Flu Singapura pada Anak: Gejala dan Penyebabnya

boy-with-mask-posing-white-background-2.jpg

Flu Singapura kini sedang merebak kembali! Orang tua pun diimbau untuk dapat mengenali gejala awal dan tidak dulu terlalu sering mengajak anak bepergian ke luar rumah untuk mencegah infeksi terjadi. Bagaimana gejala dan penanganan flu Singapura pada anak?

Gejala awal flu Singapura pada anak, seperti demam yang disertai ruam pada kulit dan sariawan, perlu diwaspadai oleh orang tua. Tujuannya yakni agar anak bisa memperoleh penanganan yang tepat lebih awal.

Penyakit ini termasuk rentan dialami anak-anak mengingat daya tahan tubuhnya masih belum sekuat orang dewasa.

Apa itu flu Singapura pada anak?

Penyakit Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau yang lebih dikenal dengan flu Singapura adalah penyakit yang muncul di area tangan, kaki, dan mulut akibat infeksi menular.

Kondisi ini rentan menyerang anak-anak di bawah usia 10 tahun, namun lebih sering terjadi pada anak di bawah usia 5 tahun.

Gejala flu Singapura awalnya ditandai dengan demam selama 1-3 hari, kemudian diikuti dengan munculnya luka di mulut serta ruam di kulit tangan dan kaki.

Pada beberapa kasus, luka juga bisa muncul pada siku, bokong, atau selangkangan anak. Gejala ini bisa menimbulkan ketidaknyamanan dan bahkan anak jadi rewel terus-menerus.

Penyebab dan penularan

Flu Singapura disebabkan oleh infeksi coxsackievirus strain A16, yakni kelompok virus yang merupakan salah satu bagian dari genus enterovirus.

Awalnya virus akan menyebar ke jaringan mulut, menuju amandel, kemudian masuk ke dalam sistem pencernaan. Setelah itu, virus akan menyebar ke seluruh tubuh melalui peredaran darah, hingga timbul gejala-gejala yang terlihat.

Perlu diketahui bahwa flu Singapura sangat mudah menular dari satu anak ke anak lainnya melalui kontak langsung dengan kulit penderita, perabotan yang terkontaminasi virus, luka pada kulit yang pecah, kotoran penderita, atau melalui droplet.

Gejala awal dan penularan flu Singapura terjadi sekitar beberapa hari (3-6 hari) setelah virus menginfeksi, kemudian muncul ruam pada kulit pada 1-2 hari setelah gejala awal.

Ruam pada kulit biasanya akan mengering dengan sendirinya kurang lebih dalam 10 hari dan cenderung tidak menyebar ke orang lain.

Meski begitu, virus penyebab flu Singapura pada anak bisa hidup lebih lama hingga berminggu-minggu di dalam tinja setelah ruam menghilang.

Gejala flu Singapura

Adapun beberapa gejala yang ditimbulkan dari penyakit flu Singapura adalah:

  • Penurunan nafsu makan
  • Demam tinggi dan batuk
  • Ruam merah di tangan, kaki, mulut, dan bokong
  • Sariawan di gusi dan lidah
  • Luka seperti lepuhan pada lidah, gusi, dan di dalam pipi
  • Nyeri tenggorokan
  • Nyeri perut pada anak

Pengobatan flu Singapura pada anak

Serupa seperti penyakit infeksi virus lain, sebagian besar kasus flu Singapura bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7-10 hari tanpa pengobatan khusus.

Meski begitu, perawatan mandiri sesuai gejala tetap perlu dilakukan kepada anak untuk membuatnya tetap nyaman. Misalnya:

  • Memberikan cukup minum air putih dan makanan bergizi untuk meningkatkan imun
  • Hindari memberikan makanan atau minuman yang memiliki rasa asam atau pedas
  • Pastikan anak memiliki waktu istirahat yang cukup setiap hari
  • Jika ruamnya gatal, berikan krim antigatal
  • Berkumur dengan air garam hangat untuk meredakan rasa nyeri di tenggorokan

Bila gejala yang dialami anak tak kunjung membaik atau justru cenderung memburuk, sebaiknya jangan tunda untuk segera memeriksakan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Primecare Clinic

Cabang Tebet
(Informasi dan pendaftaran: 0811-8906-625)

Cabang Panglima Polim
(Informasi dan pendaftaran: 0811-1958-188)

Cabang Samarinda
(Informasi dan pendaftaran: 0811-5503-567)

Keyword pencarian:
flu, flu singapura, flu singapur, flu singapura pada anak, vaksin, vaksin flu, vaksin influenza

Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2022. All rights reserved.