Gula Darah Naik hingga 600 mg/dL – Penyebab, Risiko, dan Cara Mengatasinya

November 18, 2025 by Primecare Clinic
the-level-of-sugar-in-the-blood-3310318_1280-1200x800.webp

Kadar gula darah yang normal adalah 70-99 mg/dL saat puasa, antara 70-139 mg/dL dua jam setelah makan, serta kurang dari 200 mg/dL untuk pemeriksaan gula darah sewaktu. 

Kadar gula darah naik mencapai 600 mg/dL adalah kondisi darurat yang tidak boleh diabaikan. Lonjakan gula darah yang ekstrem ini dapat membahayakan fungsi organ tubuh dan berisiko menyebabkan penurunan kesadaran hingga koma.

Apa penyebab gula darah melonjak hingga 600 mg/dL? Berikut penjelasan mengenai penyebab, bahaya yang menyertai, serta apa yang harus dilakukan bila seseorang mengalami kenaikan gula darah hingga 600 mg/dL.

Penyebab Gula Darah Naik sampai 600 mg/dL

Kadar gula darah yang naik hingga 600 mg/dL dapat disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari pola hidup, gangguan hormon, serta penyakit tertentu. Beberapa faktor yang paling sering memicu lonjakan gula darah meliputi:

a. Masalah pada Hormon insulin

Insulin adalah hormon berperan penting dalam metabolisme glukosa. Insulin membantu glukosa dari aliran darah masuk ke dalam sel untuk diubah dimetabolisme.

Bila terjadi masalah pada hormon insulin, maka proses pemasukan glukosa ke dalam sel akan terganggu sehingga glukosa tetap berada di aliran darah. Hal ini akan menyebabkan kadar gula darah semakin naik.

Masalah insulin yang sering terjadi adalah produksinya yang tidak mencukupi atau bahkan tidak ada sama sekali, seperti pada diabetes tipe 1. Sedangkan pada diabetes tipe 2, terjadi resistensi insulin sehingga fungsi insulin tidak maksimal. 

Bila kondisi ini tidak segera ditangani, maka metabolisme glukosa akan terus terganggu dan menyebabkan lonjakan gula darah, bahkan hingga mencapai 600 mg/dL

b. Infeksi atau Penyakit Akut

Beberapa penyakit atau infeksi dapat memicu kondisi hiperglikemia lewat peningkatan hormon stres. Stres akibat infeksi atau penyakit tertentu menyebabkan respon hormonal berupa peningkatan katekolamin, kortisol dan growth hormon yang selanjutnya meningkatkan proses lipolisis, menurunkan produksi insulin dan menyebabkan resistensi insulin perifer. Mekanisme tersebut menyebabkan pasien mengalami hiperglikemia atau peningkatan kadar gula darah. 

c. Penggunaan Obat Tertentu

Beberapa obat diketahui dapat menaikkan gula darah, yaitu

  • Obat golongan kortikosteroid yang dikenal sebagai antiradang (misalnya prednisone)
  • Obat hipertensi golongan diuretik tiazid
  • Obat antipsikotik
  • Obat imunosupresif

Obat-obatan ini dapat memicu hiperglikemia berat, terutama pada seseorang yang sudah memiliki risiko diabetes.

d. Konsumsi Makanan Tinggi Gula

Sering mengonsumsi makanan berkarbohidrat sederhana dapat meningkatkan kadar gula darah. Apalagi jika tidak diimbangi dengan olahraga, sehingga gula yang dikonsumsi tidak dimetabolisme semua menjadi energi.

Terlalu sering mengonsumsi makanan manis meningkatkan risiko resistensi insulin yang kemudian bisa berkembang menjadi diabetes tipe 2.

e. Tidak Mengonsumsi Obat Diabetes Sesuai Resep

Bagi penderita diabetes yang sedang dalam pengobatan, baik minum obat oral atau menggunakan suntikan insulin, maka harus mengonsumsi obat sesuai dengan yang dianjurkan oleh dokter. Melewatkan dosis obat dapat menyebabkan kenaikan kadar gula darah, apalagi jika disertai dengan pola makan tidak sehat dan tinggi gula.

Mengapa Gula Darah Bisa Naik Sampai 600 mg/dL?

Pada kondisi normal, hormon insulin akan membantu memindahkan glukosa dari aliran darah ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi. Namun ketika jumlah insulin kurang atau tidak bekerja dengan baik, glukosa tidak dapat masuk ke sel sehingga menumpuk di dalam darah.

