingan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!

primecare

Jakarta Panglima Polim

Jl. Panglima Polim IX No.16, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan

Jakarta Tebet

Jl. Tebet Barat Dalam II No.46 14, Tebet Barat, Kota Jakarta Selatan

Samarinda

Jl. Muso Salim No.28, Karang Mumus, Kota Samarinda


Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.



Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.