Apakah Penderita Diabetes Boleh Makan Sushi? Ini Penjelasannya!

January 20, 2026 by Primecare Clinic
1279-1-1200x960.webp

Sushi dikenal sebagai salah satu makanan khas Jepang yang populer di banyak negara, termasuk Indonesia. Kombinasi nasi, ikan, dan sayuran membuat sushi sering dianggap sebagai pilihan makan yang relatif sehat. Namun, bagi penderita diabetes, komposisi nasi dan cara penyajiannya tetap perlu menjadi perhatian khusus.

Bolehkah Penderita Diabetes Makan Sushi?

Secara umum penderita diabetes tetap boleh mengonsumsi sushi, selama porsinya terkontrol dan jenis sushi yang dipilih lebih sehat. Nasi sushi biasanya dicampur cuka dan terkadang ada tambahan gula, sehingga tetap berpotensi meningkatkan gula darah. 

Meski begitu, kandungan ikan dan sayuran di dalam sushi dapat memberikan protein dan serat yang membantu menyeimbangkan respons gula darah. Oleh karena itu, pemilihan jenis sushi dan pengaturan porsi menjadi hal yang penting.

Zat Gizi dan Indeks Glikemik Sushi

Kandungan gizi sushi sangat bergantung pada jenis dan cara penyajiannya. Secara umum, sushi mengandung nasi putih sebagai sumber karbohidrat, ikan atau seafood sebagai sumber protein dan lemak sehat, serta sayuran seperti timun dan rumput laut. Pada beberapa jenis sushi, terdapat pula tambahan saus seperti mayones atau saus manis yang dapat meningkatkan kandungan kalori dan gula.

Berdasarkan beberapa data, indeks glikemik sushi dapat berada di kisaran sedang, tergantung pada jenis sushi dan jumlah nasi yang digunakan. Penambahan cuka pada nasi sushi memang dapat sedikit membantu memperlambat respons glikemik, namun hal ini tidak menghilangkan efek karbohidrat dari nasi putih itu sendiri.

Bahaya Makan Sushi Secara Berlebihan bagi Penderita Diabetes

Jika dikonsumsi terlalu sering atau dalam jumlah besar, sushi dapat meningkatkan beberapa risiko berikut:

1. Lonjakan Gula Darah

Dominasi nasi pada sushi dapat menyebabkan peningkatan gula darah yang cukup signifikan, terutama pada sushi roll dengan porsi nasi lebih banyak dibandingkan isiannya.

2. Asupan Kalori Berlebih

Jenis sushi tertentu mengandung mayones, saus manis, atau digoreng (tempura). Hal ini meningkatkan kalori dan lemak, yang dapat berdampak pada kenaikan berat badan bila dikonsumsi berlebihan.

3. Asupan Natrium Tinggi

Kecap asin (soy sauce) yang biasa digunakan sebagai cocolan mengandung natrium tinggi. Asupan garam berlebih dapat meningkatkan tekanan darah, yang perlu diwaspadai pada penderita diabetes.

4. Risiko Keamanan Pangan

Pada sushi berbahan ikan mentah, terdapat potensi paparan bakteri atau parasit jika tidak diolah dengan higienis. Hal ini perlu diperhatikan terutama pada individu dengan sistem imun yang lebih rentan.

Cara Makan Sushi dengan Aman bagi Penderita Diabetes

Agar tetap dapat menikmati sushi tanpa mengganggu kontrol gula darah, beberapa langkah berikut dapat diterapkan:

1. Batasi Porsi

Konsumsi sushi dalam jumlah wajar untuk menjaga asupan karbohidrat tetap terkendali.

2. Pilih Jenis Sushi yang Lebih Sehat

Utamakan sushi dengan lebih banyak ikan dan sayuran, pilih sushi dengan porsi nasi lebih sedikit. Hindari sushi goreng atau yang menggunakan saus manis.

3. Gunakan Kecap Asin Secukupnya

Batasi penggunaan kecap asin, dan pilih versi rendah natrium jika tersedia.

4. Perhatikan Kombinasi Menu

Sebaiknya hindari mengombinasikan sushi dengan sumber karbohidrat lain atau minuman manis dalam satu waktu makan.

Kapan Penderita Diabetes Harus ke Dokter?

Penderita diabetes disarankan berkonsultasi ke dokter apabila gula darah meningkat setelah mengonsumsi sushi. Konsultasi dapat dilakukan dengan dokter spesialis penyakit dalam untuk evaluasi kondisi medis, serta dengan ahli gizi atau dokter gizi klinik untuk membantu mengatur pola makan yang sesuai.

Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic

Jika Anda mengalami kesulitan mengontrol gula darah, mengalami gula darah tinggi, atau mengalami diabetes, konsultasikan masalah tersebut di Primecare Clinic. 

Primecare clinic menyediakan layanan konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan program manajemen diabetes yang lengkap, termasuk Continuous Glucose Monitoring (CGM).  Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.

Jangan tunggu sampai muncul gejala dan komplikasi, mulailah memantau gula darah sejak secara rutin dan konsultasi dengan dokter terkait. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!

primecare

Jakarta Panglima Polim

Jl. Panglima Polim IX No.16, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan

Jakarta Tebet

Jl. Tebet Barat Dalam II No.46 14, Tebet Barat, Kota Jakarta Selatan

Samarinda

Jl. Muso Salim No.28, Karang Mumus, Kota Samarinda


Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.



Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.