4 Perbedaan Pap Smear dan HPV DNA

Terdapat dua prosedur yang umumnya digunakan untuk skrining kanker serviks, yaitu pap smear dan HPV DNA. Bagaimana perbedaan dan perbandingannya? Berikut penjelasannya!
1. Tujuan
Tujuan dari pap smear adalah skrining awal, bahkan pap smear thinprep bisa menghasilkan hasil yang lebih bersih. Sementara itu, HPV DNA bertujuan untuk mendeteksi virus HPV risiko tinggi.
2. Metode
Pap smear konvensional dilakukan dengan sampel sel dioles langsung ke kaca objek dan thinprep dengan sampel dimasukkan ke cairan khusus. Sementara itu, HPV DNA mendeteksi virus HPV dari sampel serviks.
3. Frekuensi
Frekuensi pap smear adalah setahun sekali, sementara itu frekuensi HPV DNA adalah 3-5 tahun sekali dan umumnya dimulai di usia 30 tahun atau lebih.
4. Catatan
Pap smear lebih ekonomis, tapi akurasi dipengaruhi lendir. Sementara itu, HPV DNA melihat keberadaan virus.
Mana Skrining Kanker Serviks yang Lebih Baik?
Pap smear dan HPV DNA sama-sama bisa digunakan untuk skrining kanker serviks. Untuk akurasi dan sesitivitas, HPV DNA dikatakan lebih baik. Untuk usia 30 tahun lebih, sebaiknya HPV DNA. Namun, untuk skrining awal, terutama di usia 20-an, pap smear bisa dilakukan.
Anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis obgyn untuk menentukan apakah sebaiknya pap smear atau HPV DNA.
Ayo Skrining Kanker Serviks
Baik itu pap smear atau HPV DNA sama-sama bisa digunakan untuk skrining kanker serviks. Pap smear cocok untuk skrining awal dan tahunan. Sementara itu, HPV DNA cocok untuk wanita berusia 30 tahun dan lebih tua.
Di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tersedia layanan pap smear dan HPV DNA. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!