Akibatnya, sel-sel tubuh tidak mendapat cukup energi karena glukosa tidak dapat masuk. Pada kondisi ini, tubuh dapat salah menafsirkan kondisi tersebut sebagai “kekurangan energi” dan merespons dengan memproduksi glukosa lebih banyak melalui organ hati. Akibatnya, gula darah terus naik, bahkan bisa mencapai 600 mg/dL atau lebih.

Kondisi tersebut bisa diperburuk dengan faktor risiko dan penyebab yang sudah disebutkan di atas, baik karena adanya penyakit, infeksi, stres, atau penggunaan obat-obatan tertentu. 

Apakah Gula Darah 600 mg/dL Pasti Menandakan Diabetes?

Gula darah setinggi 600 mg/dL bisa berkaitan dengan diabetes, tetapi tidak selalu berarti seseorang sudah lama menderita diabetes. Banyak pasien yang baru mengetahui dirinya mengalami diabetes ketika memeriksakan diri karena gula darah sangat tinggi.

Gula darah melonjak hingga 600 mg/dL juga bisa diakibatkan oleh stres hiperglikemia akibat infeksi atau penyakit berat, efek obat-obatan, serta pola hidup tidak sehat dalam jangka panjang. 

Bahaya Gula Darah Naik Hingga 600 mg/dL

Kadar gula darah sangat tinggi dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius. Salah satu kondisi yang paling perlu diwaspadai adalah Sindrom Hiperglikemik Hiperosmolar (SHH) atau Hyperosmolar Hyperglycemic State (HHS).

SHH adalah kondisi darurat yang biasanya terjadi pada orang dengan diabetes tipe 2. Ciri utamanya adalah:

  • Gula darah sangat tinggi >600 mg/dL
  • Dehidrasi berat
  • Tidak ada tanda ketosis, salah satunya napas berbau asam
  • Gangguan kesadaran hingga koma

Kadar gula yang sangat tinggi menyebabkan darah menjadi kental. Tubuh akan merespon kondisi ini dengan berusaha membuang kelebihan gula melalui urin. Akibatnya tubuh kehilangan banyak cairan. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan ginjal, ketidakseimbangan elektrolit, hingga penurunan kesadaran. 

Angka kematian SHH cukup tinggi, terutama pada lansia atau pasien yang memiliki penyakit lain. Oleh karena itu, jika gula darah mencapai 600 mg/dL harus segera mendapat penanganan. 

Apa yang Harus Dilakukan jika Gula Darah Mencapai 600 mg/dL?

Gula darah mencapai 600 mg/dL bukanlah kondisi yang bisa ditangani sendiri di rumah dan harus mendapat penanganan medis. Segera ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) agar mendapat penanganan medis meliputi:

  • Pemberian cairan infus untuk mengatasi dehidrasi
  • Pemberian suntikan insulin untuk menurunkan gula darah secara terkontrol
  • Pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan darah untuk memeriksa fungsi fungsi ginjal dan kondisi metabolik.

Dokter akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk mengetahui penyebabnya sehingga dapat memberikan pengobatan yang tepat.

Perlu diingat bahwa menjaga gula darah agar normal bukanlah penanganan sesaat. Ketika gula darah sudah kembali normal, maka perlu pemeliharaan jangka panjang meliputi pengobatan rutin, mengubah pola makan menjadi pola makan sehat sesuai dengan kebutuhan gizi, dan olahraga pada pasien yang masih bisa beraktivitas secara normal. 

Konsultasi Gula Darah di Primecare Clinic

Jika kamu mengalami kesulitan mengontrol gula darah, konsultasikan di Primecare Clinic. 

Primecare Clinic menyediakan layanan pemantauan, termasuk CGM dan pengelolaan gula darah bersama dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Segera periksa dan konsultasikan kadar gula darah sejak dini sebelum gejala muncul. Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.

Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes, termasuk pemantauan CGM, edukasi gizi, dan pendampingan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan Anda seperti menurunkan HbA1C.

Jangan tunggu sampai muncul gejala dan komplikasi, mulailah memantau gula darah sejak secara rutin. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!

primecare

Jakarta Panglima Polim

Jl. Panglima Polim IX No.16, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan

Jakarta Tebet

Jl. Tebet Barat Dalam II No.46 14, Tebet Barat, Kota Jakarta Selatan

Samarinda

Jl. Muso Salim No.28, Karang Mumus, Kota Samarinda


Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.



Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.