Daftar Vaksin untuk Anak Usia Sekolah dan Remaja

close-up-kid-after-getting-vaccine.jpg

Pemberian vaksin untuk anak-anak tak cuma penting di usia bayi dan balita, tapi juga usia sekolah. Tak boleh diabaikan, sebab di rentang usia ini anak-anak sangat mudah tertular penyakit. Apa saja pilihan vaksin untuk anak usia sekolah?

Sebelumnya, perlu dipahami oleh orang tua bahwa pemberian vaksin bertujuan untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak agar tidak mudah terserang penyakit.

Vaksin yang masuk ke dalam tubuh bekerja dengan cara merangsang pembentukan antibodi, yang nantinya melawan infeksi virus atau bakteri penyebab penyakit.

Vaksin anak usia sekolah menurut IDAI

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan rekomendasi imunisasi atau vaksinasi untuk anak usia sekolah hingga remaja.

Dengan memenuhi kebutuhan vaksin ini, diharapkan kekebalan tubuh anak dapat meningkat. Pada akhirnya, risiko terjadi penyakit berbahaya akibat serangan virus atau bakteri bisa dihindari. Kesehatan anak lebih terjaga.

Anak-anak yang masuk dalam kategori usia sekolah adalah usia 5–12 tahun. IDAI dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan anak di usia ini mendapatkan catch up immunization alias melengkapi imunisasi.

Artinya, jika pada usia di bawah 2 tahun ada vaksin anak yang terlewat, bisa diberikan pada usia sekolah.

Vaksin untuk anak usia sekolah berdasarkan rekomendasi IDAI termasuk di antaranya DPT, polio, campak, MMR, tifoid, hepatitis A, varicella, influenza, dan pneumonia.

Vaksin untuk anak remaja

Selain anak usia sekolah, mereka yang masuk dalam kategori remaja juga perlu mendapatkan beberapa vaksin. Tujuannya sama, yakni untuk mencegah risiko penyakit dan memberi perlindungan maksimal.

Beberapa jenis vaksin untuk remaja di antaranya:

1. Vaksin influenza

Vaksin ini diberikan untuk menurunkan risiko penyakit influenza, yaitu infeksi virus yang ditandai dengan demam, batuk, dan pilek.

2. Vaksin HPV

Pemberian vaksin HPV (human papillomavirus) berguna untuk mencegah infeksi akibat paparan virus tersebut. Infeksi virus ini bisa berbahaya, karena berisiko menimbulkan kutil kelamin, kanker leher rahim, kanker vagina, hingga kanker bibir kemaluan pada wanita.

Vaksin HPV dapat diberikan pada anak usia 11-12 tahun. Namun, bisa juga diberikan saat anak mencapai usia 9-10 tahun jika memang diperlukan dan sesuai rekomendasi dokter.

3. Vaksin varicella

Jika di usia 1-12 tahun anak belum mendapatkan vaksin varicella, maka pemberiannya bisa catch up di usia 13 tahun. Pada usia 13 tahun atau lebih, vaksin varicella diberikan dua dosis dengan interval 4-6 minggu.

4. Vaksin tifoid

Vaksin tifoid diberikan mulai usia 2 tahun, diulang (booster) tiap 3 tahun di rentang usia 5 hingga 18 tahun.

Layanan vaksin terbaik untuk anak di Primecare Clinic

Untuk mengetahui apakah semua jenis imunisasi tersebut diperlukan atau tidak untuk anak, jangan ragu untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan tim dokter Primecare Clinic.

Selain vaksin-vaksin di atas, pemberian vaksin COVID-19 juga sudah bisa diberikan pada anak usia sekolah atau tepatnya saat anak berusia 6-11 tahun.

Kamu bisa melakukan vaksinasi HPV, influenza, varicella, dan tifoid di Primecare Clinic. Segera amankan reservasi imunisasi Si Kecil hanya di Primecare Clinic. #MulaidariKamu

Primecare Clinic

Cabang Tebet
(Informasi dan pendaftaran: 0811-8906-625)

Cabang Panglima Polim
(Informasi dan pendaftaran: 0811-1958-188)

Cabang Samarinda
(Informasi dan pendaftaran: 0811-5503-567)

Keyword pencarian:
vaksin PCV, vaksin flu, vaksin pneumonia, vaksin hepatitis, vaksin dengue, imunisasi, jadwal vaksin

Copyright by PT. Layanan Medika Pratama 2022. All rights reserved.