Persiapan Fisik Sebelum Haji – Contoh dan Tips dalam Melakukannya

fuad787041-kabba-2227164_1280-1200x683.webp

Aktivitas haji terdiri dari 70% aktivitas fisik dan sisanya 30% adalah ibadah spiritual non-fisik, serta mayoritas jamaah haji berusia antara usia dewasa hingga lansia. Oleh karena itu, sebelum melakukan ibadah haji, tentunya para calon jamaah haji perlu persiapan yang matang. Salah satunya adalah memastikan bahwa kesehatan tubuh terjaga dengan baik dan prima. 

Aktivitas selama beribadah haji banyak menghabiskan aktivitas di luar dengan cuaca di negara Arab Saudi yang cenderung lebih panas, sehingga tubuh kita akan mengalami penyesuaian untuk beradaptasi di lingkungan dengan perbedaan suhu ekstrem dibandingkan di Indonesia. Selain itu, pasien dengan penyakit kronis berat meliputi gagal ginjal, gagal hati, gagal jantung kronis, dementia, Alzheimer’s dan kanker stadium ganas juga tidak dianjurkan untuk melakukan ibadah haji. Oleh karena itu, bagi Anda para calon jamaah haji, sangat penting untuk memastikan kesehatan fisik Anda siap sebelum keberangkatan untuk menurunkan risiko terjadinya penyakit yang bisa mengganggu kelancaran ibadah haji.

Contoh Persiapan Fisik sebelum Haji

Persiapan fisik yang bisa dilakukan sebelum berangkat haji antara lain:

  1. Olahraga rutin selama 30 menit sebanyak 3-5 kali sehari untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap bugar.
  2. Menjaga pola makan yang sehat dan menghindari makanan/minuman yang kaya pengawet.
  3. Melakukan medical check up (MCU) untuk evaluasi kondisi tubuh secara umum. MCU bisa dilakukan 1-3 bulan sebelum keberangkatan. Pemeriksaan MCU meliputi:
    a. Pemeriksaan laboratorium, seperti darah lengkap, urin lengkao, profil gula darah, profil lipid, asam urat, fungsi ginjal, dan fungsi hati. Untuk jamaah haji wanita di kelompok usia subur (rata-rata 20-35 tahun), biasanya bisa disertakan tes kehamilan.
    b. Pemeriksaan radiologi seperti rontgen dada untuk melihat kondisi jantung dan paru-paru atau ultrasonography (USG) abdomen untuk melihat kondisi organ-organ di dalam perut
    c. Pemeriksaan elektrokardiografi (EKG) untuk melihat aktivitas listrik jantung
    d. Bagi jamaah haji usia di atas 40 tahun atau usia 35 tahun dengan riwayat penyakit jantung disarankan melakukan treadmill test untuk melihat ada tidaknya gangguan pada jantung pada saat kondisi istirahat maupun saat beraktivitas berat.
  4. Vaksinasi yang diwajibkan negara Arab Saudi bagi jamaah umroh dan/atau haji serta para pendatang yang melakukan perjalanan di kawasan Arab Saudi, yaitu:
         a. Vaksin untuk mencegah penyakit meningitis yang dapat menyebabkan peradangan selaput otak. Vaksin yang diberikan adalah vaksin meningokokus yang melindungi tubuh dari infeksi bakteri Neisseria meningitidis penyebab meningitis. Ada 2 jenis vaksin meningitis, yaitu:

    • vaksin meningokokus konjugat, diberikan 1 dosis, disuntikkan secara intramuskular atau melalui jaringan otot.
    • vaksin meningokokus polisakarida, diberikan 1 dosis, disuntikkan secara subkutan atau di dalam jaringan lemak antara otot dan kulit.
      b. Vaksin untuk mencegah penyakit polio. Penyakit polio atau poliomyelitis adalah penyakit yang disebabkan oleh virus polio yang menyerang sistem saraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan. Jenis vaksin yang digunakan adalah Inactivated Poliovirus Vaccine (IPV) sejumlah 1 dosis, diberikan secara intramuskular.

Pemberian vaksin dilakukan maksimal dua minggu sebelum keberangkatan karena efektifitas vaksin mulai terbentuk 10-14 hari setelah pemberian. 

Rekomendasi vaksin lainnya yang juga bisa diberikan sebelum haji antara lain vaksin influenza dan pneumococcus (PCV) yang masing-masing diberikan sebanyak 1 dosis dengan disuntikkan secara intramuskular. Karena nanti Anda akan berinteraksi dengan jamaah haji lain dari seluruh dunia, Anda bisa mencegah tertular oleh virus yang mungkin bisa menyebabkan wabah, pandemi atau masalah darurat kesehatan di seluruh dunia.

