Apa Perbedaan Hiperglikemia dan Diabetes? Simak Jawabannya!

Masyarakat seringkali mengaitkan kondisi kadar gula darah meningkat (hiperglikemia) dengan penyakit diabetes. Hal ini tidak sepenuhnya salah karena diabetes dapat didiagnosis ketika didapatkan kadar gula darah meningkat.
Namun, tidak semua kondisi hiperglikemia dapat dikatakan diabetes. Untuk dapat mendiagnosis diabetes, ada beberapa pemeriksaan gula darah yang harus dilakukan dan dari hasil pemeriksaan tersebut dokter akan menganalisis diagnosisnya berdasarkan kriteria dalam pedoman penyakit. Agar tahu lebih jelas apa perbedaan hiperglikemia dan diabetes, mari kita simak jawabannya.
Perbedaan Hiperglikemia dan Diabetes
Hiperglikemia adalah kondisi dimana kadar gula dalam darah meningkat yang dapat berkembang menjadi beberapa penyakit. Sementara itu, diabetes adalah penyakit metabolik kronis yang dikarakteristikkan dengan adanya peningkatan kadar gula darah yang dapat disebabkan karena beberapa sebab di antaranya, kurangnya produksi insulin, terjadinya resistensi insulin, kegagalan usus dalam menyerap senyawa gula, atau kegagalan hati dalam memecah glikogen (gula otot), atau sebab lainnya.
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa pasien yang mengalami diabetes memiliki riwayat hiperglikemia sebelumnya, sedangkan tidak semua hiperglikemia dapat dikatakan diabetes. Kondisi hiperglikemia yang belum masuk ke dalam kategori diabetes dapat juga diklasifikasikan sebagai kondisi prediabetes. Lantas, apakah pasien diabetes tidak lagi mengalami hiperglikemia? Ya, bisa saja jika diabetesnya terkontrol karena sudah diterapi dengan baik.
Diabetes juga dapat ditandai dengan beberapa gejala klasik, seperti mudah lapar, mudah haus, sering buang air kecil (BAK), dan penurunan berat badan yang tidak diketahui penyebabnya. Selain gejala klasik, dapat juga ditemukan gejala lainnya, seperti lemah badan, kesemutan, pandangan kabur, disfungsi ereksi pada pria, dan gatal pada kemaluan wanita.
Di samping adanya gejala yang menunjukkan penyakit diabetes, untuk dapat menegakkan diagnosis diabetes dibutuhkan pemeriksaan kadar gula darah dan HbA1c yang dilakukan di laboratorium. Berikut nilai kadar gula darah dan HbA1c untuk menegakkan diagnosis diabetes dan prediabetes.
| HbA1c (%) | Glukosa darah puasa (mg/dL) | Glukosa plasma 2 jam setelah makan (mg/dL) | |
|---|---|---|---|
| Normal | < 5,7 | 70–99 | 70–139 |
| Prediabetes | 5,7–6,4 | 100–125 | 140–199 |
| Diabetes | ≥6,5 | ≥126 | ≥200 |
Jika Terjadi Hiperglikemia dan Gejala Diabetes Perlu ke Dokter Apa Saja?
Pasien yang mengalami gejala khas diabetes yang sudah disebutkan di atas atau sudah melakukan pemeriksaan kadar gula darah dan didapatkan hasil berupa hiperglikemia, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan terapi yang tepat. Dokter yang dapat menangani pasien dengan hiperglikemia dan diabetes adalah:
1. Dokter Umum
Peran dokter umum dalam penanganan penyakit diabetes sangat penting karena kasus diabetes sederhana tanpa komplikasi dapat dikelola oleh dokter umum di fasilitas kesehatan primer.
2. Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Pasien juga dapat langsung berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam jika dirasa memiliki gejala diabetes atau mengalami hiperglikemia. Selain itu, jika sebelumnya pasien ditangani oleh dokter umum, pasien perlu dirujuk ke fasilitas kesehatan lanjutan yang akan diperiksa oleh dokter spesialis penyakit dalam untuk dilakukan skrining awal dan pemeriksaan lebih lengkap. Hal ini dilakukan untuk mendeteksi adanya komplikasi.
3. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Endokrin Metabolisme Diabetes
Jika pasien telah mendapatkan pelayanan dokter spesialis penyakit dalam dan ditemukan salah satu dari beberapa komplikasi, seperti berikut:
- adanya komplikasi akut berupa ketoasidosis atau hyperglycemic/hyperosmolar state (HHS),
- tidak adanya penurunan hasil pemeriksaan laboratorium pada diabetes dalam tiga bulan;
- tidak tercapainya target dalam terapi antidiabetes (AOD) tunggal dan kombinasi selama tiga bulan, dan lain sebagainya,
maka pasien perlu dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi untuk mendapatkan pelayanan dokter subspesialis endokrin metabolisme diabetes.
Selain itu, jika dibutuhkan intervensi lain seperti intervensi nutrisi atau didapatkan adanya komplikasi, pasien akan dirujuk ke dokter spesialis lainnya, seperti:
a. Dokter Spesialis Gizi Klinik
Seringkali pasien diabetes memiliki berat badan kategori overweight atau obese sehingga dibutuhkan intervensi nutrisi untuk program penurunan berat badan dan pengaturan pola makan sebagai bagian dari terapi pada diabetes. Dokter gizi klinik bisa membantu Anda dalam hal ini.
b. Dokter Spesialis Neurologi
Salah satu komplikasi yang cukup sering terjadi pada pasien diabetes adalah neuropati (gangguan saraf) yang dapat menimbulkan gejala nyeri, kesemutan, baal, dan lain-lain. Jadi, jika Anda mengalami gangguan ini, bisa ke dokter saraf.
c. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Komplikasi lainnya pada diabetes dapat menyerang organ jantung. Jika didapatkan penyulit pada organ jantung yang tidak dapat ditangani oleh dokter spesialis penyakit dalam, maka pasien akan dirujuk ke dokter spesialis jantung dan pembuluh darah.
d. Dokter Spesialis Mata
Pada pasien diabetes perlu dilakukan evaluasi komprehensif, salah satunya dengan merujuk pasien ke dokter spesialis mata untuk mendeteksi adanya komplikasi retinopati diabetik yang menyerang retina mata dan dapat menyebabkan kebutaan. Gejala retinopati diabetik di antaranya adalah pandangan kabur, floaters (gambaran/bayangan titik-titik kecil yang mengambang pada lapang pandang), dan kehilangan ketajaman visual secara progresif.
Konsultasi Diabetes di Primecare Clinic!
Kamu bisa konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam di Primecare Clinic untuk mendapatkan informasi seputar diabetes dan memeriksa kadar gula darah.
Primecare Clinic menyediakan layanan pemantauan, termasuk CGM dan pengelolaan gula darah bersama dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik. Segera periksa dan konsultasikan kadar gula darah sejak dini sebelum gejala muncul. Terdapat dr. Anak Agung Arie Widyastuti, Sp.PD, FINASIM yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan spesialisasi penyakit diabetes di Primecare Clinic.
Primecare Clinic menyediakan program manajemen diabetes, termasuk pemantauan CGM, edukasi gizi, dan pendampingan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan Anda seperti menurunkan HbA1C. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya.


