Apakah Penderita Diabetes Boleh Minum Teh? Simak Faktanya!

October 28, 2025 by Primecare Clinic
38628-_1_-1200x801.webp

Teh menjadi salah satu minuman yang paling sering dikonsumsi, baik saat pagi untuk memulai hari maupun sore untuk bersantai. Aromanya yang khas dan rasanya yang menenangkan membuat banyak orang menjadikannya bagian dari rutinitas harian. Meski begitu, bagi penderita diabetes, kebiasaan ini tidak bisa dilakukan sembarangan.

Bolehkah Penderita Diabetes Minum Teh?

Penderita diabetes boleh minum teh, asalkan tidak diberi tambahan gula atau pemanis tinggi kalori. Teh tanpa gula justru bisa memberikan manfaat kesehatan karena mengandung antioksidan alami seperti polifenol dan katekin. Zat ini dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi stres oksidatif, dua faktor penting dalam menjaga kestabilan kadar gula darah.

Namun, yang perlu diwaspadai adalah cara penyajiannya. Teh yang diberi gula pasir, madu, atau susu kental manis bisa meningkatkan asupan gula berlebih dan menyebabkan lonjakan glukosa darah, terutama jika diminum setiap hari.

Kandungan Gizi dan Indeks Glikemik Teh

Teh tanpa pemanis memiliki indeks glikemik (IG) sebesar 0, karena tidak mengandung karbohidrat yang dapat meningkatkan kadar gula darah. Setiap jenis teh memiliki komponen aktif yang berbeda, sehingga manfaatnya bagi tubuh juga dapat bervariasi.

1. Teh Hijau

Teh hijau kaya katekin, yaitu antioksidan yang dapat membantu menurunkan kadar gula darah dan lemak tubuh. Konsumsi teh hijau secara teratur akan mendukung keseimbangan metabolisme tubuh.

2. Teh Hitam

Teh hitam mengandung theaflavin dan thearubigin yang memperlambat penyerapan glukosa di usus. Kandungan ini membantu menjaga kestabilan kadar gula darah setelah makan dan mendukung fungsi metabolik tubuh.

3. Teh Oolong

Teh oolong mengandung katekin dalam jumlah sedang. Kandungan ini membuat teh oolong berpotensi membantu mencegah komplikasi diabetes yang berkaitan dengan kesehatan kardiovaskular.

Namun, beberapa penelitian juga menemukan bahwa konsumsi teh oolong dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 di kemudian hari. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lanjutan untuk memastikan manfaatnya. 

4. Teh Herbal

Teh herbal seperti chamomile dan rosella bebas kafein, sehingga aman bagi individu yang sensitif terhadap kafein. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa chamomile dapat membantu memperbaiki kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2.

Cara Minum Teh yang Aman untuk Penderita Diabetes

Agar teh tetap memberi manfaat tanpa mengganggu kadar gula darah, beberapa hal berikut bisa diterapkan:

1. Pilih Teh Tanpa Gula

Nikmati teh dalam bentuk aslinya tanpa tambahan pemanis. Jika ingin sedikit rasa manis, gunakan pemanis alami rendah kalori seperti stevia agar kadar gula darah tetap terjaga.

2. Hindari Teh Kemasan

Teh manis kemasan umumnya mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi. Sebaiknya seduh teh sendiri agar komposisi dan kadar gulanya lebih terkontrol.

3. Batasi Konsumsi 1–2 Cangkir Per Hari

Minum teh secukupnya setiap hari. Terlalu banyak teh, terutama yang mengandung kafein, dapat menyebabkan jantung berdebar dan mengganggu kualitas tidur.

4. Variasikan Jenis Teh

Sesekali pilih jenis teh yang berbeda untuk memperoleh manfaat yang beragam. 

Kapan Penderita Diabetes Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan ke dokter jika setelah minum teh muncul gejala seperti jantung berdebar, sulit tidur, mual, atau kadar gula darah tidak stabil.

Penderita diabetes disarankan berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam untuk evaluasi pengaturan kadar gula darah, serta dengan dokter gizi klinik untuk mendapatkan panduan jenis minuman dan pola makan yang sesuai dengan kondisi tubuh.

Konsultasi dan Pemantauan Diabetes di Primecare Clinic

Primecare Clinic menyediakan layanan pemantauan, termasuk CGM dan pengelolaan gula darah bersama dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Segera periksa dan konsultasikan kadar gula darah sejak dini sebelum gejala muncul. Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes, termasuk pemantauan CGM, edukasi gizi, dan pendampingan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan Anda seperti menurunkan HbA1C. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!

primecare

Jakarta Panglima Polim

Jl. Panglima Polim IX No.16, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan

Jakarta Tebet

Jl. Tebet Barat Dalam II No.46 14, Tebet Barat, Kota Jakarta Selatan

Samarinda

Jl. Muso Salim No.28, Karang Mumus, Kota Samarinda


Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.



Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.