Kulit Kering pada Penderita Diabetes – Penyebab, Bahaya, dan Cara Pencegahan, serta Terapinya

September 3, 2025 by Primecare Clinic
966-1-1200x800.webp

Memiliki kulit normal dan sehat adalah keinginan bagi semua orang. Kulit dapat dikatakan normal jika dalam kondisi seimbang dimana kulit dalam keadaan tidak kering dan juga tidak berminyak. Sayangnya, tidak semua orang dapat memiliki kulit yang normal dan sehat karena adanya kondisi tertentu, salah satunya yaitu kondisi kulit kering.

Masalah pada kulit kering biasanya terjadi karena kurangnya hidrasi sehingga kelembapan pada kulit berkurang yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman. Kondisi kulit kering juga sering menjadi gejala yang menyertai beberapa penyakit, salah satunya adalah diabetes. 

Apa itu Kulit Kering pada Penderita Diabetes?

Kulit kering adalah kondisi yang sering terjadi pada penderita diabetes yang diakibatkan oleh beberapa faktor. Hal ini perlu menjadi perhatian khusus karena penderita diabetes rentan terkena infeksi. Infeksi pada kulit nantinya dapat menjadi komplikasi kulit yang lebih parah sehingga perlu mendapat perawatan dan terapi yang tepat.

Apakah Kulit Kering selalu Menjadi Gejala Diabetes?

Tidak, kulit kering tidak selalu ditemukan pada penderita diabetes. Selain diabetes, kondisi kulit kering sering ditemukan pada orang normal yang mengalami kehilangan kelembapan kulit. Akan tetapi, kulit kering sering menjadi gejala yang dirasakan oleh penderita diabetes karena beberapa sebab. 

Penyebab Kulit Kering pada Penderita Diabetes

Beberapa penyebab kulit kering pada penderita diabetes saling berhubungan, adalah:

1. Sirkulasi darah yang kurang baik

Meningkatnya kadar gula dalam darah menyebabkan gangguan sirkulasi darah ke kulit dan terjadi penarikan cairan dari sel dimana kedua hal ini menyebabkan dehidrasi sehingga kulit menjadi kering.

2. Neuropati otonom 

Neuropati otonom (gangguan saraf) merupakan salah satu komplikasi yang sering terjadi pada pasien diabetes. Salah satu penyebab kerusakan saraf dapat juga disebabkan karena tingginya kadar gula dalam darah. Hal ini menyebabkan menurunnya produksi keringat sehingga kulit kehilangan kelembapan dan menjadi kering.

Apa Bahaya Kulit Kering pada Penderita Diabetes?

Sebetulnya, kulit kering tidak memberikan efek yang berbahaya secara langsung. Namun, kulit kering yang tidak dirawat dengan baik dapat memperparah kondisi yang kemudian menimbulkan komplikasi. Berikut beberapa kondisi yang dapat memicu bahayanya kulit kering pada penderita diabetes jika tidak dirawat dengan tepat, yaitu:

1. Rasa gatal yang dapat mengiritasi kulit

Kulit kering dapat menimbulkan rasa gatal yang kadang sulit dikontrol untuk tidak menggaruknya. Aktivitas menggaruk pada kulit kering dapat berbahaya karena dapat menyebabkan rusaknya skin barrier kulit dan membuat kulit mudah terluka.

2. Dapat memicu infeksi

Pasien diabetes sangat rentan terhadap infeksi. Kondisi dimana terdapat robekan kulit atau kulit pecah-pecah yang disebabkan oleh kulit kering dapat memudahkan kulit yang luka tadi menjadi port de entry (jalur masuk) bagi mikroba penyebab infeksi. 

3. Komplikasi

Karena pasien diabetes memiliki kadar gula yang tinggi dalam darah, proses perbaikan luka akan berjalan lambat dan kemampuan imunitas tubuh yang digunakan untuk melawan bakteri menurun. Jika infeksi tidak ditangani dengan cepat dan tepat, hal ini dapat menimbulkan komplikasi yang lebih parah.

