Apakah Penderita Diabetes Boleh Minum Yoghurt? Ini Jawabannya!

Yoghurt merupakan produk olahan susu yang seringkali dikonsumsi ketika menjalani program penurunan berat badan. Yoghurt dianggap sebagai makanan ‘sehat’ karena mengandung beberapa jenis bakteri yang menjadi sumber probiotik. Belakangan ini, yoghurt menjadi makanan ‘primadona’ di media sosial karena cukup banyak influencer yang memberikan tips mudah cara membuat yoghurt sendiri di rumah. Hal ini tentu memberikan dampak positif bagi masyarakat yang ingin mengonsumsi yoghurt dengan harga yang relatif terjangkau.
Namun, dengan anggapan bahwa yoghurt adalah makanan sehat, apakah yoghurt boleh dikonsumsi oleh penderita diabetes?
Mengenal Diabetes Lebih Jelas
Yuk, kita ketahui dulu apa itu diabetes. Diabetes adalah penyakit kronik yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor bergantung pada tipe diabetes. Dua tipe diabetes yang sering dikenal oleh masyarakat adalah Diabetes Melitus (DM) tipe 1 dan tipe 2. DM tipe 1 adalah kondisi dimana sel pankreas sedikit memproduksi hormon insulin yang berguna untuk menurunkan kadar gula dalam darah, sedangkan DM tipe 2 disebabkan oleh resistensi insulin sehingga glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel tubuh dan akhirnya menumpuk di dalam pembuluh darah.
DM tipe 2 adalah salah satu penyakit metabolik paling sering di dunia. Salah satu faktor risiko terjadinya DM tipe 2 adalah lifestyle yang buruk, di antaranya obesitas, makan-makanan yang tidak sehat, dan kurangnya aktivitas fisik.
Apa yang Membuat Yoghurt boleh Dikonsumsi oleh Penderita Diabetes?
Dengan memahami bahwa DM tipe 2 adalah penyakit yang memiliki faktor risiko berupa lifestyle yang tidak sehat maka yoghurt bisa menjadi makanan alternatif yang boleh dikonsumsi oleh penderita diabetes. Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa yoghurt memiliki efek terhadap sensitivitas insulin dan dapat menurunkan risiko terjadinya DM tipe 2.
Produk olahan susu (dairy) mengandung protein tinggi, vitamin (vitamin A dan D), dan beberapa mineral yang dibutuhkan oleh tubuh, seperti kalsium, magnesium, dan kalium. Selain itu, produk dairy juga mengandung profil asam lemak spesifik dan glikemik index yang rendah. l
Salah satu bentuk produk dairy yang difermentasikan adalah yoghurt. Proses fermentasi ini menjadikan yoghurt memiliki kandungan bakteri probiotik yang berguna di usus yang saat ini dikenal dengan mikrobiota usus (gut microbiota). Bakteri ini dapat mensintesis metabolit baru yg dapat menurunkan resistensi insulin atau meningkatkan sekresi insulin. Probiotik dan kesehatan usus tidak hanya berkaitan dengan risiko DM, melainkan dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular yang merupakan komplikasi dari diabetes.
Tidak hanya itu, probiotik pada yoghurt dapat memproduksi asam lemak rantai pendek yang memiliki efek anti-inflamasi dan sensitivitas insulin. Efek anti inflamasi ini yang nantinya dapat menghambat inflamasi kronik yang sering terjadi pada penderita diabetes tipe 2.
Yoghurt juga mengandung kalsium yang memiliki peranan dalam proses lipolisis (pemecahan lemak), menghambat proses lipogenesis (pembentukan lemak), dan berperan dalam metabolisme glukosa. Selain kalsium, kandungan vitamin D pada yoghurt berperan penting pada fungsi beta sel pankreas dalam mensekresi insulin.
Selain itu, yoghurt juga termasuk dalam produk dairy yang mengenyangkan, rendah lemak, dan memiliki indeks glikemik yang rendah sehingga dapat menurunkan risiko kegemukan yang dapat memicu terjadinya resistensi insulin.
Jadi, pada dasarnya, Yoghurt boleh dikonsumsi oleh penderita diabetes. Namun, ada beberapa tips konsumsi yoghurt yang bermanfaat untukmu sebagai penderita diabetes.
