Apakah Penderita Diabetes Boleh Makan Cumi? Yuk, Cari Tahu Jawabannya!

November 18, 2025 by Primecare Clinic
6215-1-1200x801.webp

Cumi sering menjadi pilihan lauk karena rasanya yang gurih dan fleksibel untuk diolah ke berbagai menu. Namun, bagi penderita diabetes, konsumsi makanan laut seperti cumi kerap menimbulkan kekhawatiran, terutama terkait risiko kenaikan gula darah atau kadar kolesterol. 

Bolehkah Penderita Diabetes Makan Cumi?

Cumi pada dasarnya termasuk makanan yang cukup aman untuk penderita diabetes. Kandungan karbohidratnya sangat rendah, sementara proteinnya tinggi sehingga dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Kombinasi ini membuat cumi tidak memberikan efek langsung terhadap lonjakan gula darah. 

Namun, yang perlu lebih diperhatikan bukanlah cumi-nya, melainkan cara pengolahannya. Cumi yang digoreng tepung, dimasak dengan bumbu manis, atau disajikan dalam porsi besar dapat meningkatkan asupan lemak, kalori, maupun gula, sehingga berpotensi memengaruhi kontrol gula darah.

Kandungan Gizi dan Indeks Glikemi Cumi

Cumi memiliki profil gizi yang cukup baik dan dapat menjadi pilihan lauk yang aman bagi penderita diabetes. Dalam 100 gram cumi segar, kandungan proteinnya berada di kisaran 16 gram, sementara kadar lemaknya relatif rendah, hanya sekitar 1-1,4 gram. Jumlah karbohidratnya pun sangat kecil, sekitar 1-2 gram per porsi.

Selain itu, cumi juga kaya akan berbagai vitamin dan mineral penting seperti vitamin B12, vitamin B2, vitamin C, zat besi, selenium, dan fosfor. Kandungan kolesterolnya memang cukup tinggi, namun umumnya masih dapat diterima bila dikonsumsi dalam porsi wajar dan tidak terlalu sering.

Karbohidrat yang sangat rendah membuat nilai indeks glikemik cumi berada pada kategori rendah. Karakteristik tersebut menjadikan cumi aman dikonsumsi penderita diabetes, selama cara pengolahan dan porsinya tetap diperhatikan.

Cara Makan Cumi yang Aman untuk Penderita Diabetes

Untuk memastikan cumi tetap aman dikonsumsi, beberapa langkah berikut bisa diterapkan:

1. Pilih Metode Masak yang Tepat

Cara memasak cumi sangat menentukan dampaknya terhadap kesehatan. Pilihan yang lebih aman meliputi menumis dengan sedikit minyak, memasak dengan kuah atau kaldu, memanggang, merebus, atau mengukus. 

Sebaliknya, cumi goreng tepung, cumi crispy, serta tumisan dengan minyak berlebihan sebaiknya dihindari karena dapat meningkatkan asupan lemak dan kalori.

2. Batasi Penggunaan Bumbu Manis

Hidangan cumi yang dimasak dengan kecap manis, saus manis, madu, atau gula dapat meningkatkan kadar gula darah. Penggunaan bahan-bahan tersebut sebaiknya dibatasi atau diganti dengan bumbu yang lebih aman, seperti bawang, rempah, dan cabai.

3. Perhatikan Kadar Kolesterol

Cumi memiliki kandungan kolesterol yang cukup tinggi, sehingga konsumsinya tidak disarankan setiap hari, terutama bagi penderita diabetes yang juga memiliki riwayat kolesterol tinggi. 

4. Atur Porsi 

Pengaturan porsi membantu mencegah asupan kalori dan kolesterol yang berlebihan.

Kapan Penderita Diabetes Perlu ke Dokter?

Segera lakukan pemeriksaan ke dokter penyakit dalam jika setelah mengonsumsi cumi muncul tanda gula darah naik secara tidak normal, agar mendapatkan evaluasi dan penanganan yang tepat. 

Selain itu, lakukan konsultasi dengan ahli gizi atau dokter gizi untuk menyesuaikan pola makan dengan kondisi tubuh sehingga konsumsi makanan favorit tetap aman dan seimbang.

primecare

Jakarta Panglima Polim

Jl. Panglima Polim IX No.16, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan

Jakarta Tebet

Jl. Tebet Barat Dalam II No.46 14, Tebet Barat, Kota Jakarta Selatan

Samarinda

Jl. Muso Salim No.28, Karang Mumus, Kota Samarinda


Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.



Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.