Salah satu komplikasi yang sering terjadi pada penderita diabetes adalah kaki diabetik yang dapat berkembang menjadi ulkus diabetik. Kondisi ini dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas, serta menurunkan kualitas hidup pasien.

Pencegahan dan Terapi untuk Kulit Kering pada Penderita Diabetes

Banyak hal yang dapat dilakukan untuk memperbaiki tekstur kulit agar terhindar dari kulit kering. Selain itu, beberapa tips di bawah ini juga bisa menjadi manajemen terapi pada penderita diabetes yang mengalami kulit kering, di antaranya: 

1. Kontrol gula darah

Bagi penderita diabetes, salah satu target terapi obat antidiabetes (OAD) adalah mengontrol kondisi hiperglikemia yang nantinya dapat mengurangi aktivitas penarikan cairan dari sel sehingga mencegah terjadinya dehidrasi pada kulit.

2. Gunakan pelembab setiap hari

Beberapa tips yang dapat digunakan dalam memilih pelembab, di antaranya:

  1. Gunakan krim atau salep karena dapat memberikan efek healing lebih baik daripada lotion untuk kulit kering.
  2. Pilih krim atau salep yang mengandung ceramide, tetapi tidak mengandung pewangi (fragrance)
  3. Gunakan krim atau salep setelah mandi, berenang, dan kapan pun merasa kering.
  4. Pada saat sebelum tidur, untuk kondisi tumit pecah-pecah dapat melakukan tips di bawah ini:
  • menggunakan krim yang mengandung urea 10-25%. 
  • setelahnya, dapat juga ditambahkan salep/krim lainnya, seperti petroleum jelly.
  • selanjutnya, gunakan kaus kaki katun ketika tidur untuk menjaga kelembapan telapak kaki.

3. Gunakan sabun dengan formula bahan yang lembut

Sabun dengan bahan antiseptik dapat mengiritasi kulit yang sensitif sehingga dapat memperparah kondisi kulit kering. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk memilih sabun dengan formula bahan yang lembut.

4. Berikan penanganan segera pada kulit yang luka

Penanganan awal kulit yang luka adalah dengan membersihkan luka menggunakan air bersih atau cairan NaCl 0,9%. Kemudian gunakan salep antibiotik untuk mencegah terjadinya infeksi pada kulit yang dapat menyebabkan komplikasi. 

5. Melakukan perawatan pada kaki

  1. Potong kuku secara teratur untuk menjaga kuku agar tidak panjang dengan tujuan untuk menghindari infeksi di bawah kuku dan mencegah terjadinya iritasi jika tidak sengaja menggaruk akibat rasa gatal yang mengganggu.
  2. Perhatikan adanya kalus. Jika terdapat kalus pada telapak kaki segera lakukan perawatan medis agar tidak menimbulkan retakan/kulit pecah-pecah yang dapat menjadi jalur masuk infeksi. 

Kapan Penderita Diabetes dengan Kulit Kering Perlu ke Dokter?

Beberapa kondisi kulit kering pada penderita diabetes membutuhkan penanganan khusus yang tidak dapat dilakukan di rumah, di antaranya: 

1. Jika kulit kering tidak kunjung membaik dan menimbulkan rasa tidak nyaman

Biasanya terapi kulit kering berupa pemberian pelembab dapat diresepkan oleh dokter umum ataupun dokter spesialis penyakit dalam. Namun, jika kondisi ini tidak kunjung membaik dapat dirujuk ke dokter spesialis dermatologi. 

2. Adanya tanda atau gejala yang mengarah pada infeksi kulit

Beberapa kondisi komplikasi akibat infeksi kulit seperti selulitis, pasien dapat diberikan rujukan ke dokter spesialis bedah untuk diperiksa dan diterapi lebih lanjut.