Tips Mengonsumsi Yoghurt untuk Pasien Diabetes
a. Pilih Yoghurt Tanpa Pemanis
Pilih yoghurt tanpa tambahan pemanis, seperti plain yoghurt atau Greek yoghurt. Hal ini berdasarkan data penelitian bahwa yoghurt tanpa pemanis memiliki nilai indeks glikemik berkisar antara 16-36, sedangkan yogurt dengan tambahan pemanis memiliki indeks glikemik berkisar antara 40-51 bergantung pada merk yoguhrt yang dikonsumsi.
b. Konsumsi Sesuai Takaran
Yoghurt dapat dikonsumsi secara reguler dengan anjuran jumlah konsumsi sebanyak 80-150 g/hari.
c. Mengonsumsi dengan Makanan Lainnya
Yoghurt dapat dijadikan menu sarapan dengan tambahan/topping lainnya, seperti buah beri-berian (stroberi, raspberry, blackberry) dan satu sendok biji-bijian atau kacang-kacangan.
Selain menjadi menu sarapan, yoghurt plain atau Greek yoghurt juga dapat dijadikan sebagai kudapan (snack) jika dirasa masih lapar. Kudapan bukan hal yang wajib bagi pasien diabetes, apalagi jika pasien ingin menurunkan berat badan maka perlu mengurangi konsumsi kudapan. Perlu diperhatikan jumlah konsumsi yoghurt per hari jika dikonsumsi dengan frekuensi lebih dari satu kali/hari.
d. Jangan Lupakan Aktivitas Fisik
Jangan lupa untuk tetap mengimbangi dengan aktivitas fisik.
Kenapa CGM Jadi Pilihan yang Lebih Efektif?
Dengan data yang terekam otomatis, CGM membantu dokter memahami pola gula darahmu secara menyeluruh, termasuk waktu-waktu kritis di mana gula darah sering melonjak atau turun drastis.
Manfaat nyata CGM antara lain:
✅ Mendeteksi fluktuasi gula darah lebih cepat sebelum menyebabkan gejala berat.
✅ Membantu dokter memberikan penyesuaian terapi yang tepat waktu.
✅ Membantu kamu mengatur pola makan dan aktivitas fisik dengan lebih bijak.
✅ Mencegah komplikasi serius, seperti hipoglikemia berat, hiperglikemi, hingga kondisi darurat medis.
Dengan kata lain, CGM memberi kamu dan doktermu kendali penuh atas kondisi tubuh, bukan sekadar reaksi setelah gejala muncul.
Menurut dr. Samuel Alexsander, selaku edukator diabetes di Primecare Clinic Tebet, Continuous Glucose Monitoring (CGM) merupakan salah satu inovasi terbaru dalam pemantauan kadar gula darah.
“Kalau dulu, kita hanya bisa mengetahui kadar gula darah lewat pemeriksaan dengan alat tes yang menusuk jari—hasilnya hanya menggambarkan kondisi pada satu waktu tertentu saja, seperti melihat satu potongan kecil dari puzzle besar. Sedangkan dengan CGM, kita dapat memantau kadar gula darah secara real-time dan berkelanjutan hingga 14 hari, sehingga gambaran yang terlihat menjadi jauh lebih utuh,” jelas dr. Samuel.
Ia menambahkan, setiap orang memiliki respons yang berbeda terhadap makanan yang dikonsumsi. “Ada orang yang setelah makan nasi satu piring gula darahnya langsung melonjak, ada juga yang tidak terlalu berubah. Dengan CGM, kita bisa melihat bagaimana tubuh kita sendiri bereaksi terhadap berbagai jenis makanan, aktivitas, atau bahkan stres harian. Dari situ, kita jadi bisa lebih mengenali tubuh sendiri dan mengambil langkah yang lebih tepat untuk menjaga kestabilan gula darah,” tambahnya.
Menariknya, teknologi CGM ini tidak hanya bermanfaat bagi pengidap diabetes, tetapi juga cocok digunakan untuk skrining bagi mereka yang memiliki riwayat atau keturunan diabetes, maupun bagi komunitas dan individu yang antusias menjaga kesehatan. Dengan menggunakan CGM, pengguna bisa mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana gaya hidup dan pola makan memengaruhi kadar gula darah mereka—bahkan sebelum muncul gejala atau diagnosis medis tertentu.
Yoghurt boleh Dikonsumsi oleh Penderita Diabetes!
Dari artikel ini, dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya, yoghurt boleh dikonsumsi penderita diabetes. Namun, jika kamu ragu, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu, seperti dokter spesialis gizi klinik atau dokter spesialis penyakit dalam.
Primecare Clinic adalah klinik diabetes yang menyediakan layanan dokter spesialis gizi klinik dan dokter spesialsi penyakit dalam serta program manajemen diabetes (ada CGM). Klik tautan ini untuk informasi lebih lanjut!


