Kanker Serviks Peringkat Kedua Terbanyak, Cegah dengan Vaksin!

doctor-holding-anatomic-model-high-angle.jpg

Kanker serviks adalah kanker yang muncul pada leher rahim wanita, yang terjadi akibat infeksi dari Human papillomavirus (HPV), khususnya tipe 16 dan 18. Tahukah kamu kalau penyakit ini bisa dicegah dengan vaksin?

Menurut data dari Profil Kesehatan Indonesia tahun 2021, kanker serviks menempati peringkat kedua setelah kanker payudara, yaitu sebanyak 36.633 kasus atau 17,2% dari seluruh kanker pada wanita.

Jumlah ini memiliki angka mortalitas yang tinggi sebanyak 21.003 kematian atau 19,1% dari seluruh kematian akibat kanker. Apabila dibandingkan angka kejadian di Indonesia pada tahun 2008, terjadi peningkatan dua kali lipat!

Cegah kanker serviks dengan vaksin HPV

Ada dua strategi pencegahan kanker serviks, yaitu pencegahan primer dengan imunisasi vaksin HPV dan pencegahan sekunder dengan deteksi dini.

Sampai saat ini, belum ditemukan obat yang tepat yang dapat menyembuhkan infeksi akibat paparan HPV. Jadi, paparan virus ini hanya dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi dan kontrol rutin.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh National Cancer Institute, vaksinasi HPV memiliki efektivitas cukup tinggi dalam mencegah infeksi yang diakibatkan oleh HPV.

Vaksin yang diberikan sedini mungkin, terutama kepada mereka yang belum pernah terkena HPV ataupun berhubungan intim, disebutkan memiliki tingkat efektivitas lebih tinggi.

Cara kerja vaksin HPV cegah kanker serviks

Efektivitas vaksin HPV sangat tinggi dalam mencegah infeksi HPV jenis 16 dan 18, yang seperti disebutkan sebelumnya menjadi penyebab terbanyak pada kasus kanker serviks.

Selain itu, vaksin HPV juga dapat membantu mencegah beberapa jenis kanker lain yang terkait dengan HPV, seperti kanker vulva, vagina, anus, dan orofaringeal.

Bagaimana vaksin HPV bekerja? Vaksin ini merangsang sistem kekebalan tubuh untuk membuat antibodi yang dapat melawan virus HPV. Setelah vaksin masuk, tubuh akan mengenali bagian-bagian virus HPV yang terkandung dalam vaksin dan memproduksi antibodi untuk melawannya.

Saat terinfeksi HPV, virus menyebabkan perubahan pada sel-sel di leher rahim yang berisiko berkembang menjadi kanker serviks. Dengan membuat tubuh menghasilkan antibodi, vaksin HPV membantu melindungi tubuh dari infeksi HPV dan meminimalkan risiko terkena kanker.

Rekomendasi vaksin HPV dari IDAI

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan pemberian vaksin HPV diberikan kepada anak perempuan usia 10 tahun ke atas.

Vaksin diberikan sebanyak 3 kali dengan jadwal pemberian vaksin pada bulan 0, lalu 1 atau 2 bulan setelah penyuntikan pertama tergantung jenis vaksin (bivalen atau tetravalen), dan terakhir 6 bulan setelah penyuntikan pertama.

Apabila ada jadwal pemberian vaksin yang terlewat karena sakit atau hal lain maka pemberian vaksin tidak harus diulang dari awal, cukup dengan melengkapi dosis yang tertinggal tersebut.

Mau suntik vaksin HPV? Ke Primecare Clinic saja!

Kanker serviks sebagai salah satu penyakit mematikan di Indonesia dapat dicegah dengan vaksin. Jadi, jangan tunda lagi demi kesehatanmu!

Jika kamu ingin melakukan suntik vaksin HPV, segera amankan reservasimu di Primecare Clinic. Kamu juga bisa sekaligus konsultasi dengan dokter kebidanan dan kandungan yang terpercaya.

Primecare Clinic

Cabang Tebet
(Informasi dan pendaftaran: 0811-8906-625)

Cabang Panglima Polim
(Informasi dan pendaftaran: 0811-1958-188)

Cabang Samarinda
(Informasi dan pendaftaran: 0811-5503-567)

Keyword pencarian:
kanker serviks, kanker rahim, hpv, vaksin hpv, suntik hpv, serviks

Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2022. All rights reserved.