3. Luka yang tidak sembuh atau memburuk

Jika pasien sudah melakukan perawatan luka di rumah atas anjuran dokter, tetapi kondisi lukanya tidak membaik dan cenderung bertambah parah, seperti adanya nanah pada luka, terdapat kerak berwarna kekuningan maka pasien dapat memeriksakan kembali kondisi lukanya ke dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP), baik itu oleh dokter umum ataupun dokter spesialis penyakit dalam, dimana pasien melakukan kontrol rutin. 

Jika kondisi luka bertambah parah dan menimbulkan komplikasi, seperti ulkus diabetik yang dalam maka pasien akan dirujuk ke dokter spesialis bedah untuk dilakukan prosedur perawatan luka yang lebih lanjut.

Kenapa CGM Jadi Pilihan yang Lebih Efektif?

Dengan data yang terekam otomatis, CGM membantu dokter memahami pola gula darahmu secara menyeluruh, termasuk waktu-waktu kritis di mana gula darah sering melonjak atau turun drastis.

Manfaat nyata CGM antara lain:
✅ Mendeteksi fluktuasi gula darah lebih cepat sebelum menyebabkan gejala berat.
✅ Membantu dokter memberikan penyesuaian terapi yang tepat waktu.
✅ Membantu kamu mengatur pola makan dan aktivitas fisik dengan lebih bijak.
✅ Mencegah komplikasi serius, seperti hipoglikemia berat, hiperglikemi, hingga kondisi darurat medis.

Dengan kata lain, CGM memberi kamu dan doktermu kendali penuh atas kondisi tubuh, bukan sekadar reaksi setelah gejala muncul.

Menurut dr. Samuel Alexsander, selaku edukator diabetes di Primecare Clinic Tebet, Continuous Glucose Monitoring (CGM) merupakan salah satu inovasi terbaru dalam pemantauan kadar gula darah.

“Kalau dulu, kita hanya bisa mengetahui kadar gula darah lewat pemeriksaan dengan alat tes yang menusuk jari—hasilnya hanya menggambarkan kondisi pada satu waktu tertentu saja, seperti melihat satu potongan kecil dari puzzle besar. Sedangkan dengan CGM, kita dapat memantau kadar gula darah secara real-time dan berkelanjutan hingga 14 hari, sehingga gambaran yang terlihat menjadi jauh lebih utuh,” jelas dr. Samuel.

Ia menambahkan, setiap orang memiliki respons yang berbeda terhadap makanan yang dikonsumsi. “Ada orang yang setelah makan nasi satu piring gula darahnya langsung melonjak, ada juga yang tidak terlalu berubah. Dengan CGM, kita bisa melihat bagaimana tubuh kita sendiri bereaksi terhadap berbagai jenis makanan, aktivitas, atau bahkan stres harian. Dari situ, kita jadi bisa lebih mengenali tubuh sendiri dan mengambil langkah yang lebih tepat untuk menjaga kestabilan gula darah,” tambahnya.

Menariknya, teknologi CGM ini tidak hanya bermanfaat bagi pengidap diabetes, tetapi juga cocok digunakan untuk skrining bagi mereka yang memiliki riwayat atau keturunan diabetes, maupun bagi komunitas dan individu yang antusias menjaga kesehatan. Dengan menggunakan CGM, pengguna bisa mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana gaya hidup dan pola makan memengaruhi kadar gula darah mereka—bahkan sebelum muncul gejala atau diagnosis medis tertentu.

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic

Primecare Clinic adalah klinik diabetes yang menyediakan program manajemen diabetes (tersedia CGM) dan layanan dokter spesialis untuk diabetes seperti penyakit dalam, gizi klinik, kulit, dsb. Kalau kamu memiliki diabetes dan tertarik untuk tahu lebih lanjut terkait layanan dokter dan program manajemen diabetes, klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!

primecare

Jakarta Panglima Polim

Jl. Panglima Polim IX No.16, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan

Jakarta Tebet

Jl. Tebet Barat Dalam II No.46 14, Tebet Barat, Kota Jakarta Selatan

Samarinda

Jl. Muso Salim No.28, Karang Mumus, Kota Samarinda


Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.



Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.