Namun bila ada kondisi tertentu seperti ibu hamil/menyusui, riwayat alergi terhadap kandungan vaksin, riwayat penyakit kronis tertentu atau sedang mengalami sakit yang menular seperti batuk dan/atau demam, sebaiknya konsultasi dulu ke dokter sebelum melakukan vaksinasi. 

Jika gaya hidup aktif/sering berolahraga, apa harus persiapan fisik untuk haji juga?

Bagi Anda yang sudah menerapkan olahraga secara rutin, tetap harus memperhatikan kondisi fisik Anda untuk memastikan tubuh sudah siap untuk menjalani aktivitas selama ibadah haji. Sebaiknya jangan melakukan olahraga yang terlalu ekstrem menjelang keberangkatan haji karena tubuh perlu melakukan pemulihan yang lama dan bisa menurunkan kapasitas tubuh dalam beradaptasi terhadap pengaruh lingkungan dan aktivitas ketika pelaksanaan haji. Beberapa pilihan olahraga yang bisa dilakukan untuk persiapan haji antara lain:

  1. Jalan kaki kecil dengan durasi cepat sebagai latihan melakukan thawaf dan sa’i ketika ibadah haji
  2. Latihan kekuatan otot kaki seperti naik turun tangga dan squat.
  3. Jogging atau berlari kecil untuk melatih kapasitas paru-paru dan daya tahan jantung agar tidak mudah sesak napas, terutama di cuaca panas.
  4. Bersepeda bisa menjadi alternatif bagi Anda yang mengalami gangguan persendian kaki untuk latihan menjaga stamina.
  5. Yoga untuk menjaga kelenturan otot, sekaligus menjaga ketenangan mental dan spiritual.

Kalau Mau Haji, Bagusnya ke Dokter Apa untuk Persiapan?

Untuk memastikan kondisi fisik Anda sudah cukup baik untuk persiapan berangkat ibadah haji, Anda bisa melakukannya dengan melakukan MCU sekaligus konsultasi ke dokter umum.

Bila Anda memiliki kondisi atau penyakit kronis tertentu seperti hipertensi, diabetes mellitus, dislipidemia, autoimun, dan/atau keganasan, sebaiknya konsultasi ke dokter spesialis penyakit dalam untuk penyesuaian obat atau terapi yang dapat dikonsumsi selama ibadah haji. Bagi jamaah wanita di usia subur disarankan juga untuk konsultasi dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn) untuk pertimbangan pemberian obat penunda menstruasi untuk mengatur jadwal siklus menstruasi.

Tips Persiapan Fisik untuk Haji

Berikut tips-tips untuk persiapan fisik untuk haji:

  • Lakukan olahraga bersama keluarga dan/atau teman agar terasa lebih menyenangkan
  • Membuat catatan pengingat/reminder untuk persiapan yang perlu dilakukan seperti jadwal rutinitas olahraga, jadwal medical check up, vaksinasi, serta konsultasi dengan dokter.
  • Membuat checklist untuk obat-obat yang akan dibawa ketika berangkat haji
  • Bagi jamaah wanita, catat siklus menstruasi Anda agar dokter dapat memberikan petunjuk pemakaian obat sesuai dengan jadwal menstruasi secara akurat (Anda bisa menghitung masa subur/siklus menstruasi di tautan ini).
  • Istirahat cukup dan tidur selama 7-9 jam sehari agar metabolisme tubuh dapat terjaga dengan baik, terutama menjelang keberangkatan
  • Selalu memantau perkembangan kebijakan baik pemerintah Indonesia maupun Arab Saudi terkait dengan persyaratan kesehatan fisik untuk menunaikan ibadah haji.

Persiapan Fisik juga Penting untuk Haji

Jadi, persiapan fisik juga penting untuk haji agar haji bisa dilakukan dengan optimal.

Semoga persiapan untuk haji yang Anda lakukan bisa menyukseskan ibadah haji yang Anda lakukan.

primecare

Jakarta Panglima Polim

Jl. Panglima Polim IX No.16, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan

Jakarta Tebet

Jl. Tebet Barat Dalam II No.46 14, Tebet Barat, Kota Jakarta Selatan

Samarinda

Jl. Muso Salim No.28, Karang Mumus, Kota Samarinda


Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.



Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2025. All rights reserved.