Penyakit yang Rentan Dialami Anak Usai Liburan Sekolah

Liburan panjang sering kali menjadi momen yang paling dinanti oleh anak-anak. Namun ada sisi lain yang perlu diwaspadai orang tua, yaitu risiko sakit. Apa saja penyakit yang rentan dialami anak usai liburan sekolah?
Menjelang berakhirnya masa liburan dan saat anak-anak perlu kembali ke rutinitas sekolah, tidak jarang mereka justru menunjukkan gejala kurang sehat.
Mulai dari batuk, pilek, hingga gangguan pencernaan. Apa yang sebenarnya terjadi, dan bagaimana orang tua bisa mengantisipasinya?
Mengapa anak rentan sakit setelah liburan?
Salah satu penyebab utama anak mudah jatuh sakit usai liburan adalah penurunan daya tahan tubuh. Saat liburan, tanpa sadar terjadi banyak perubahan pada keseharian aktivitas anak.
Termasuk di antaranya perubahan pola tidur, pola makan yang tidak teratur, kurang gerak, serta paparan lingkungan baru yang kurang higienis.
Selain itu, saat kembali ke sekolah, anak akan kembali berinteraksi dengan banyak teman. Lingkungan padat seperti ini memudahkan penularan penyakit menular, terutama penyakit infeksi.
Apa saja penyakit yang rentan dialami anak usai liburan sekolah?
Berikut ini adalah daftar penyakit yang sering menyerang anak-anak setelah masa liburan berakhir:
1. ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut)
ISPA merupakan salah satu penyakit yang paling umum terjadi usai liburan, terutama jika anak sering berpindah tempat dan terpapar cuaca atau udara yang kurang bersih.
Gejalanya yakni batuk, pilek, demam, dan sakit tenggorokan. Kondisi ini banyak disebabkan oleh virus seperti influenza atau rhinovirus yang sangat mudah menular, terutama di lingkungan tertutup seperti ruang kelas.
2. Diare
Perubahan pola makan selama liburan, terutama konsumsi makanan yang kurang higienis, dapat memicu gangguan pencernaan, termasuk diare.
Gejalanya yakni sakit perut, mual, muntah, dan sering buang air besar.
3. Demam Berdarah Dengue (DBD)
Jika anak menghabiskan waktu libur di daerah endemis DBD, risiko tertular meningkat akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti.
Gejala yang perlu diperhatikan yakni seperti demam tinggi mendadak, nyeri sendi dan otot, munculnya bintik-bintik merah di kulit.
4. Infeksi kulit
Infeksi kulit seperti impetigo atau infeksi jamur juga umum terjadi, terutama jika anak berkegiatan di lingkungan yang lembap atau tidak menjaga kebersihan tubuh.
Perhatikan tanda dan gejala yang muncul, seperti ruam, gatal, bercak merah, dan luka kecil yang bernanah.
Infeksi kulit sangat mudah menular akibat bakteri atau jamur yang berkembang di kulit yang lembap atau kotor.
5. Mata merah (Konjungtivitis)
Berlibur ke tempat ramai atau berenang di kolam umum bisa memicu infeksi mata.
Jangan sepelekan jika mata tampak merah, berair, terasa gatal, bisa disertai keluarnya cairan seperti nanah. Penyebabnya bisa karena infeksi virus atau bakteri, dan bisa menular melalui sentuhan langsung.
6. Sakit kepala
Perubahan pola tidur dan kelelahan berlebih selama liburan bisa memicu sakit kepala. Gejala tambahan termasuk seperti kepala yang terasa berat, nyeri di pelipis, dan leher tegang.
Kondisi ini sangat mudah terjadi akibat kurang tidur, stres ringan, atau dehidrasi.
Tips menangani anak yang sakit setelah liburan
Jika anak menunjukkan gejala sakit setelah masa libur, ada langkah awal yang dapat dilakukan orang tua.
Pertama, segera atasi gejala awal. Untuk ISPA, pastikan anak cukup istirahat dan minum cairan hangat. Bila perlu, berikan obat penurun demam. Jika terkena diare, segera berikan oralit atau cairan rehidrasi untuk mencegah dehidrasi.
Pada demam tinggi tanpa sebab yang jelas, awasi intensitasnya dan perhatikan apakah ada gejala DBD.
Jangan tunda konsultasi ke dokter. Apabila gejala tidak membaik dalam 2-3 hari, atau justru memburuk, segera konsultasikan ke dokter. Terutama jika disertai demam tinggi terus-menerus, muntah, atau nyeri hebat.
Jika perlu, berikan waktu bagi anak untuk istirahat total di rumah terlebih dahulu dan hindari interaksi dengan teman sebaya di sekolah. Ini penting untuk mencegah penyebaran penyakit menular kepada anak-anak lainnya.
Sebagai orang tua, penting untuk waspada namun tidak panik. Lakukan pencegahan, siapkan pola hidup sehat sejak sebelum liburan usai, dan tanggapi gejala dengan cepat dan tepat.
Saat ini, terdapat dokter spesialis anak di Primecare clinic cabang Panglima Polim dan Tebet (Jakarta Selatan), serta Samarinda.


