Sudah Diet tapi Gula Darah Masih Tinggi? Ini Penjelasannya!

Banyak penderita diabetes merasa bingung ketika sudah menjalani pola makan sehat dan membatasi gula, tetapi kadar gula darah tetap tinggi. Kondisi ini tentu membuat frustrasi, seolah semua usaha terasa sia-sia. Faktanya, naik-turunnya gula darah tidak hanya dipengaruhi oleh jenis makanan, tetapi juga berbagai faktor lain yang saling berkaitan.
Penyebab Gula Darah Masih Tinggi Meski Sudah Diet
Beberapa hal berikut bisa menjelaskan mengapa kadar gula darah tetap sulit turun meski pola makan sudah diatur dengan baik:
1. Pola Makan Belum Seimbang
Mengurangi gula saja tidak cukup. Asupan lemak berlebih atau karbohidrat tersembunyi dari saus, camilan, dan minuman kemasan dapat meningkatkan kadar gula darah tanpa disadari.
2. Kelebihan Porsi Makan
Makanan sehat pun bisa menyebabkan lonjakan gula darah jika dikonsumsi berlebihan. Porsi yang tepat perlu disesuaikan dengan kebutuhan energi dan berat badan masing-masing. Untuk mengetahui kebutuhan kalori, Anda bisa mengklik tautan ini! Sementara itu, untuk mengecek apakah berat badan sudah ideal atau belum, Anda bisa mengklik tautan ini!
3. Kurang Aktivitas Fisik
Ketika tubuh jarang bergerak, gula yang masuk tidak digunakan sebagai energi dan akhirnya menumpuk dalam darah. Aktivitas fisik rutin membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan menjaga gula darah tetap stabil.
4. Stres dan Kurang Tidur
Tubuh yang stres memproduksi lebih banyak hormon kortisol, yang dapat menaikkan kadar gula darah meski pola makan sudah dijaga dengan baik. Selain itu, kurang tidur juga mengganggu keseimbangan hormon, meningkatkan nafsu makan, dan membuat kontrol gula darah semakin sulit.
Diet Diabetes yang Tepat
Prinsip utama dari diet diabetes adalah mengatur jenis, jumlah, dan jadwal makan (konsep 3J).
1. Jenis
Pilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah, ubi, atau roti gandum. Perbanyak sayur, buah rendah gula, dan protein tanpa lemak.
2. Jumlah
Jaga porsi makan agar tidak berlebihan. Gunakan konsep “piring T”, yaitu setengah bagian untuk sayur, seperempat untuk sumber karbohidrat, dan seperempat lainnya untuk protein.
3. Jadwal
Konsumsi makanan secara teratur, 3 kali makan utama dan 2 kali camilan sehat. Pola makan yang konsisten membantu menjaga gula darah tetap stabil sepanjang hari.
Selain pengaturan makan, aktivitas fisik juga memiliki peran penting. Berjalan kaki 20–30 menit setiap hari dapat membantu tubuh menggunakan gula darah sebagai sumber energi sekaligus meningkatkan sensitivitas terhadap insulin.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika kadar gula darah tetap tinggi meski sudah menjaga pola makan dan rutin berolahraga, segera konsultasikan ke dokter spesialis penyakit dalam (Sp.PD). Dokter akan mengevaluasi kemungkinan adanya resistensi insulin, stres hormonal, atau efek samping obat. Di Primecare Clinic, terdapat dokter spesialis penyakit dalam yang merupakan spesialis di bidang diabetes, yaitu dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM.
Selain itu, dokter gizi klinik (Sp.GK) juga bisa membantu menyusun kembali rencana makan yang lebih sesuai dengan kondisi tubuh dan kebutuhan harian.
Konsultasi dan Pemantauan Diabetes/Prediabetes di Primecare Clinic
Primecare Clinic menyediakan layanan pemantauan, termasuk CGM dan pengelolaan gula darah bersama dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Segera periksa dan konsultasikan kadar gula darah sejak dini sebelum gejala muncul. Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.
Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes, termasuk pemantauan CGM, edukasi gizi, dan pendampingan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan Anda seperti menurunkan HbA1C. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!

